Radius 102

Media Buser Polkrim

Media Buser Polkrim
Membangun Bangsa Melalui Informasi

Berita Terkini

Amankan Lebaran, Kodim 0735/Surakarta Dirikan Pos Pengamanan Mudik Dan Pos Terpadu

Surakarta - Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat Kota Surakarta maupun luar kota yang melintas karena mudik le...

Postingan Populer

Kamis, 19 Maret 2026

Amankan Lebaran, Kodim 0735/Surakarta Dirikan Pos Pengamanan Mudik Dan Pos Terpadu

Surakarta - Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat Kota Surakarta maupun luar kota yang melintas karena mudik lebaran, Kodim 0735/Surakarta mendirikan pos pengamanan mudik berlokasi di Simpang Underpass Palang Joglo Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari yang merupakan titik rawan perlintasan antar provinsi. Hal ini sejalan dengan arahan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin , SE., M.Han. Kamis, (18/03/2026)

Pos pengamanan tersebut di jaga oleh personel TNI dari Jajaran Kodim 0735/Surakarta, Komcad, FKPPI, HIPAKAD dan pramuka yang merupakan binaan Kodim Surakarta (Saka Wira Kartika).

Menurut Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H., pos pengamanan tersebut di dirikan bertujuan untuk memantau arus mudik, melayani dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas dari luar kota yang mau singgah untuk beribadah, beristirahat maupun mendapatkan informasi terkait arus mudik khususnya di wilayah Kota Surakarta.

"Di pos pengamanan mudik tersebut, khususnya di simpang Joglo kami juga menyiapkan tenaga medis TNI dan obat-obatan yang siap melayani masyarakat yang membutuhkan."tuturnya .

"Selain itu Kodim 0735/Surakarta juga bersinergi dengan Polresta Surakarta membuat Posko terpadu pengamanan lebaran 2026 di beberapa titik di wilayah kota Surakarta."imbuhnya.

"Saya berharap liburan perayaan idul Fitri tahun 2026 di wilayah Kota Surakarta ini dapat berjalan dengan aman dan kondusif, tidak ada gangguan apapun" pungkas Dandim.

Penulis : Arda 72

Rumah Mewah, Gudang Tertutup, dan Asap Hitam: Dugaan Bisnis Timah Big Bos Akbar Terbongkar

Bangka — Aktivitas penggorengan dan pengolahan biji timah diduga berlangsung di tengah kawasan padat penduduk di Kelurahan Kuday, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Kegiatan yang disebut-sebut milik seorang warga lokal yang dikenal dengan sebutan "Big Bos Akbar" itu memicu keresahan warga sekitar karena diduga telah berlangsung cukup lama.

Informasi awal diperoleh Tim Investigasi awak media dari laporan warga setempat pada sore hari. Warga mengaku sering melihat aktivitas yang mencurigakan dari sebuah bangunan di belakang rumah milik Akbar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim investigasi langsung menuju lokasi yang dimaksud. Dari pantauan di lapangan, terlihat sebuah rumah mewah berwarna hijau muda yang mencolok di kawasan tersebut. Tepat di belakang rumah itu berdiri sebuah bangunan menyerupai gudang yang berdinding dan beratapkan baja ringan.

Bangunan tersebut tampak tertutup tanpa adanya plang atau papan nama perusahaan yang menjelaskan aktivitas usaha di dalamnya.

Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan mengungkapkan bahwa hampir setiap hari terlihat kepulan asap hitam keluar dari area belakang rumah tersebut.

"Hampir setiap hari ada asap hitam mengepul dari belakang rumah itu. Biasanya sore sampai malam. Kami menduga itu aktivitas penggorengan atau pengolahan biji timah," ujar sumber kepada tim investigasi.
Sumber juga menyebutkan bahwa bahan baku biji timah diduga didatangkan dari sejumlah lokasi di sekitar Sungailiat, salah satunya dari kawasan Jalan Laut yang diketahui merupakan bagian dari aliran daerah aliran sungai (DAS).

Dari informasi yang dihimpun, Akbar disebut tidak bekerja sendiri dalam menjalankan aktivitas tersebut. Ia dikabarkan memiliki orang kepercayaan yang berperan sebagai tangan kanan, yang oleh sumber disebut bernama Agus.

Aktivitas pengolahan biji timah tanpa izin ini diduga melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Berdasarkan Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (Minerba), setiap orang yang menampung, memanfaatkan, mengolah, memurnikan, mengangkut, atau menjual mineral yang berasal dari sumber ilegal tanpa izin resmi seperti IUP, IUPK, IPR, atau SIPB dapat dikenakan sanksi pidana.

Ancaman hukumannya tidak main-main, yakni pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

Selain persoalan hukum, aktivitas pengolahan timah di tengah kawasan permukiman juga menimbulkan potensi dampak lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Asap dari proses penggorengan biji timah berpotensi memicu gangguan pernapasan seperti ISPA, sementara limbah yang dihasilkan dapat mencemari air tanah di sekitar pemukiman dan mengandung logam berat yang berbahaya bagi kesehatan.

Warga setempat berharap aparat penegak hukum, khususnya Polres Bangka, segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas tersebut.

"Kalau memang benar itu pengolahan timah ilegal, kami berharap pihak kepolisian segera menertibkan. Jangan sampai aktivitas ini terus berjalan dan merugikan negara serta membahayakan warga," ungkap salah seorang warga.

