Jombang

Media Buser Polkrim

Media Buser Polkrim
Membangun Bangsa Melalui Informasi

Berita Terkini

Pastikan Makanan Sehat Dan Layak di Konsumsi, Dandim Wonogiri Sidak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

Wonogiri - Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pemantauan langsung prose...

Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Jombang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jombang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Agustus 2025

Polri Libatkan Pesantren dalam Gerakan Tanam Jagung Nasional



Jombang – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan peran aktifnya di sektor non-keamanan. Melalui program Polisi Penggerak Ketahanan Pangan (P2KP), Polri menggandeng ribuan pondok pesantren di seluruh Indonesia untuk mengembangkan tanaman jagung sebagai upaya memperkuat swasembada pangan nasional.

Kegiatan penanaman jagung perdana digelar di lahan seluas sepuluh hektare milik Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Rabu (6/8/2025). Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo hadir mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam acara tersebut. “Ini merupakan wujud komitmen Polri mendukung arahan Presiden dan Kapolri agar ketahanan pangan bisa diwujudkan bersama-sama,” kata Dedi.

Tak hanya di Jombang, kegiatan serupa juga dilakukan serentak di ratusan pesantren lain. Data Polri mencatat ada 745 pondok pesantren di 33 provinsi yang terlibat, dengan dukungan lebih dari 65 ribu santri dan luas lahan mendekati 200 ribu hektare. Program ini fokus pada tanaman jagung karena kebutuhan nasional yang masih tinggi dan sebagian masih dipenuhi dari impor.

Menurut Dedi, kolaborasi melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, hingga pemerintah daerah. Dalam pembagian peran, TNI lebih fokus pada komoditas padi, sedangkan Polri menitikberatkan pada jagung. “Semua unsur bangsa harus mengambil peran, karena kemandirian pangan tidak bisa dicapai sendirian,” ujarnya.

Di Jawa Timur, Polda Jatim menjadi salah satu motor utama pelaksanaan program. Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim Kombes Pol Ari Wibowo menyebut, potensi pesantren di provinsi ini sangat besar. “Selain sebagai pusat pendidikan, pesantren juga memiliki lahan luas yang bisa dikembangkan. Kami ingin sinergikan dengan program Asta Cita untuk mendukung produksi jagung,” ungkapnya.

Hingga Agustus 2025, Polda Jatim mencatat lahan binaan mencapai 1.717 hektare, sementara lahan pesantren yang digarap seluas 509 hektare lebih. Dari luasan itu, estimasi panen mencapai 17 ribu ton jagung. Ari menambahkan, lebih dari 82 ribu santri ikut serta menanam, dengan pendampingan dari polisi penggerak dan kelompok tani.

Keterlibatan Polri di sektor pertanian juga mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang, Sudiro Setiyono, menilai program P2KP relevan dengan kebutuhan daerah. “Jagung di Jombang sangat tinggi permintaannya. Selama ini Polri juga ikut membantu pengawasan distribusi pupuk subsidi,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Much Rony. Ia menjelaskan, pada 2024 Jombang memiliki luas tanam jagung lebih dari 36 ribu hektare dengan produksi sekitar 21 ribu ton. Meski demikian, kebutuhan jagung di Jawa Timur masih jauh lebih besar daripada produksinya. “Karena itu, keterlibatan Polri melalui pesantren akan sangat membantu meningkatkan produksi,” ujarnya.

Selain mendukung penanaman, Polri juga menyiapkan sarana pascapanen. Menurut Dedi, Kapolri menggagas pembangunan gudang jagung di sentra produksi. Saat ini, sudah berdiri 18 gudang di 12 provinsi, masing-masing berkapasitas seribu ton. Gudang ini diharapkan menjadi solusi agar hasil panen masyarakat bisa terserap maksimal.

Upaya Polri tersebut mendapat dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Saat panen raya jagung di Bengkayang, Kalimantan Barat, Juni 2025, Presiden menilai peran Polri di bidang pangan sebagai langkah strategis. “Ketahanan pangan adalah fondasi stabilitas bangsa. Jika pangan tercukupi, pembangunan akan berjalan baik,” kata Dedi mengutip arahan Presiden.



