Radius 102

Media Buser Polkrim

Media Buser Polkrim
Membangun Bangsa Melalui Informasi

Berita Terkini

Dana Reses DPRD Indramayu Tahun Anggaran 2026 Naik Sekitar 1,5 M di Tengah Efisiensi Anggaran

 Indramayu, Sergaptarget.com Dana Reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indramayu tahun 2026 tercatat naik hingga ...

Postingan Populer

Kamis, 04 Juni 2026

Dana Reses DPRD Indramayu Tahun Anggaran 2026 Naik Sekitar 1,5 M di Tengah Efisiensi Anggaran




 Indramayu, Sergaptarget.com
Dana Reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indramayu tahun 2026 tercatat naik hingga mencapai Rp1,5 miliar.

Ditahun 2025, dana untuk reses 50 anggota DPRD tercatat sekitar Rp7,9 miliar. Namun pada tahun 2026 ini meningkat hingga Rp9,4 miliar persisnya Rp 9.425.295.400. Padahal pemerintah pusat sedang menganjurkan efesiensi anggaran.

Dari hasil reses anggota dewan dan kunjungan langsung dilapangan pada konstituen diwilayah daerah pemilihan masing-masing tersebut, anggota dewan menampung keluhan masyarakat yang dikunjungi dan kemudian dicatat sebagai masukan POKIR (Pokok Pikiran) anggota DPRD Indramayu atau yang lazim dikenal sebutan proyek aspirasi dewan.

Sayangnya, niat tulus rakyat yang mengusulkan keluhan ke anggota dewan terkait aspirasinya itu, diduga terjadi penyimpangan yang bertentangan dengan hukum karena diduga kuat POKIR atau proyek aspirasi dewan diperjualbelikan ke kontraktor atau kerabat anggota legeslatif tersebut.

Salah satu sumber, NR (53) Warga Indramayu mengaku mendapat jatah pekerjaan proyek aspirasi dewan (POKIR) dengan cara membayar sekitar 17 persen.

“Kita sudah DP untuk mendapat proyek aspirasi dewan sejak Maret 2026, kita diminta bayar DP Rp34 juta untuk proyek POKIR senilai Rp200 juta. Jadi kalau dihitung, sekitar 17 persen,” ungkap sumber yang meminta namanya dirahasiakan, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, sudah menjadi rahasia umum jika POKIR itu diperjualbelikan. Hampir mayoritas anggota dewan yang dapat proyek aspirasi dikomersialkan.

Ketua Warung Nusantara 88 (WN 88) Kabupaten Indramayu, Ahmad Nur Irsyad mengaku prihatin atas munculnya dugaan jual beli proyek POKIR milik anggota dewan Indramayu.

“Saya juga mendengar ada kabar POKIR yang dijualbelikan. Ini sangat ironis dan menyedihkan. Niat tulus rakyat yang mengusulkan wilayahnya dibangun, namun disalahgunakan wakil rakyat (DPRD) dikomersialkan. Ini perlu diungkap publik dan diharap APH turun tangan,” jelas lelaki kritis yang akrab dipanggil Irsad.

Menurutnya, dana APBD tahun 2026 puluhan miliar untuk proyek aspirasi dewan dinilai menyimpang dan sudah mengarah pada tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Logikanya, jika proyek aspirasi dewan dijual, misal 15 persen, maka para pengusaha, kontraktor atau kerabatnya yang mengerjakan bisa dipastikan mengurangi volume pekerjaan, pengusahakan cari untung? Jadi berapa persen yang dikerjakan dilapangan? Ini jelas rakyat Indramayu yang dirugikan,” tegas Irsad.

Irsad bertekad akan mengumpulkan bukti-bukti dugaan KKN dengan modus jual beli POKIR, selanjutnya akan dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) untuk ditindaklanjuti di proses sesuai hukum yang berlaku.

Ketua Forum Peduli Indramayu, (FPI), Masdi menjelaskan, Reses adalah masa di mana anggota dewan (DPR atau DPRD) melakukan kegiatan di luar masa sidang, biasanya untuk kembali ke daerah pemilihannya (Dapil) guna bertemu langsung dengan masyarakat.

Tujuannya adalah untuk mendengarkan dan menampung aspirasi serta keluhan warga, yang kemudian akan diperjuangkan menjadi program pemerintah, salah satunya POKIR.

“Jika ini benar terjadi adanya dugaan jual beli proyek POKIR, ini sangat melukai hati rakyat khususnya masyarakat yang mendukungnya jadi anggota dewan. Niat tulus rakyat dibayar dengan pengkhianatan dan memperkaya diri sendiri. Ini sama saja memanfaatkan hasil Reses,” kritik Masdi.

Masdi juga menyoroti kenaikan angka dana Reses menjadi 9,4 miliar dari tahun sebelumnya Rp7,9 miliar dalam posisi adanya himbauan efesiensi anggaran, menyedihkan,” kata Masdi.

Menurutnya, besarnya dana Reses ini perlu didalami karena tidak sebanding dengan acara yang diadakan. Untuk apa saja anggaran itu digunakan, karena praktik dilapangan, Reses anggota dewan tersebut acaranya biasa-biasa saja hanya dihadiri puluhan masyarakat, bahkan ada yang dilaksakan di halaman rumah pendukungnya.

Wakil ketua DPRD indramayu H. Sirojudin ketika dihubungi oleh salah seorang awak media melalui pesan whatshap terkait dana reses dan jual beli POKIR tidak merespon.

(Nana. S)

Sidang Kasus Pembunuhan di Paoman Indramayu Masih Bergulir Dengan Pembuktian Rekaman CCTV di TKP




Indramayu, Sergaptarget.com Persidangan kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali diwarnai sengketa pembuktian rekaman CCTV Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sidang kali ini Kuasa hukum terdakwa Ririn Rifanto Toni RM, secara tegas mempertanyakan kondisi rekaman CCTV dari toko bangunan yang mengarah langsung ke rumah korban—yang justru terlihat lompat-lompat, terpotong, dan tidak utuh saat diputar di persidangan.

Menurut Toni RM, CCTV tersebut sejatinya merupakan barang bukti krusial yang tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), selain rekaman dari hotel dan agen BRILink yang sudah ditampilkan jaksa.

Namun, versi yang disodorkan penyidik dan diputar di pengadilan bukan rekaman lengkap, melainkan berupa potongan-potongan yang menghilangkan rangkaian waktu penting sebelum, saat, dan sesudah peristiwa 28–30 Agustus 2025 lalu.