Masyarakat juga meminta pihak perusahaan smelter sebagai penampung biji timah agar lebih selektif dan tidak sembarangan membeli bahan baku dari sumber yang tidak jelas legalitasnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, termasuk pemilik lokasi yang disebut dalam laporan warga.

(HR/TIM) 

Jaga Keamanan Wilayah Jelang Hari Lebaran Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Patroli Sambangi Wilayah Binaan

Surakarta - Dalam rangka menjaga Kondusifitas Wilayah, Babinsa Sewu Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Koptu Sanda Arieswanto melaksanakan kegiatan Patroli dan sambang warga, Guna mengintensifkan kegiatan Komsos Babinsa sambangi warga di lokasi Apem Sewu yang sedang menikmati pemandangan di pinggir sungai Bengawan Solo Kelurahan Sewu Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Kamis,(19/03/2026) Pukul 08.30 Wib
 
Koptu Sanda menyampaikan bahwa dalam rangka menciptakan dan memberikan suasana yang nyaman dan aman merupakan bagian dari pekerjaan kita berkolaborasi dengan Bhabinkamtibmas  untuk melayani dan memberikan pelayanan terhadap masyarakat binaan di wilayah Kelurahan Sewu.

"Kegiatan ini selain melaksanakan patroli sambang warga juga sebagai sarana Komsos untuk menjalin silaturahmi, salah satunya terhadap Warga di wilayah binaan.Kegiatan tersebut juga tak lupa pentingnya memberikan himbauan dan pemahaman kepada warga masyarakat untuk selalu memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan pada saat bekerja membetulkan Tulisan di tepi sungai Bengawan Solo, agar berhati - hati supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan."pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Lalu Lintas Landai, Pos Pam Exit Tol Mojosongo Terpantau Aman dan Lancar

Boyolali – Pelaksanaan Kegiatan Pos Pengamanan (Pos Pam) dalam rangka Operasi Ketupat Candi di Pos Exit Tol Mojosongo pada Kamis, 19 Maret 2026 berlangsung dalam kondisi aman dan terkendali.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB tersebut menunjukkan situasi lalu lintas yang relatif landai, aman, dan lancar tanpa adanya gangguan berarti.
Cuaca selama pelaksanaan kegiatan terpantau cerah, sehingga turut mendukung kelancaran arus kendaraan di sekitar lokasi.
Dalam laporan petugas, tidak ditemukan adanya kejadian menonjol selama periode pengamanan berlangsung.
Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan Pos Pam terdiri dari berbagai unsur, yaitu:
TNI sebanyak 2 personel dari Kodim 0724 Boyolali
Polri sebanyak 7 personel dari Polres Boyolali
RAPI sebanyak 3 personel
Satpol PP sebanyak 1 personel
Siswa SMA sebanyak 3 orang
Sinergitas antarinstansi ini menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang melintas di wilayah Exit Tol Mojosongo.
Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas guna memastikan situasi tetap kondusif selama berlangsungnya Operasi Ketupat Candi.

Penulis : Arda 72

Optimalkan Pelayanan Mudik, Personel Kodim 0735/Surakarta Jaga Keamanan di Jalur Utama

Surakarta - Memasuki periode mudik Lebaran 2026, Kodim 0735/Surakarta mengintensifkan pengamanan dengan menempatkan personel di sejumlah titik strategis. Langkah ini dilakukan guna menjamin keamanan, kelancaran, dan kenyamanan masyarakat yang melintasi wilayah Kota Surakarta , Rabu (18/03/2026).

​Fokus pengamanan tersebar di beberapa lokasi vital, mulai dari pusat keramaian di Terminal Tirtonadi, Pos Pengamanan Taman Jurug, Pos Pengamanan Palang Joglo, dan Pos Pengamanan Stasiun Kereta Api, serta Pos Pengamanan dititik strategis lainnya.

Kehadiran personel TNI di lapangan merupakan bentuk sinergitas konkret bersama Polri dan instansi terkait dalam mengawal mobilitas masyarakat.

​Pasi Ops Kodim 0735/Surakarta Kapten Tri Sakti Kristiyoso menegaskan bahwa peran personel tidak hanya terbatas pada pengawasan keamanan, tetapi juga aspek pelayanan publik.

​"Kami hadir untuk memastikan pemudik merasa aman. Selain pengamanan wilayah, personel juga siap membantu memberikan informasi medis darurat maupun bantuan teknis lainnya bagi pemudik yang membutuhkan,"tuturnya.

"​Manfaat keberadaan Pos PAM ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Mustafa (34), salah satu pemudik di jalur Palang Joglo menyatakan bahwa kehadiran petugas memberikan rasa tenang saat menempuh perjalanan jauh. "Sangat membantu, petugas bahkan aktif mengarahkan kami ke tempat istirahat saat melihat kondisi fisik kami yang mulai lelah," ujarnya.

​Melalui kesiapsiagaan yang terintegrasi ini, Kodim 0735/Surakarta berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif hingga arus balik usai, demi mewujudkan mudik yang aman, lancar, dan selamat sampai tujuan.

Penulis : Arda 72

Rabu, 18 Maret 2026

Kapolres Bangka Barat Terima Piagam Apresiasi Jasa Raharja, Angka Kecelakaan Turun 18,8 Persen



Bangka barat,  Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha menerima kunjungan kerja dan silaturahmi dari PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Kepulauan Bangka Belitung di ruang kerjanya, Selasa (17/3/2026), yang dirangkaikan dengan penyerahan piagam apresiasi atas kinerja dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas.