Senin, 22 Mei 2023

Ziarah ke Makam Gus Dur, Prabowo dikalungi Sorban Putih oleh Pengasuh Ponpes Tebuireng




Jombang - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengunjungi makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang berada di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (21/5). 

Kedatangan Prabowo yang juga calon presiden 2024 ini disambut oleh para santri dengan lantunan selawat. 

"Assalamualaikum," kata Prabowo menyampaikan salam kepada jemaah pesantren.

Pengasuh pondok pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin pun segera mengalungkan sorban putih ke leher Prabowo sebagai ungkapan selamat datang.

Setibanya di pondok, Prabowo bersama para rombongan langsung menuju area makam. Selama 30 menit mereka membacakan tahlil dan diakhiri pembacaan doa secara khusyuk.

Prabowo memiliki kedekatan dengan Gus Dur hingga diketahui sering menjadi tukang tukang pijit Gus Dur.  

Adapun salah satu hal yang paling diingat publik terkait Gus Dur adalah pandangannya perihal Prabowo. Kala itu, ia menyebut Prabowo sebagai "orang yang paling ikhlas kepada rakyat Indonesia."

"Kalau orang yang paling ikhlas kepada rakyat Indonesia itu Prabowo. Ya banyak lah yang menunjukkan betapa dia ikhlas betul kepada rakyat Indonesia," ungkap Gus Dur dalam sebuah siaran televisi nasional.

Selain makam Gus Dur, di area ini juga dimakamkan sejumlah tokoh nasional lain seperti KH Wahid Hasyim, KH Yusuf Hasyim, KH Hasyim Asy'ari dan KH Salahuddin Wahid.


(Rahmat) 

Selasa, 20 Desember 2022

Ribuan Warga dan Polisi di Jombang Sinau Bareng Cak Nun


Jombang, buserpolkrim.com – Dalam rangka muhasabah akhir tahun 2022 dan haul Gus Dur ke-13, Polres Jombang Polda Jatim menggelar Sinau Bareng dengan budayawan Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun. Acara ini diharapkan dapat menjadi penggerak warga untuk bersama-sama menjaga kamtibmas di wilayah Jombang.

Acara bertajuk Sinau bareng Cak Nun, Kiai Kanjeng dan Polres Jombang tersebut digelar depan Mapolres Jombang,Polda Jatim Jalan KH Wahid Hasyim pada Senin (19/12/2022) malam. Turut hadir dalam acara tersebut anggota Forpimda Jombang, tokoh agama serta ribuan jamaah Maiyah dan warga Jombang.

Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat mengatakan, acara tersebut mendapat dukungan penuh Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto. Orang nomer satu di jajaran kepolisian Jawa Timur itu mengingatkan akan revolusi mental SDM anggota polisi, terutama mengenai keagamaan.

"Bapak Kapolda Jatim menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan positif. Beliau sangat menekankan terkait dengan pembangunan mental sumber daya manusia, khususnya kepolisian. Harus dimulai dari revolusi mental terkait religi," ujarnya saat membuka sambutan acara.

Pada kesempatan itu, AKBP Nurhidayat juga membacakan pidato Kapolda Jatim antara lain, Kapolda Jatim berpesan agar masyarakat Jombang saling memupuk dan menguatkan persatuan guna menciptakan suasana yang kondusif.

Hal tersebut juga selaras dengan tema yang diusung pada acara Sinau bareng Cak Nun, Kiai Kanjeng dan Polres Jombang Polda Jatim dalam rangka muhasabah akhir tahun 2022 dan haul Gus Dur ke-13. Yaitu menciptakan harkantibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Jombang.

"Di penghujung tahun 2022 dan menyambut tahun baru 2023 ke depan. Bagi seluruh masyarakat Jombang, harapan Kapolda Jatim adalah memupuk dan juga menguatkan semangat persaudaraan, saling menghormati dan saling memahami untuk menciptakan ikatan batin yang kuat. Dimana harapan kami, kondusifitas di masyarakat Jombang tetap terjamin," pungkas Kapolres Jombang.