“Mengapa rekaman CCTV TKP ini terputus-putus, melompat dari satu waktu ke waktu lain tanpa sambungan yang jelas? Padahal posisinya menghadap pintu depan rumah korban. Kalau diputar utuh, pasti terlihat siapa saja yang keluar–masuk, jam berapa kendaraan datang, dan momen pengangkatan jenazah,” tegas Toni RM usai sidang, Rabu (3/5/2026).

Hingga kini, jaksa penuntut umum baru memutar CCTV hotel dan BRILink. Sementara rekaman toko bangunan yang dianggap kunci pembuktian belum ditampilkan secara penuh—meski tercantum sah sebagai barang bukti nomor tiga dalam berkas perkara. Toni menegaskan kondisi yang “lompat-lompat” itu rawan menimbulkan tafsir keliru dan bisa mengaburkan jejak keberadaan pihak lain yang diduga terlibat selain kedua kliennya.

“Kalau memang ingin mengungkap kebenaran, majelis harus memerintahkan penyidik menyerahkan dan memutar rekaman utuh, tanpa potongan, tanpa lompatan waktu.
Kami curiga ada bagian yang sengaja disembunyikan karena berisi fakta yang bisa meringankan klien kami atau menunjukkan pelaku lain,” tandas Toni RM, yang akan mendesak hakim memerintahkan pemutaran versi lengkap di sidang berikutnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak penyidik maupun jaksa belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan rekaman yang terpotong dan hilang durasi tersebut. Persidangan kasus pembunuhan yang menewaskan lima anggota keluarga itu masih berlanjut di Pengadilan Negeri Indramayu dengan agenda pembuktian.

(Nana. S)

Tiga Orang Korban Tewas di Tempat Akibat Tertimpah mobil Truk


 
Indramayu, Radius102.com - Telah terjadi Kecelakaan Di Jalur Pantura tepatnya di Depan Rumah Sakit Sentra Medika Langut Kecamatan Lohbener pada Pukul 13.45 Wib , Kamis 04 Juni 2026 .

Mobil Truk tersebut menimpa 2 pengendara Motor, yang dikatui oleh salah satu warga yang membantu eksekusi Korban . Diketahui Korban berjumlah 3 Orang yang mana Ke 3 Korban tersebut tewas di Tempat

" Terjadi Kecelakaan Mobil yang terguling dan menimpa pesepedah motor dan korbannya itu ada 3 orang yang mana ke 3 korban tersebut dinyatakan meninggal dan untuk pastinya kejadiannya saya tidak tau karena pada saat saya sampai di situ sudah terjadi Kecelakaan dan membantu mengesekusi korban untuk dibawa ke rumah sakit menurut saksi mata di tempat kejadian dekat pangkalan ojek
Adapun pengamanan langsung turun dari Polsek Lohbener Kabupaten Indramayu Beserta Puskesmas Kiajaran yang membantu eksekusi Korban menuju RSUD Indramayu.

Sampai Berita ini di turunkan belum. Diketahui penyebab Pasti yang terjadi Pada insiden maut yang merenggut nyawa 3 korban .

( Fonny/MHR Kabiro )

Remaja Ditemukan Meninggal di Rumah, Diduga Akibat Sengatan Listrik

Cirebon Kota – Peristiwa meninggalnya seorang remaja terjadi pada Kamis (04/06/2026) sekitar pukul 12.15 WIB di Kampung Cantilan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Seorang laki-laki berinisial A.G. (18) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area tempat cuci rumah dan diduga meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik.

Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit SH MH menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya seorang warga yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, mengamankan area kejadian, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut guna memastikan kronologi kejadian secara utuh.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban A.G. merupakan laki-laki berusia 18 tahun yang berdomisili di Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon. Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di area tempat cuci rumah sebelum akhirnya dievakuasi oleh warga dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Saksi pertama, Nurhaeli (54), perempuan, ibu rumah tangga, warga Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menerangkan bahwa sekitar pukul 11.00 WIB dirinya keluar rumah untuk mengambil makanan bergizi gratis di sekolah dan saat itu korban masih berada di rumah dalam kondisi normal. Sekitar pukul 11.30 WIB dirinya kembali ke rumah dan sempat mengetuk pintu beberapa kali, namun tidak mendapat jawaban dari korban sehingga memutuskan masuk melalui pintu belakang rumah. Setelah masuk, ia melihat korban sudah tergeletak dan langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar.

Saksi kedua, Ifan Afandi (67), laki-laki, warga Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menerangkan bahwa sekitar pukul 11.30 WIB dirinya mendengar keramaian dari rumah korban. Saat mendatangi lokasi, ia melihat korban sudah tergeletak di area tempat cuci. Saksi juga melihat kabel listrik pada lampu rumah dalam kondisi terlepas sehingga segera mengambil tindakan dengan memutus sambungan listrik guna menghindari kemungkinan adanya korban lain akibat aliran listrik yang masih aktif.

Saksi ketiga, Sahrum (52), laki-laki, warga Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menerangkan bahwa dirinya mendengar teriakan minta tolong dari ibu korban yang rumahnya berada tepat berhadapan. Setelah mendatangi rumah korban, ia melihat korban sudah terbaring di area kamar mandi dan kemudian bersama warga lainnya membantu mengangkat korban untuk diberikan pertolongan. Korban sempat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat, namun kemudian dinyatakan telah meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan para saksi, peristiwa tersebut diduga terjadi saat korban berada seorang diri di rumah. Dugaan sementara mengarah pada kecelakaan akibat sengatan listrik yang terjadi di sekitar area tempat cuci, meskipun penyebab pasti tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan pendalaman keterangan yang diperoleh petugas.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan langkah-langkah penanganan berupa pengecekan tempat kejadian perkara, pendataan identitas korban dan para saksi, dokumentasi, serta koordinasi dengan petugas identifikasi untuk memastikan seluruh fakta di lapangan terdokumentasi dengan baik sebagai bahan penyelidikan.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena kecelakaan akibat listrik masih menjadi salah satu penyebab kematian yang dapat terjadi secara tiba-tiba di lingkungan rumah tangga. Instalasi listrik yang kurang terawat, kabel yang rusak, sambungan tidak sesuai standar, maupun penggunaan peralatan listrik di area yang lembap dapat meningkatkan risiko terjadinya sengatan listrik yang berbahaya.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan instalasi listrik di rumah berada dalam kondisi baik dan sesuai standar keselamatan. “Lakukan pemeriksaan berkala terhadap kabel, stop kontak, dan peralatan listrik yang digunakan sehari-hari. Segera perbaiki atau ganti instalasi yang rusak, hindari penggunaan kabel yang terkelupas, serta jangan menggunakan peralatan listrik dengan tangan basah atau di area yang berisiko terkena air. Kewaspadaan terhadap instalasi listrik sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan jiwa,” ujarnya.