Dalam pertemuan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB tersebut, Kapolres didampingi para pejabat utama (PJU) Polres Bangka Barat bersama pimpinan dan perwakilan Jasa Raharja Kanwil Bangka Belitung.

Pada kesempatan itu, Polres Bangka Barat menerima piagam apresiasi yang diberikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kepulauan Bangka Belitung, Kha warid Pasaribu, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, komitmen, dan kinerja dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Bangka Barat sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data yang disampaikan, terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 18,8 persen, serta penurunan tingkat fatalitas korban kecelakaan sebesar 12 persen.

Capaian tersebut dinilai sebagai hasil nyata dari sinergi antara Polres Bangka Barat dan Jasa Raharja dalam meningkatkan kesadaran dan keselamatan berlalu lintas di masyarakat.

Kapolres Bangka Barat menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan serta menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan.

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat sinergi dengan stakeholder terkait, serta mengedepankan upaya preventif dan edukatif kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, pihak Jasa Raharja menilai bahwa keberhasilan menurunkan angka kecelakaan tidak terlepas dari langkah-langkah strategis yang dilakukan jajaran Polres Bangka Barat, mulai dari peningkatan patroli, sosialisasi keselamatan berlalu lintas, hingga penanganan cepat terhadap kejadian kecelakaan.

Kegiatan silaturahmi dan kunjungan kerja tersebut berlangsung lancar dan tertib, serta diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam upaya menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban di wilayah Bangka Barat.

(HR) 

Pemudik Jadi Sasaran, Polisi Tegaskan Tidak Ada Ruang bagi Debt Collector di Jalanan

Cirebon Kota – Aksi sekelompok debt collector yang diduga hendak merampas kendaraan milik seorang pemudik berhasil digagalkan petugas pada Rabu (18/03/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di Jalan Patra Raya Desa Jadimulya Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon setelah sebelumnya terjadi peristiwa kekerasan terhadap korban yang mempertahankan kendaraannya.

Peristiwa tersebut bermula ketika Madromi (40), warga Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sedang beristirahat bersama keluarganya sekitar pukul 09.00 WIB saat perjalanan mudik, kemudian didatangi oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai debt collector dan mempermasalahkan tunggakan kendaraan yang disebut telah berjalan selama beberapa bulan.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan ruang bagi praktik penarikan kendaraan secara paksa di jalanan, terlebih terhadap masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik, karena tindakan tersebut berpotensi menimbulkan gangguan keamanan serta membahayakan keselamatan.

Dalam kejadian tersebut, sempat terjadi adu argumentasi antara korban dengan kelompok debt collector yang berjumlah beberapa orang, bahkan salah satu pelaku diduga melakukan tindakan kekerasan dengan memukul korban saat mempertahankan kendaraannya.

Korban kemudian menghubungi layanan pengaduan melalui Call Center 110 dan WhatsApp Lapor Kapolres Bae sehingga petugas piket fungsi Polres Cirebon Kota langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk merespons laporan tersebut.

Setibanya di lokasi, petugas segera mengamankan korban serta beberapa orang yang diduga sebagai debt collector, sementara sebagian lainnya melarikan diri dari lokasi kejadian dan masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Adapun beberapa pelaku yang berhasil diamankan masing-masing berinisial HK (38) laki-laki warga Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, AS (32) laki-laki warga Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, serta S (22) laki-laki warga Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon yang saat ini telah diserahkan kepada penyidik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat praktik penarikan kendaraan di jalan secara sepihak tidak dibenarkan dan berpotensi merugikan masyarakat, terutama pada momentum mudik Lebaran yang seharusnya menjadi perjalanan aman dan nyaman bagi para pemudik.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau kepada masyarakat agar tidak segan melaporkan apabila mengalami atau melihat tindakan serupa melalui Call Center 110 atau WhatsApp Lapor Kapolres Bae, serta tidak memberikan kendaraan kepada pihak yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas karena kepolisian akan menindak tegas segala bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat.

(Agus Hermawan)

Pemudik Dapat Vitamin dan Jas Hujan Gratis, Dir Narkoba Polda Jabar Turun Langsung di Cirebon Kota


Cirebon Kota – Aksi kemanusiaan mewarnai pelaksanaan Operasi Ketupat saat pembagian vitamin dan jas hujan kepada para pemudik di Pos Pam Pemuda pada Rabu (18/03/2026) sekitar pukul 12.00 WIB hingga 13.30 WIB sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat yang melintas.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pos Pam Pemuda Jalan Terusan Pemuda Kecamatan Kesambi Kota Cirebon dengan menyasar para pengendara yang tengah melakukan perjalanan mudik melalui jalur utama Brigjend Darsono.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si menjelaskan bahwa kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Dir Resnarkoba Polda Jawa Barat Kombes Pol. Albert Raden Denny Sulistyo Nugroho, S.Sos., S.I.K., M.Si yang memberikan perhatian khusus terhadap para pemudik di wilayah Cirebon Kota.
Menurutnya, pembagian vitamin dan jas hujan ini merupakan bagian dari pelayanan humanis kepada pemudik agar perjalanan yang ditempuh tetap terjaga dari kondisi tubuh yang prima serta terlindungi dari cuaca yang tidak menentu.

Dalam kegiatan tersebut, Dir Resnarkoba Polda Jawa Barat bersama jajaran menyerahkan langsung bantuan kepada para pemudik yang melintas sehingga dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat di lapangan.

Selain pembagian vitamin dan jas hujan, direncanakan pula penyediaan layanan bengkel bagi kendaraan bermotor di sekitar Jalan Brigjend Darsono sebagai bentuk dukungan tambahan bagi pemudik yang mengalami kendala teknis selama perjalanan.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu pemudik untuk tetap melanjutkan perjalanan dengan kondisi kendaraan yang prima tanpa harus mengalami kendala yang berarti di tengah perjalanan.

Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan humanis dalam Operasi Ketupat, dimana kepolisian tidak hanya hadir sebagai pengaman tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang memberikan solusi langsung terhadap kebutuhan pemudik.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau kepada para pemudik agar selalu menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan, mengonsumsi vitamin yang diberikan, memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan, serta beristirahat apabila merasa lelah dan segera menghubungi Layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan di perjalanan.

(Agus Hermawan)

Polda Riau Apresiasi Niat Baznas, Tegaskan Pembangunan Jembatan Presisi Didukung Skema Kolaboratif


     RIAU / Pekanbaru.
Media Radius 102 Com.
Polda Riau mengapresiasi niat baik dan kepedulian Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau yang berencana ikut berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi (MPP) di sejumlah wilayah. Rabu (18/03/2026).

     Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (Karorena) Polda Riau Kombes Daniel Muharam menegaskan bahwa semangat kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

     “Pada prinsipnya, kami sangat mengapresiasi niat baik Baznas Riau. Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat masih sangat kuat, khususnya dalam mendukung aksesibilitas bagi masyarakat di daerah,” ujar Daniel kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).

     Namun demikian, Daniel menjelaskan bahwa untuk pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi, Polda Riau saat ini telah memiliki skema pembiayaan yang cukup dan berkelanjutan.

     Ia menjelaskan, pembangunan jembatan ini sejak awal memang didorong melalui pendekatan kolaboratif berbasis pentahelix, yaitu melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha melalui CSR, akademisi, masyarakat, serta media.

     "Alhamdulillah, dari skema tersebut, kebutuhan pembiayaan dapat terpenuhi tanpa harus menggunakan sumber lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian besar pembangunan jembatan tersebut didukung oleh program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta partisipasi masyarakat dalam semangat gotong royong.

     “Dengan skema ini, kami ingin memastikan bahwa pembangunan tetap berjalan, namun juga tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam pemanfaatan setiap sumber pendanaan,” lanjut Daniel.

      Sejalan dengan itu, Ketua Baznas Provinsi Riau Masriadi Hasan menyatakan memahami dan menghormati sikap Polda Riau tersebut. 

     Ia menegaskan bahwa Baznas pada dasarnya memiliki komitmen untuk memastikan seluruh pengelolaan dana umat dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai peruntukannya.

     “Kami sangat memahami dan menghormati keputusan Polda Riau. Prinsip kami di Baznas adalah memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun, baik zakat, infak, maupun sedekah, disalurkan secara tepat, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Masriadi.

     Ia juga menegaskan bahwa Baznas akan tetap fokus pada program-program pemberdayaan masyarakat yang menjadi prioritas utama, khususnya dalam membantu kelompok mustahik di Provinsi Riau.

     "Ke depan, kami akan terus memperkuat program-program sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

     Polda Riau berharap semangat kolaborasi lintas sektor yang telah terbangun melalui pendekatan pentahelix dapat terus diperkuat dalam berbagai program pembangunan lainnya, sebagai bagian dari upaya bersama menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas. 


Sumber: Humas Polda Riau

     Jurnalis : Kabiro Radius 102 Com, Rohul.
     ( Ismail Marpaung ).

Babinsa Purwodiningratan Patroli Keamanan & Sambang Obyek Vital Stasiun Menjelang Lebaran

Surakarta - Menjelang Lebaran 2026, Babinsa Kelurahan Purwodiningratan Koramil 04/Jebres kodim 0735/Surakarta Serka Suparno aktif melakukan patroli dan sambang di obyek vital, khususnya stasiun kereta api, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik guna mengantisipasi gangguan keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta memantau lonjakan penumpang bertempat di stasiun Jebres jl Ledoksari no 1 kelurahan Purwodiningratan Jebres, Rabu (18/03/2026).

Ditegaskan Serka Suparno Patroli dan sambang stasiun jelang Lebaran dirinya memantau area stasiun mulai dari kedatangan penumpang, situasi peron, hingga fasilitas umum guna memastikan kondisi tetap aman dan kondusif.

 "Patroli dilakukan bersama petugas keamanan stasiun (Security PT KAI) untuk meningkatkan kewaspadaan dan  Pengawasan intensif dilakukan menjelang arus mudik Lebaran 2026 untuk mengantisipasi tindak kejahatan seperti pencurian dan memberikan rasa aman bagi pengguna jasa kereta api."ujarnya.

Sambang dialogis Babinsa berdialog dengan penumpang, petugas stasiun,untuk menjalin silaturahmi dan menyampaikan imbauan keamanan untuk menciptakan situasi yang aman dan nyaman selama libur lebaran.

Penulis : Arda 72

Selasa, 17 Maret 2026

Bupati Imron Lantik Ratusan Pejabat, Dorong Kinerja dan Pelayanan

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melaksanakan pengambilan sumpah dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Pemkab Cirebon.