(Agus Hermawan)

Ciptakan Lingkungan Bebas Sampah, Anggota Koramil 04/Jebres Berikan Sosialisasi Pengolahan & Pilah Sampah Kepada Warga

Surakarta - Semangat menjaga lingkungan tumbuh kuat di tengah masyarakat, Kelurahan tegalharjo Melalui pendampingan yang dilakukan  Babinsa Tegalharjo Serka Joko Riyanto bersama Bati Komsos Koramil 04/Jebres Pelda Rudi Hariyono serta Lurah Tegalharjo ibu Yolla marrins S.STP dan Dinas lingkungan hidup (DLH) Kota Surakarta Bp. Yustinus triatmo Nugroho S. Sos , warga mendapatkan edukasi langsung mengenai pengolahan sampah organik dan non organik menjadi pupuk yang bermanfaat, Rabu (3/06/2026).

Kegiatan yang menghadirkan tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLH) Kota Surakarta tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme warga. Sosialisasi ini tidak hanya membahas persoalan sampah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk melihat limbah rumah tangga sebagai sesuatu yang masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Edukasi Pengolahan Sampah untuk Lingkungan Lebih Sehat, Bati komsos Koramil 04/Jebres Pelda Rudi Hariyono menjelaskan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. 

Menurutnya, langkah sederhana tersebut menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Ia menerangkan bahwa sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan dapat diolah melalui proses sederhana menjadi pupuk kompos, pakan ternak (maggot),pupuk cair/ECO enzym dll ,Sementara itu, sampah non organik diarahkan untuk dipilah dan didaur ulang agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

“Pengelolaan sampah yang benar akan membantu mengurangi pencemaran sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar pelda Rudi Hariyono.

Kehadiran Babinsa Serka Joko riyanto hadir menjadi bentuk nyata dukungan TNI terhadap program pemerintah kota Surakarta dalam menjaga kebersihan lingkungan. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya sebatas pengamanan kegiatan, tetapi juga membangun kedekatan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya hidup bersih.
 
Edukasi semacam ini sangat penting untuk menumbuhkan kepedulian warga terhadap lingkungan tempat tinggal mereka. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mampu memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi dan bermanfaat.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Warga terlihat aktif bertanya terkait cara pengolahan sampah rumah tangga hingga teknik pembuatan pupuk kompos yang mudah diterapkan di lingkungan masing-masing.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Piket Koramil 03/Serengan Bersama Linmas Laksanakan Patroli Malam & Pemantauan Wilayah

Surakarta - Piket Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Serka Priyanto bersama Linmas melaksanakan kegiatan patroli malam dan pemantauan wilayah Kecamatan Serengan, Rabu (03/06/2026).

Serka Priyanto menghimbau kepada Warga agar selalu menjaga keamanan lingkungan, dan keamanan wilayah dengan penuh seksama, dan  patut diwaspadai orang yang tidak dikenal yang bertamu di malam hari.

"Kegiatan patroli malam selain memberi  Himbauan kepada warga , juga untuk menjalin silahturahmi dengan mitra karib yang dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket Koramil 03/Serengan."imbuhnya.

"Kami berharap agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan  menjaga lingkungan masing-masing agar situasi tetap Aman dan kondusif."pungkasnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Tak Kuat Menahan Takut, Priyo Disebut Menangis Setiap Malam di Dalam Tahanan


Radius102.com, Indramayu – Fakta mengejutkan terungkap dalam persidangan kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu. Salah satu terdakwa, Priyo, disebut mengalami ketakutan yang luar biasa selama berada di dalam ruang tahanan.

Keterangan tersebut disampaikan oleh terdakwa Ririn Rifanto saat menjalani pemeriksaan di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Indramayu, Rabu (3/6/2026).

Menurut Ririn, hampir setiap malam Priyo menangis karena mengaku sering mendengar suara-suara misterius dan melihat bayangan yang membuatnya tidak bisa tenang.

"Dia itu selalu dihantui. Setiap malam dia nangis. Katanya sering ada suara banyak orang, dan juga dihantui bayangan," ungkap Ririn saat menjawab pertanyaan kuasa hukumnya di ruang sidang.

Pernyataan itu sontak menarik perhatian para pengunjung sidang. Suasana ruang persidangan yang sebelumnya berlangsung serius seketika dipenuhi bisik-bisik para hadirin yang menyimak pengakuan tersebut.
Ririn menggambarkan kondisi Priyo yang kerap dilanda ketakutan saat malam hari di dalam tahanan. Bahkan, menurutnya, suara-suara yang didengar Priyo seolah berasal dari banyak orang yang datang bersamaan, sementara bayangan-bayangan yang dilihatnya membuat rasa cemas dan takut terus menghantuinya.

Pengakuan tersebut menjadi salah satu fakta yang mencuat dalam persidangan dan menambah daftar keterangan menarik yang terungkap selama proses pemeriksaan para terdakwa kasus pembunuhan yang menyita perhatian masyarakat Indramayu tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi psikologis Priyo maupun penyebab munculnya suara dan bayangan yang diceritakannya selama berada di dalam tahanan.

(Fony)

Polisi Sahabat Masyarakat, Polres Kuningan, Terapkan Teguran Humanis di Lapangan


 
KUNINGAN – Kepolisian Resor (Polres) Kuningan terus mengedepankan semangat "Polisi Sahabat Masyarakat" dalam setiap tugas kepolisian. Salah satu bentuk nyatanya adalah penerapan pendekatan humanis dan pembinaan kepada warga, terutama saat menghadapi pelanggaran ringan di jalan raya maupun tempat umum.
 
Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa penegakan hukum tidak harus selalu dilakukan dengan tindakan tegas secara langsung. Petugas di lapangan diarahkan untuk lebih mengutamakan teguran, penjelasan, dan edukasi terlebih dahulu agar masyarakat memahami pentingnya mematuhi aturan.
 