Kegiatan itu berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Cirebon dan dipimpin langsung oleh Bupati Imron, Selasa (17/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 115 pejabat resmi dilantik untuk mengisi sejumlah posisi strategis di pemerintahan daerah.

Rinciannya, satu pejabat eselon II B, 19 pejabat eselon III A, 34 pejabat eselon III B, 35 pejabat eselon IV A, 19 pejabat eselon IV B, serta tujuh kepala puskesmas.

Imron menyampaikan, pelantikan ini dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang sebelumnya mengalami kekosongan. Proses tersebut telah melalui mekanisme perizinan dari pemerintah pusat.

“Ada pelantikan dan karena ada kekosongan, dan surat perizinan dari pusat baru turun kemarin, sehingga hari ini pelantikannya,” ujarnya.

Ia berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dengan baik serta mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap kepada yang baru dilantik agar bekerja dengan baik dan untuk kepentingan masyarakat harus dibantu semaksimal mungkin,” pesan Imron.

Selain itu, Imron juga menekankan pentingnya peran pejabat dalam mendorong kemajuan daerah sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Para pejabat yang dilantik ini bisa membawa manfaat sesuai tugas dan fungsinya, dan wilayahnya juga. Dan, bisa membawa kemajuan di Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan kinerja pelayanan publik di berbagai sektor. (DISKOMINFO)

Kapolres Bangka Barat Tinjau Penerimaan Casis Polri 2026, Tegaskan Prinsip BETAH dalam Seleksi



Bangka barat, Kapolres Bangka Barat, Pradana Aditya Nugraha, melakukan pengecekan langsung kegiatan penerimaan calon siswa (casis) Polri Tahun Anggaran 2026 di Bagian SDM Polres Bangka Barat, Selasa (17/3/2026) pukul 14.00 WIB.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolres menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi harus berpedoman pada prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis, guna menjamin proses rekrutmen yang profesional dan dipercaya masyarakat.

"Prinsip BETAH harus benar-benar diterapkan. Proses ini harus bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Layani setiap peserta dengan hati dan berikan yang terbaik," tegasnya.

Kapolres juga menyampaikan bahwa data pendaftar yang ada saat ini masih bersifat sementara, terhitung sejak dibukanya pendaftaran pada 10 Maret hingga 17 Maret 2026.

Berdasarkan data sementara Bag SDM Polres Bangka Barat, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 120 orang, dengan rincian:

Akpol: 4 orang
Bintara PTU/SPKT: 110 orang
Bintara Intelijen: 2 orang
Bakomsus Penyidik: 1 orang
Tamtama Brimob: 2 orang
Bintara Polair: 1 orang

Pria: 93 orang
Wanita: 27 orang
Total sementara: 120 pendaftar.

Sebelumnya, Polres Bangka Barat telah melaksanakan sosialisasi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di berbagai wilayah untuk menjaring minat generasi muda.

Sementara itu, Kepala Bagian SDM Polres Bangka Barat, Amri, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjalankan seleksi sesuai prinsip BETAH.

"Seluruh tahapan penerimaan casis Polri kami laksanakan dengan prinsip BETAH. Kami pastikan proses berjalan terbuka dan profesional serta bebas dari praktik percaloan," ujarnya.

Dengan pengawasan langsung Kapolres dan penerapan prinsip BETAH, diharapkan proses seleksi penerimaan casis Polri di Polres Bangka Barat dapat menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas, berintegritas, dan siap melayani masyarakat.

(HR) 

Tragedi Perempuan Hamil di Kamar Kos, Polisi Ungkap Kasus yang Merenggut Dua Nyawa Sekaligus

Cirebon Kota – Peristiwa tragis yang menimpa seorang perempuan muda yang sedang hamil enam bulan mengundang duka mendalam setelah korban ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar kos di wilayah Kelurahan Kecapi Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon pada Senin (16/03/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Korban berinisial T.A (26), warga Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar mandi rumah kos tempat kejadian, setelah sebelumnya pemilik kos merasa curiga karena korban tidak terlihat keluar kamar dalam beberapa waktu terakhir.

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi tergeletak di kamar mandi dengan kondisi tubuh masih mengenakan pakaian dan terdapat lilitan kain sarung pada bagian leher yang diduga menjadi penyebab korban kehilangan nyawa secara tragis.

Kejadian tersebut semakin menyayat hati karena dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa korban tengah mengandung janin berusia sekitar enam bulan, sehingga peristiwa tersebut tidak hanya merenggut nyawa seorang perempuan muda tetapi juga calon bayi yang belum sempat melihat dunia.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar SH SIK MSi menjelaskan bahwa setelah menerima laporan terkait penemuan jasad korban, jajaran kepolisian langsung melakukan penyelidikan secara intensif dengan memeriksa sejumlah saksi serta menelusuri aktivitas korban sebelum kejadian tersebut terjadi.

Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada Kamis (12/03/2026) sekitar pukul 02.00 WIB di kamar kos pelaku setelah korban datang ke lokasi tersebut karena sebelumnya telah berkomunikasi dengan pelaku melalui aplikasi percakapan daring.

Kapolres menjelaskan bahwa kasus tersebut akhirnya berhasil terungkap dengan cepat setelah penyidik berhasil mengidentifikasi dua orang yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut yakni L.H (25) dan R.K (42) yang kemudian berhasil diamankan pada Senin (16/03/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di wilayah Pasar Cikijing Kabupaten Majalengka saat berada di dalam bus antar kota.

Pengungkapan kasus tersebut menjadi langkah penting untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya yang harus menerima kenyataan pahit atas kehilangan orang yang mereka cintai dalam peristiwa yang begitu tragis.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan atau Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan serta Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal seumur hidup atau pidana mati.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa tersebut sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjalin komunikasi dengan orang yang baru dikenal melalui media sosial maupun aplikasi perkenalan daring serta mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga keselamatan diri dan segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar guna mencegah terjadinya tindak kejahatan serupa.

(A,H)

Polresta Cirebon Ungkap Kasus Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran, Barang Bukti Ditaksir Rp12 Miliar

Polresta Cirebon berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran uang palsu menjelang Lebaran dengan nilai barang bukti yang diperkirakan mencapai Rp12 miliar. Selasa (17/3/2026). Dalam Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Pemalsuan Mata Uang dan Uang Kertas tersebut, petugas mengamankan tersangka berinisial S (52) warga Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon KOMBES POL.IMARA UTAMA, S.H.,S.I.K.,M.H, mengatakan, modus operandi tersangka adalah Memproduksi Mata Uang Palsu Sendiri Yang Dilakukan Di Rumahnya Dengan Cara Mendesain Ulang Uang Pecahan 100 ribuan. Selanjutnya Dicetak Dan Dipotong Hingga Menyerupai Mata Uang Asli dan rencananya Diedarkan Di Wilayah Jawa Barat Dan Wilayah Bali, Ntb Dan Yogyakarta Sebelum Perayaan Hari Raya Nyepi Dan Hari Idul Fitri Tahun 2026.

"Pengungkapan kasus ini Berawal Informasi Dari Masyarakat Tentang Adanya Orang Yang Diduga Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu, Selanjutnya Sat Reskrim Polresta Cirebon Melakukan Penyelidikan kemudian berhasil menangkap tangan tersangka uang Sedang Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu," katanya.
Ia mengatakan, dalam penangkapan tersebut petugas juga menemukan Sejumlah Barang Bukti Berupa Uang Palsu Hasil Produksi Siap Edar Dan Yang Dipersiapkan Untuk Produksi Uang Palsu. Selain Itu Ditemukan Juga Berbagai Peralatan Yang Digunakan Untuk Memproduksi Uang Palsu, sehingga Tersangka Berikut Barang Bukti Diamankan Dan Dibawa Ke Polresta cirebon Guna Proses Hukum Lebih Lanjut.

Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya 607 Lembar Uang Palsu Pecahan 100 ribuan, 100 Lembar Hasil Cetakan Uang Palsu Yang Belum Dipotong, 52 Rim Kertas Dusla Yang Sudah Mempunyai Watermark, 1 Dus Berisikan Uang Palsu Pecahan 100 ribuan Yang Baru Tercetak Sebelah, laptop, monitor, flashdisk, empat unit printer, Sembilan Gulung Pita Berwarna Emas, Mesin Hologram, Dua Unit Mesin Penghitung Uang, 67 Lembar Pengikat Uang Pecahan 100 ribuan yang terdapat Logo Bank, Alat Sensor Infrared, handphone, dan lainnya

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 37 Jo Pasal 27 Undang- undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana dan atau pasal 374 dan Atau Pasal 375 Ayat (1) Undang-undang Nomor 1 TAHUN 2023 Tentang KUHP Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana.
"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka S diancam hukuman maksimal Penjara Seumur Hidup Atau Pidana Penjara Paling Lama 20 tahun Dan/atau Pidana Denda Paling Banyak Kategori VIII Rp 50 Miliar," pungkasnya.

Kapolresta Cirebon mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya transaksi tunai.

“Masyarakat kami imbau untuk lebih teliti saat menerima uang, terutama dalam transaksi jual beli. Kenali ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan metode dilihat, diraba, dan diterawang. Apabila menemukan uang yang diduga palsu, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Himawan menjelaskan, bahwa secara sekilas uang palsu tersebut memang terlihat menyerupai uang asli.

“Kalau kita lihat secara sekilas atau kasat mata, ini menyerupai uang asli. Namun jika kita teliti lebih lanjut dari sisi bahan, ini menggunakan kertas yang berbeda dengan uang asli,” kata Himawan.

Ia menjelaskan, uang asli dicetak menggunakan bahan khusus berbasis serat kapas, sedangkan uang palsu yang disita tersebut menggunakan kertas biasa yang diproses agar menyerupai ketebalan uang asli.

“Uang asli menggunakan bahan serat kapas, sedangkan ini menggunakan kertas umum seperti kertas doorslag yang kemudian diproses sedemikian rupa sehingga memiliki ketebalan hampir mirip,” ujarnya.

Menurut Himawan, pelaku juga berupaya meniru berbagai unsur pengaman pada uang asli, seperti benang pengaman hingga efek hologram.

“Tersangka mencoba meniru unsur pengaman, termasuk membuat efek hologram menggunakan mesin cetak offset. Namun jika dilihat dari sudut pandang tertentu, warnanya tidak berubah seperti pada uang asli yang memiliki fitur optically variable ink,” ucap Himawan.

Selain itu, perbedaan juga terlihat saat uang diperiksa menggunakan alat bantu seperti sinar ultraviolet.

“Pada uang asli akan muncul pendaran cahaya pada nomor seri dan beberapa ornamen. Sedangkan pada uang palsu ini, meskipun ada upaya meniru, hasilnya tetap terlihat kasar dan tidak presisi,” jelas dia.