"Prinsip kami adalah hadir melayani dan melindungi. Untuk pelanggaran yang sifatnya ringan, tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain, kami utamakan teguran yang santun dan penuh pengertian. Tujuannya agar kesadaran hukum tumbuh dari hati nurani, bukan hanya karena takut dikenakan sanksi," ungkap Kapolres saat ditemui di Mapolres Kuningan.
 
Penerapan cara ini banyak dilakukan dalam kegiatan operasi lalu lintas maupun patroli rutin. Misalnya, kepada pengendara yang lupa membawa surat kendaraan atau tidak menggunakan perlengkapan standar secara tidak sengaja, petugas akan memberikan penjelasan dan imbauan, bukan langsung menindak tegas.
 
Warga Kuningan menyambut baik pendekatan tersebut. Mereka merasa dihargai dan hubungan antara polisi dan masyarakat menjadi semakin akrab. Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap menegaskan bahwa untuk pelanggaran berat yang berisiko menimbulkan kecelakaan atau kerugian, penindakan hukum tetap dilakukan secara tegas namun tetap beradab.
 
Dengan cara ini, diharapkan tercipta suasana yang harmonis, tertib, dan aman di wilayah hukum Polres Kuningan, serta memperkuat citra polisi sebagai sahabat dan pelindung masyarakat.

(Agus Hermawan)

Polres Indramayu Raih Penghargaan Kapolri atas Capaian IKPA Sempurna 100



Indramayu, Sergaptarget.com
Polres Indramayu menerima penghargaan dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas keberhasilannya meraih nilai sempurna 100 pada Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan dalam kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Keuangan Polda Jawa Barat Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Pasundan, Kota Bandung, Selasa (2/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Polres Indramayu diwakili langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang yang didampingi Kasikeu Polres Indramayu IPDA Tantan Hadianto.

Pemberian penghargaan tersebut mengacu pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/722/VI/KEU./2026 tanggal 26 Mei 2026 tentang pemberitahuan pelaksanaan Rakernis Fungsi Keuangan Polri Tahun Anggaran 2026, sekaligus menjadi bagian dari evaluasi dan apresiasi terhadap satuan kerja yang mampu menunjukkan kinerja pengelolaan anggaran secara optimal.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasikeu Polres Indramayu IPDA Tantan Hadianto menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel dalam menjaga tata kelola keuangan yang akuntabel, efektif, dan efisien.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam mendukung terwujudnya Polri Presisi,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian nilai IKPA sempurna tersebut diharapkan dapat dipertahankan dan menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran Polres Indramayu untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui pengelolaan anggaran yang profesional dan bertanggung jawab.

Dengan penghargaan ini, Polres Indramayu kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung tata kelola keuangan negara yang baik sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

(Nana. S)

Dana Reses Rp9,4 Miliar Direkayasa, Proyek Aspirasi Dewan Diduga Diperj ualbelikan



INDRAMAYU-
Radius102.Com
Dana Reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indramayu tahun 2026 tercatat naik hingga mencapai Rp1,5 miliar.

Ditahun 2025, dana untuk reses 50 anggota DPRD tercatat sekitar Rp7,9 miliar. Namun pada tahun 2026 ini meningkat hingga Rp9,4 miliar persisnya Rp 9.425.295.400. Padahal pemerintah pusat sedang menganjurkan efesiensi anggaran.

Dari hasil reses anggota dewan dan kunjungan langsung dilapangan pada konstituen diwilayah daerah pemilihan masing-masing tersebut, anggota dewan menampung keluhan masyarakat yang dikunjungi dan kemudian dicatat sebagai masukan POKIR (Pokok Pikiran) anggota DPRD Indramayu atau yang lazim dikenal sebutan proyek aspirasi dewan. 

Sayangnya, niat tulus rakyat yang mengusulkan keluhan ke anggota dewan terkait aspirasinya itu, diduga terjadi penyimpangan yang bertentangan dengan hukum karena diduga kuat POKIR atau proyek aspirasi dewan diperjualbelikan ke kontraktor atau kerabat anggota legeslatif tersebut.

Salah satu sumber Intijayakoran.com, NR (53) Warga Indramayu mengaku mendapat jatah pekerjaan proyek aspirasi dewan (POKIR) dengan cara membayar sekitar 17 persen.

"Kita sudah DP untuk mendapat proyek aspirasi dewan sejak Maret 2026, kita diminta bayar DP Rp34 juta untuk proyek POKIR senilai Rp200 juta. Jadi kalau dihitung, sekitar 17 persen," ungkap sumber yang meminta namanya dirahasiakan, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, sudah menjadi rahasia umum jika POKIR itu diperjualbelikan. Hampir mayoritas anggota dewan yang dapat proyek aspirasi dikomersialkan.

Ketua Warung Nusantara 88 (WN 88) Kabupaten Indramayu, Ahmad Nur Irsyad mengaku prihatin atas munculnya dugaan jual beli proyek POKIR milik anggota dewan Indramayu.
"Saya juga mendengar ada kabar POKIR yang dijualbelikan. Ini sangat ironis dan menyedihkan. Niat tulus rakyat yang mengusulkan wilayahnya dibangun, namun disalahgunakan wakil rakyat (DPRD) dikomersialkan. Ini perlu diungkap publik dan diharap APH turun tangan," jelas lelaki kritis yang akrab dipanggil Irsad.

Menurutnya, dana APBD tahun 2026 puluhan miliar untuk proyek aspirasi dewan dinilai menyimpang dan sudah mengarah pada tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

"Logikanya, jika proyek aspirasi dewan dijual, misal 15 persen, maka para pengusaha, kontraktor atau kerabatnya yang mengerjakan bisa dipastikan mengurangi volume pekerjaan, pengusahakan cari untung? Jadi berapa persen yang dikerjakan dilapangan? Ini jelas rakyat Indramayu yang dirugikan," tegas Irsad.

Irsad bertekad akan mengumpulkan bukti-bukti dugaan KKN dengan modus jual beli POKIR, selanjutnya akan dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) untuk ditindaklanjuti di proses sesuai hukum yang berlaku.

Ketua Forum Peduli Indramayu, (FPI), Masdi menjelaskan, Reses adalah masa di mana anggota dewan (DPR atau DPRD) melakukan kegiatan di luar masa sidang, biasanya untuk kembali ke daerah pemilihannya (Dapil) guna bertemu langsung dengan masyarakat.

Tujuannya adalah untuk mendengarkan dan menampung aspirasi serta keluhan warga, yang kemudian akan diperjuangkan menjadi program pemerintah, salah satunya POKIR.