Pihak Bank Indonesia pun mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama menjelang Idulfitri ketika transaksi uang tunai meningkat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menerapkan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Jika menemukan uang yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian atau bank terdekat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Polresta Cirebon yang berhasil menggagalkan peredaran uang palsu dalam jumlah besar tersebut sebelum sempat beredar di masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kerja cepat Polresta Cirebon karena berhasil mencegah peredaran uang palsu dalam jumlah yang sangat besar ini sebelum masuk ke tangan masyarakat,” ujarnya.

(Agus Hermawan)

Sambut Idul Fitri 1447 H, Dandim 0735/Surakarta Serahkan Bingkisan Dan THR Bagi Seluruh Anggota

Surakarta - Dalam suasana penuh berkah di bulan suci Ramadan, Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H. membagikan bingkisan Lebaran, THR dan Hadiah Ulang Tahun kepada yang berulang tahun bulan Maret kepada seluruh anggota dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodim 0735/Surakarta.

 Kegiatan tersebut di laksanakan di Lapangan Apel Makodim 0735/Surakarta Jln. A. Yani Kerten Laweyan Surakarta, Selasa (17/3/2026)

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelepasan cuti Hari Raya Idul fitri 1447 H/2026 M gelombang pertama bagi prajurit dan PNS Kodim 0735/Surakarta yang akan merayakan Lebaran bersama keluarga.

Pembagian bingkisan dan THR ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pimpinan kepada seluruh prajurit dan PNS di lingkungan Kodim 0735/Surajarta menjelang Hari Raya Idul fitri.

Dalam sambutannya, Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H menyampaikan bahwa bingkisan Lebaran tersebut diharapkan dapat menambah kebahagiaan anggota dan keluarga dalam menyambut Hari Raya Idul fitri.

"Bingkisan ini jangan dilihat dari nilai maupun isinya, tetapi sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan keluarga besar Kodim 0735/Surakarta."tuturnya.

"Semoga dapat membantu dan membawa kebahagiaan bagi anggota beserta keluarga dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri," ujarnya.

Terkait pelepasan cuti Lebaran gelombang pertama, Dandim berpesan kepada seluruh anggota agar memanfaatkan waktu cuti dengan sebaik-baiknya untuk berkumpul bersama keluarga, serta tetap menjaga nama baik satuan.

Dandim juga mengingatkan agar prajurit yang melaksanakan cuti tetap memperhatikan faktor keamanan selama perjalanan, mematuhi aturan berlalu lintas, serta kembali tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Kepada anggota yang melaksanakan cuti, saya harapkan selalu menjaga keselamatan selama perjalanan, tetap disiplin, serta kembali ke satuan tepat waktu," pungkas Dandim.

Penulis : Arda 72

Keliling Pantau Arus Mudik, Kapolda Babel Pastikan Polisi Selalu Hadir Sampai Arus Balik. 



Bangka belitung, Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T. Sihombing terus memastikan keamanan masyarakat terjamin selama pelaksanaan arus mudik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dia menyebutkan, selama dua hari pemantauan ke beberapa tempat situasi masih dalam keadaan aman dan terkendali.

"Dalam beberapa hari ini kita sudah melakukan pemantauan ya, mulai dari Pelabuhan Tanjung Kalian, Pelabuhan Pangkalbalam dan juga Bandara Depati Amir. Hari ini kita disini, ada mudik gratis dari TNI Angkatan Laut di Belinyu,"ucapnya disela-sela peninjauan bersama Forkopimda Babel di Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu Kabupaten Bangka, Senin (16/3/26) siang.

"Pada kesempatan ini, Saya sampaikan untuk situasi masih dalam keadaan aman dan terkendali dan mudah-mudahan masyarakat yang pulang mudik dalam keadaan selamat sampai tujuan,"sambungnya.

Menurut Viktor, sejauh ini dibeberapa tempat telah mengalami peningkatan terutama dalam hal jumlah moda transportasinya yang berdampak pada kenyamanan masyarakat.

"Di Pangkalbalam itu biasanya ada 3 kali dalam seminggu tapi sekarang setiap hari ada kapal. Kemudian flight di Bandara juga hari ini ada peningkatan jumlah karena hari ini dan dua hari lagi puncaknya sehingga ada penambahan flight. Jadi sebenarnya ini sudah ada peningkatan dalam penanganan penumpang,"ungkapnya.

Eks Kadivkum Polri juga meminta agar tempat-tempat yang melayani keberangkatan penumpang seperti Pelabuhan ataupun Bandara dapat menjaga aspek kenyamanan bagi masyarakat.

"Mudah-mudahan semuanya bisa teratasi terutama kenyamanannya perlu kita jaga, jangan sampai ada penumpukan masyarakat terutama di daerah drop zonenya. Tapi paling penting, Polisi selalu hadir, tetap mendampingi sampai nanti puncak arus baliknya,"pungkasnya.

Patroli Cipta Kondisi di Slogohimo, Sinergi TNI–Polri Jaga Keamanan Warga

Wonogiri – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan oleh aparat TNI dan Polri di wilayah Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Pada Senin malam (16/3/2026) mulai pukul 20.30 WIB, personel dari Koramil 22/Slogohimo bersama Polsek Slogohimo melaksanakan kegiatan patroli dalam rangka Cipta Kondisi. Patroli ini menyasar sejumlah titik yang dianggap rawan sekaligus menjadi pusat aktivitas masyarakat pada malam hari.