"Jika ini benar terjadi adanya dugaan jual beli proyek POKIR, ini sangat melukai hati rakyat khususnya masyarakat yang mendukungnya jadi anggota dewan. Niat tulus rakyat dibayar dengan pengkhianatan dan memperkaya diri sendiri. Ini sama saja memanfaatkan hasil Reses," kritik Masdi.

Masdi juga menyoroti kenaikan angka dana Reses menjadi 9,4 miliar dari tahun sebelumnya Rp7,9 miliar dalam posisi adanya himbauan efesiensi anggaran, menyedihkan," kata Masdi.

Menurutnya, besarnya dana Reses ini perlu didalami karena tidak sebanding dengan acara yang diadakan. Untuk apa saja anggaran itu digunakan, karena praktik dilapangan, Reses anggota dewan tersebut acaranya biasa-biasa saja hanya dihadiri puluhan masyarakat, bahkan ada yang digelar cukup di teras rumah pendukungnya dulu yang tidak membutuhkan biaya besar.

"Jangan sampai dana Reses ini disalahgunakan yang berpotensi pada tindakan korupsi. Kami mencium ada dugaan rekayasa pada penggunaan dana Reses," ujar Masdi kritis.

Wakil Ketua DPRD Indramayu, H. Sirojudin yang dikonfirmasi wartawan, Rabu malam (3/6/2026) pukul 21.18 belum merespon. Awak media ini yang menghubungi lewat pesan WhatsApp terkait dugaan rekayasa dana Reses dan dugaan jual beli POKIR tidak dijawab. (Fonny/MHR Kabiro)

Rabu, 03 Juni 2026

Daniel Mutaqien Syafiuddin ST Undur Diri Dari Pemuda Pancasila Indramayu



Indramayu,Radius102. Com Dinamika Organisasi Masyarakat (Ormas) selalu dinamis seiring perkembangan jaman, sebagai Ormas terbesar dan memiliki anggota yang militan, MPC Pemuda Pancasila Indramayu menjadi salah satu contoh Ormas yang cukup disegani karena selaras dengan dinamika politik.

Sementara, untuk menjaga marwah, integritas dan netralitas organisasi yang dipimpin oleh H. Daniel Mutaqien Syafiuddin ST, akan mengalami pergantian pucuk Pimpinan MPC Pemuda Pancsola.Indramayu.

Daniel sudah mengajukan surat pengunduran dirinya ke MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat, mengingat dirinya saat ini telah dinyatakan sah terpilih Menjadi Ketua DPD Partai.Golkar Jabar pada Musda awal Mei lalu..

Dalam Pernyataannya dihadapan media, Daniel mengaku dirinya sudah menjabat Ketua MPC Pemuda Pancasila Indramayu sejak 2007 dan dirinya ingin ada regenerasi kepemimpinan ditubuh Ormas PP tersebut. Selain itu, Daniel ingin lebih fokus Pimpin Partai Golkar Jawa Barat, 

Sementara Daniel yang tidak tidak ingin memjadi menghambat roda organisasi PP Indramayu menyerahkan mekanisme pergantian kepemimpinan pada pengurus dan kader MPC Pemuda Pancasila Indramayu.

"Yang jelas saya sebetulnya berat meninggalkan PP Indramayu, namun saya memiliki tanggungjawab besar dan amanah baru sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, sehingga saya tidak ingin menjadi penghambat roda organisasi yang telah membesarkan saya" ungkap Daniel.

Sementara, berdasarkan rumor yang beredar dikalangan pengurus dan kader MPC Pemuda Pancasila Indramayu, calon pengganti Daniel adalah Ramadhin Listya Wimana atau akrab dipanggil dengan sapaan akrab Tyo. 

Ditempat terpisah, saat dikonfirmasi awak media, Tyo mengaku terkejut dengan pengunduran diri Daniel Mutaqien dan mendengar rumor dirinya dari para kader akan menjadi Plt Ketua MPC Pemuda Pancasila.Indramayu.

Namun demikian, sebagai kader yang militan Tyo mengaku siap menjalankan amanah organisasi bila dirinya dipercaya menjadi Plt. Ketua MPC Pemuda Pancasila Indramayu.( Fonny/MHR Kabiro)

Kapolsek Rokan IV Koto Bersama Forkopimcam Tegaskan Komitmen Pencegahan Karhutla melalui Apel Siaga



ROKAN IV KOTO.
Media Radius 102 Com.
      Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolsek Rokan IV Koto IPTU Dodi Ripo Saputra, S.H., M.H., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) mengikuti Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan dan Pencegahan Karhutla tingkat Kecamatan Rokan IV Koto yang digelar di Lapangan Kantor Camat Rokan IV Koto, Rabu (3/6/2026).

      Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.40 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Camat Rokan IV Koto Alfarid Toha, S.P., M.IP dan diikuti unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan, kepala desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta perwakilan perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Rokan IV Koto.

      Kehadiran Polsek Rokan IV Koto dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutla melalui penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kesiapsiagaan personel, serta edukasi kepada masyarakat.

      Kapolsek Rokan IV Koto IPTU Dodi Ripo Saputra menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan, perusahaan, dan masyarakat.

      "Upaya pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Diperlukan sinergi seluruh pihak agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini," ujarnya.

      Dalam amanat pimpinan apel, seluruh unsur Forkopimcam, perusahaan, dan elemen masyarakat juga diajak untuk memperkuat koordinasi serta meningkatkan kepedulian terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Rokan IV Koto.

      Selain pelaksanaan apel, kegiatan juga dilanjutkan dengan pengecekan peralatan pemadaman Karhutla dan simulasi penanganan kebakaran guna memastikan kesiapan personel serta sarana pendukung dalam menghadapi potensi keadaan darurat.

      Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pihak dapat terus meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat kolaborasi dalam menjaga wilayah Kecamatan Rokan IV Koto agar tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

      Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.20 WIB dan berlangsung dengan aman, tertib, serta kondusif. *(Humas Polres Rohul)*


       Jurnalis : Kabiro Radius 102 Com.Rohul.
           ( Ismail Marpaung ).

DLH Kabupaten Cirebon Kuras TPS Pasar Minggu


KABUPATEN CIREBON — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon melakukan pengurasan besar-besaran di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Minggu, Kecamatan Palimanan, Rabu (3/6/2026).

Upaya tersebut dilakukan untuk mengatasi penumpukan sampah, sekaligus menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.

Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, mengatakan pihaknya mengerahkan satu alat berat, tujuh armada dump truck, dan dua armada truk amrol guna mempercepat proses pengangkutan sampah di lokasi.

“Alhamdulillah, pada hari ini kami dari Dinas Lingkungan Hidup mengadakan pengurasan di TPS Pasar Minggu. Kami mengerahkan tujuh armada dump truck, dua armada truk amrol, dan satu alat berat,” ujar Dede.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen DLH dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung kenyamanan aktivitas ekonomi di kawasan pasar.

“Mudah-mudahan dengan pengurasan ini Pasar Minggu akan menjadi lebih nyaman,” katanya.

Selain melakukan pengangkutan sampah, DLH juga mendorong pemanfaatan sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas pasar.

Dede menilai, sampah organik memiliki potensi untuk diolah menjadi bahan pakan maggot, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Saya lihat sampah pasar di Pasar Minggu ini banyak sekali sampah organiknya, sehingga dapat bermanfaat untuk menjadi bahan pakan maggot,” ungkapnya.

Sejak pagi, alat berat tampak bekerja mengeruk tumpukan sampah dan memindahkannya ke armada pengangkut yang telah disiagakan. Proses pembersihan berlangsung lancar di tengah aktivitas pasar.

Dengan dikerahkannya alat berat dan sembilan armada pengangkut, tumpukan sampah di TPS Pasar Minggu kini berangsur berkurang.

Upaya tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih tertata, sekaligus mendorong pemanfaatan sampah organik secara produktif dan berkelanjutan. (DISKOMINFO)

PT S.A.I.Paparkan Kronologi Penanganan Warga yang Diamankan Saat Dugaan Pencurian TBS


ROKAN HULU 
Media Radius 102 Com.
       PT Sawit Asahan Indah (S.A.I) memaparkan kronologi penanganan terhadap SR, warga Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, yang diamankan petugas keamanan perusahaan saat diduga melakukan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di area perkebunan PT SAI pada Selasa (2/6/2026).

       CDO PT.S.A.I, Ilka Iskandar, menjelaskan bahwa setelah diamankan, SR mengeluhkan rasa sakit di bagian dada. Menanggapi keluhan tersebut, petugas langsung mengambil langkah untuk memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan melalui pemeriksaan medis.

       “Pada saat diamankan, yang bersangkutan mengeluhkan sakit di bagian dada. Karena itu kami segera membawanya ke Polibun SAI untuk menjalani pemeriksaan medis guna memastikan kondisi kesehatannya,” ujar Ilka.

       Menurutnya, hasil pemeriksaan awal yang dilakukan di Polibun SAI menunjukkan kondisi SR dalam keadaan normal. Meski demikian, perusahaan tetap melanjutkan pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi yang bersangkutan secara lebih menyeluruh.

       “Untuk memastikan lebih lanjut, kami kemudian membawanya ke RS Awal Bros Ujung Batu untuk menjalani pemeriksaan rontgen dan hasilnya juga baik. Bahkan atas permintaan pihak keluarga dilakukan pemeriksaan CT Scan, dan hasilnya juga menunjukkan kondisi yang baik,” jelasnya.

       Ilka menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memastikan kondisi kesehatan SR setelah diamankan di area perkebunan.

       Menurutnya, sejak awal perusahaan mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan setiap orang yang berada dalam penanganan petugas, termasuk memastikan akses terhadap layanan kesehatan apabila diperlukan.

       “Kami berupaya memastikan kondisi yang bersangkutan benar-benar dalam keadaan baik. Karena itu pemeriksaan dilakukan secara bertahap, mulai dari fasilitas kesehatan perusahaan hingga rumah sakit, sehingga kondisi kesehatannya dapat diketahui secara pasti,” tambahnya.

       Pihak perusahaan juga menyatakan siap memberikan keterangan dan bekerja sama dengan pihak berwenang apabila diperlukan dalam proses lebih lanjut terkait peristiwa tersebut.

       Sebelumnya, SR mengaku mengalami tindakan kekerasan saat diamankan oleh petugas keamanan perusahaan. Namun demikian, PT SAI menegaskan bahwa langkah yang dilakukan setelah yang bersangkutan mengeluhkan sakit dada adalah memberikan penanganan kesehatan dan memastikan kondisinya melalui serangkaian pemeriksaan medis.

       Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan penganiayaan yang disampaikan SR. Sementara itu, PT SAI menyatakan tetap berkomitmen menjalankan prosedur penanganan yang mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.


        Jurnalis : Kabiro Radius 102 Com.Rohul.
           ( Ismail Marpaung ).

Karya Bakti Daerah (KBD) Tahap I Dan ll TA.2026 di Wilayah Kodim 0735/ Surakarta Hari Ini Resmi Dibuka

Surakarta - Bertempat di Pendopo Kelurahan Panularan Jl. Rojomanggolo No. 8 Kel. Panularan Kec. Laweyan Kodim 0735/Surakarta  bekerjasama dengan pemerintah Kota Surakarta menggelar Pembukaan Karya Bakti Daerah Tahap I Kel. Panularan dan KBD Tahap II Kel. Gajahan Kota Surakarta Tahun 2026 dengan tema "Karya Bakti Daerah menguatkan ketahanan wilayah untuk mewujudkan Indonesia wilayah" dihadiri oleh 100 orang peserta, Rabu (03/06/2026).

Turut hadir pada kegiatan tersebut Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani, S.S.,S.E., M.B.A. , Kasdim 0735 / Surakarta Mayor Cpl Warji , Jajaran Lurah Se- Kecamatan Laweyan, Tokoh Masyarakat Kelurahan Jajar, dan segenap tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Wakil Walikota Surakarta Astrid Widayani, S.S.,S.E., M.B.A. membacakan amanat dari Walikota Surakarta menegaskan bahwa KBD merupakan salah satu wujud nyata semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat Kota Surakarta. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Surakarta bersama TNI, berbagai pemangku kepentingan, dan masyarakat bekerja secara terpadu untuk mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi warga. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.

"Pada pelaksanaan KBD Tahap I di Kelurahan Panularan, Kecamatan Laweyan, kegiatan difokuskan pada penanganan saluran air di sepanjang Jalan Kyai Siroj. Kondisi saluran yang mengalami kerusakan dan sedimentasi selama ini telah mengurangi kapasitas aliran air sehingga berpotensi menimbulkan genangan saat curah hujan tinggi. Melalui pekerjaan perbaikan dan pembangunan saluran air yang lebih memadai di kedua sisi jalan, diharapkan sistem drainase lingkungan menjadi lebih lancar, risiko genangan dapat dikurangi, dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari semakin meningkat."tuturnya.

"Selanjutnya, pada Karya Bhakti Daerah Tahap II yang akan dilaksanakan di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasarkliwon, kegiatan diarahkan pada perbaikan saluran air serta penataan lingkungan melalui pavingisasi di kawasan Jalan Reksoniten. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi saluran eksisting yang memiliki kapasitas terbatas sehingga belum mampu mengakomodasi kebutuhan drainase lingkungan secara maksimal."tegasnya.

"Dengan adanya pembangunan saluran yang lebih representatif serta perbaikan akses lingkungan melalui pavingisasi, diharapkan kualitas infrastruktur permukiman semakin baik, lingkungan menjadi lebih tertata, dan mobilitas masyarakat dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman. Tantangan berupa akses lokasi yang relatif sempit serta keberadaan jaringan infrastruktur yang sudah ada tentu memerlukan kehati-hatian dalam pelaksanaan pekerjaan, sehingga koordinasi dan dukungan masyarakat menjadi faktor yang sangat penting."imbuhnya.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan Karya Bhakti Daerah ini. Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah atau pelaksana kegiatan semata, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga, merawat, dan memanfaatkan hasil pembangunan secara berkelanjutan. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang telah menjadi identitas masyarakat Surakarta harus terus kita pelihara sebagai modal utama dalam mewujudkan kota yang nyaman, tangguh, dan berdaya saing."pungkasnya.

Untuk Sasaran Non Fisik pada KBDTahap I dan II kali ini meliputi Penyuluhan Wasbang & Bela Negara, Penyuluhan Kamtibmas, Penyuluhan Nilai-Nilai Idiologi Pancasila, Penyuluhan Pencegahan Penyalahgunaan Bahaya Narkoba, Penyuluhan KB Kes Posyandu, Posbindu & Stunting, Penyuluhan Mitigasi bencana banjir dan kebakaran, Penyuluhan Administrasi kependudukan,dan Pembagian sembako kepada masyarakat kurang mampu disekitar lokasi KBD.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Sembunyi di Bale Dekat Rumah, Buron Kasus Curat Sepeda Motor Diringkus Polresta Cirebon


​Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon berhasil menangkap seorang pria berinisial D (46) yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Penangkapan itu merupakan bagian dari kesuksesan jajaran kepolisian dalam pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026.

​Tersangka D diringkus petugas saat tengah berada di sebuah jondol atau bale-bale bambu di dekat kediamannya di wilayah Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, pada Senin (1/6/2026). Penangkapan dipimpin langsung oleh Kanit Tekab Satreskrim Polresta Cirebon, Ipda Roni Cainudin, S.H.

​Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa penangkapan tersangka D merupakan hasil pengembangan dari dua pelaku lain yang telah lebih dulu ditangkap dan diproses hukum, yakni K (44) dan WP (33). Ketiganya terlibat dalam aksi pencurian sepeda motor dan telepon genggam di halaman rumah warga di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, pada 27 September 2024.

​"Setelah melakukan serangkaian penyelidikan mendalam untuk melacak keberadaan DPO yang melarikan diri ini, tim kami di lapangan mendeteksi keberadaan tersangka D di wilayah Suranenggala dan segera melakukan penangkapan tanpa perlawanan," ujar Kombes Pol Imara Utama, Selasa (2/6/2026).

​Aksi kejahatan kelompok tersebut terjadi pada dini hari sekitar pukul 04.30 WIB. Korban yang saat itu tengah tertidur di teras depan rumah, terkejut saat terbangun karena sepeda motor Honda Beat yang diparkir di halaman rumah beserta telepon genggam miliknya yang diletakkan di samping tempat tidur telah raib. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian total mencapai Rp12.000.000,-.

​Dari rangkaian pengungkapan kasus ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, sepeda motor yang disita dari seorang saksi/penadah berinisial W, 3 handphone yang disita dari ketiga pelaku, dan lainnya.
Saat ini, tersangka D telah dibawa ke Mapolresta Cirebon untuk menjalani pemeriksaan intensif. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHPidana tentang Pencurian dengan Pemberatan. Satreskrim Polresta Cirebon kini sedang melengkapi administrasi penyidikan dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna proses hukum lebih lanjut.

((Darimana))

Polres Kuningan Mulai Operasi Patuh Lodaya 2026 Hari Ini, Fokus Penindakan Lewat ETLE

KUNINGAN – Kepolisian Resor (Polres) Kuningan resmi menggelar Operasi Patuh Lodaya 2026 mulai hari ini, Senin (8/6/2026) hingga 21 Juni 2026, serentak se-Wilayah Hukum Polda Jawa Barat. Operasi 14 hari ini mengedepankan penegakan hukum berbasis teknologi guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
 
Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, S.I.K., M.Si., menyebutkan kegiatan ini bertujuan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang prima. “Kami ingin masyarakat makin sadar dan patuh aturan, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan yang merugikan banyak pihak,” ujarnya saat memimpin apel gelar pasukan di halaman Mapolres Kuningan .
 
Fokus utama penindakan di lapangan adalah pelanggaran yang paling sering sebabkan kecelakaan dan yang sengaja mengakali sistem tilang elektronik: pelat nomor dicopot/ditutup/dimodifikasi, tidak pakai helm standar, tidak pakai sabuk pengaman, melawan arus, serta pakai HP saat berkendara. Polres Kuningan menerapkan porsi: 60% penindakan lewat ETLE, 30% tilang konvensional, dan 10% teguran simpatik/pembinaan.
 
Petugas diterjunkan di titik rawan seperti Jl. Raya Cirebon–Kuningan, kawasan kota, dekat sekolah, pasar, dan jalur wisata. Selain pemeriksaan, personel juga menyampaikan edukasi keselamatan berkendara agar dampak operasi berlangsung lama, tidak hanya saat kegiatan berjalan .
 
“Kami mengimbau seluruh warga Kuningan untuk patuh rambu, lengkapi surat kendaraan, dan utamakan keselamatan. Operasi ini demi kenyamanan dan keamanan kita bersama,” tegas Kasat Lantas Polres Kuningan. Masyarakat juga diminta melapor jika melihat kelakuan tidak tertib atau kendaraan mencurigakan di jalan raya .
 
Operasi Patuh Lodaya 2026 jadi langkah nyata Polri menjawab kebutuhan masyarakat akan jalan yang aman, tertib, dan bebas dari pelanggaran yang meresahkan. Seluruh kegiatan berjalan transparan dan terbuka bagi pengawasan publik.

(Agus Hermawan)

Polresta Cirebon Sita Ribuan Obat Keras Ilegal dari Rumah Kontrakan di Palimanan

Polresta Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran obat keras ilegal. Petugas berhasil menggerebek sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan  rumah kontrakan tersebut dijadikan tempat penyimpanan sediaan farmasi tanpa izin edar. Dalam operasi yang berlangsung pada Senin (1/6/2026) malam, satu orang tersangka berinisial IP (27) berhasil diamankan oleh petugas di lapangan.

"Penangkapan IP warga Kecamatan Palimanan tersebut bermula dari kecurigaan dan informasi  masyarakat mengenai adanya aktivitas mencurigakan kontrakan tersebut," katanya, Rabu (3/6/2026).

​Saat melakukan penggeledahan di lokasi kejadian, anggota Satresnarkoba Polresta Cirebon mendapatkan ribuan butir pil sediaan farmasi ilegal. Total barang bukti yang disita petugas meliputi 3.580 butir pil Tramadol dan 2.500 butir pil Trihexyphenidyl yang disimpan di dalam sebuah kantong plastik berwarna hitam.

Selain ribuan obat keras, polisi juga mengamankan uang tunai senilai Rp 214.000 yang patut diduga kuat sebagai hasil transaksi penjualan, serta 1 unit telepon genggam yang digunakan tersangka untuk melancarkan aksinya. ​Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta ini mengakui bahwa seluruh pasokan obat keras tersebut adalah benar miliknya dan intuk dijual belikan / diedarkan tanpa izin  kepada para pelanggannya.

Tersangka mendapatkan barang haram itu dengan cara membeli dari seorang penyuplai berinisial S yang kini telah ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang. 

​Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka beserta seluruh barang bukti yang ada kini telah dibawa ke Kantor Satresnarkoba Polresta Cirebon untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Piihak Polresta  menegaskan senantiasa secara konsisten  melakukan pengembangan penyelidikan guna memutus mata rantai dan memburu jaringan pemasok utama obat keras tersebut.

"Atas tindakannya, tersangka IP dikenakan Pasal 435 dan atau Pasal 436 ayat 1 dan ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana," ujarnya.

(Agus Hermawan)

Patroli Malam, Piket Koramil 03/Serengan Dan Linmas Jaga Kondusivitas Wilayah

Surakarta - Piket Koramil 03 Serengan Serma Rumbawa bersama Linmas melaksanakan patroli malam di wilayah Kecamatan Serengan guna menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas lingkungan, Selasa (03/06/2026).

Dikatakan Serma Rumbawa Kegiatan patroli dilakukan dengan menyambangi beberapa titik  permukiman warga, serta lokasi yang dianggap rawan gangguan keamanan.

"Dalam pelaksanaan patroli, kami melaksanakan pemantauan situasi wilayah sekaligus berkomunikasi dengan warga yang masih beraktivitas untuk menyampaikan imbauan agar selalu menjaga keamanan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas."ujarnya.

Hasil patroli menunjukkan situasi wilayah Kecamatan Serengan dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara Koramil dan Linmas dalam memberikan rasa aman serta menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Dugaan Penganiayaan di PT Sawit Asahan Indah : Warga Mengaku Dipukuli dan Ditendang Hingga Tak Berdaya dan Tak Sadarkan Diri


ROKAN BULU.
Media Radius 102 Com.
Rabu tgl 3 Juni 2026. 
      Seorang warga Desa Sei Kuning berinisial SR mengaku menjadi korban tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah petugas keamanan PT Sawit Asahan Indah (SAI). Kejadian tersebut bermula saat SR tertangkap tangan yang diduga hendak mencuri Tandan Buah Sawit Segar (TBS) kelapa sawit di areal perkebunan perusahaan.

      Peristiwa tersebut disebutkan terjadi di Afdeling Juliet Blok 13 PT SAI, tepatnya pada hari Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. SR baru bisa dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros sekitar pukul 23.30 WIB atau berselang lebih dari 8 jam setelah kejadian.

      Saat ditemui wartawan dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Awal Bros, SR menceritakan kronologi mengerikan yang ia alami setelah diamankan oleh petugas. Ia mengaku mendapatkan perlakuan kekerasan fisik secara langsung."Ungkapnya.

      “Setelah saya tertangkap dan diborgol oleh empat orang security, mereka langsung memukuli bagian punggung, kepala, dan kaki saya,” ungkap SR dengan nada masih merasakan rasa sakit.

      Bukan hanya pemukulan biasa, SR juga mengaku menerima tindakan kekerasan yang jauh lebih berat dari salah satu petugas keamanan yang ia kenal berinisial JM. Menurutnya, petugas tersebut melakukan tindakan yang membahayakan nyawanya.

      “Salah satu security yang saya kenal dengan inisial JM menendang bagian dada saya beberapa kali hingga saya sesak napas dan tak sadarkan diri,” beber SR menceritakan kembali peristiwa tersebut.

      Yang lebih memilukan, menurut pengakuan SR, meskipun dirinya sudah berkali-kali memohon ampun dan meminta pertolongan agar dihentikan, tindakan kekerasan itu justru terus berlanjut. Ia baru dibawa ke Poliklinik PT SAI setelah waktu Magrib tiba.

      “Meski saya sudah minta ampun dan minta tolong, saya tetap dihajar oleh mereka. Baru setelah usai Maghrib saya dilarikan ke Poliklinik PT SAI,” katanya.

      Selain mengalami kekerasan fisik, SR juga mengaku dibatasi hak komunikasinya. Selama berada dalam pengamanan pihak perusahaan, ia sama sekali tidak diperbolehkan menghubungi atau memberi kabar kepada keluarganya.

      Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media terkait tudingan penganiayaan ini, Kepala Pengamanan PT SAI yang akrab disapa Kasat enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia menyatakan belum memiliki wewenang untuk berbicara kepada publik.

      “Saya belum berani memberikan keterangan sebelum mendapat izin dari pimpinan atau CDO,” ujarnya singkat dan padat.


       Jurnalis : Kabiro Radius 102 Com.Rohul.
          ( Ismail Marpaung ).