Kegiatan tersebut diwakili oleh personel Koramil 22/Slogohimo, yaitu Sertu Suherman dan Sertu Wahyu, serta dari Polsek Slogohimo diwakili oleh Aipda Edi. Kehadiran aparat di tengah masyarakat menjadi bentuk nyata sinergitas TNI–Polri dalam menciptakan rasa aman serta mencegah potensi gangguan kamtibmas di wilayah Kecamatan Slogohimo.

Dalam patroli tersebut, petugas menyambangi beberapa lokasi yang menjadi pusat keramaian serta pemukiman warga. Selain melakukan pemantauan situasi, aparat juga berinteraksi langsung dengan masyarakat, memberikan imbauan agar selalu menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.

Melalui kegiatan patroli cipta kondisi ini, diharapkan tercipta situasi wilayah yang kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, serta mendapat respons positif dari warga yang merasa terbantu dengan kehadiran aparat di lingkungan mereka.

Penulis : Arda 72

Cetak Generasi Anti-Bullying, Serda Awaludin Tanamkan Karakter di Pesantren Ramadhan SDN 2 Waru

Wonogiri – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan secara maksimal oleh SD Negeri 2 Waru, Slogohimo, untuk membentengi mental para siswanya. Melalui kegiatan "Pesantren Ramadhan", sekolah bekerja sama dengan Koramil 22/Slogohimo menggelar sosialisasi khusus bertajuk Character Building dan Bahaya Perundungan (Bullying) pada Selasa (17/3/2026). Kehadiran Serda Awaludin sebagai narasumber memberikan warna baru bagi para siswa, di mana nilai-nilai kedisiplinan militer dipadukan dengan pendekatan humanis untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

​Dalam paparannya yang komunikatif, Serda Awaludin menekankan bahwa perundungan adalah "racun" yang merusak masa depan. Beliau menjelaskan secara gamblang bahwa dampak bullying sangatlah luas; tidak hanya melukai fisik dan mental korban yang memicu kecemasan hingga penurunan prestasi, tetapi juga merusak karakter pelaku. Penekanan diberikan bahwa anak yang terbiasa melakukan bullying berisiko terjebak dalam perilaku menyimpang di masa depan. Pesan ini disampaikan dengan tegas namun merangkul, membuat suasana di Mushola Al-Hikmah menjadi penuh antusiasme.

​Acara ini turut dihadiri oleh tokoh penting desa dan pendidikan, mulai dari Kepala Desa Waru Bapak Wisnu Sejati, Kepala Sekolah SDN 2 Waru Ibu Suwarni, S.PdI., M.Pd, hingga jajaran komite sekolah. Kehadiran para stakeholder ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan dunia pendidikan dalam menjaga tumbuh kembang anak. Para orang tua dan guru diingatkan kembali akan peran vital mereka sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini dan mencegah terjadinya praktik perundungan di lingkungan sekitar.

​Kegiatan yang berlangsung tertib dan lancar ini ditutup dengan sesi interaktif yang membuat para murid semakin memahami pentingnya saling menghargai sesama teman. Dengan pembekalan karakter sejak dini, diharapkan siswa-siswi SDN 2 Waru tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati tinggi dan berani menolak segala bentuk kekerasan. Semangat Ramadhan kali ini pun menjadi tonggak sejarah bagi Desa Waru dalam mencetak generasi emas yang bebas dari bayang-bayang perundungan.

Penulis : Arda 72

DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Jemput Korban TPPO Asal Mundu dari Surabaya

KABUPATEN CIREBON — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon menjemput seorang korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, berinisial CS (15) dari Surabaya, Jawa Timur.

Penjemputan dilakukan setelah korban mendapatkan perlindungan sementara di Rumah Aman milik Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Provinsi Jawa Timur.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Indra Fitriani mengatakan, penjemputan korban dilaksanakan pada Senin (16/3/2026).

“DPPKBP3A Kabupaten Cirebon menjemput korban dari Rumah Aman milik UPT PPA Jawa Timur untuk kemudian kami kembalikan kepada keluarganya di Kabupaten Cirebon,” katanya.

Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan perlindungan terhadap korban sekaligus memfasilitasi proses pemulihan setelah peristiwa yang dialaminya.

“Kami akan memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis, perlindungan, serta dukungan dari keluarga dan pemerintah daerah agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus tersebut bermula ketika korban berkenalan dengan seseorang bernama Mei melalui media sosial Instagram pada Februari 2026. Awalnya komunikasi berlangsung santai, namun kemudian berkembang lebih intens.

Pelaku kemudian mengajak korban pergi ke Surabaya dengan sejumlah janji yang menggoda, termasuk iming-iming uang dengan cara menjual keperawanannya.

Pada 12 Maret 2026, korban bersama dua orang pelaku berangkat ke Surabaya menggunakan kereta api.

Setibanya di Surabaya, situasi yang dialami korban berubah menjadi tidak aman. Korban diduga mengalami pelecehan dan berada dalam kondisi terpaksa. Dalam situasi tersebut, korban berhasil menghubungi keluarganya untuk meminta bantuan.

Setelah menerima laporan, UPT PPA Jawa Timur bergerak cepat mengevakuasi korban dan menempatkannya di Rumah Aman untuk mendapatkan perlindungan sementara.

Selanjutnya, DPPKBP3A Kabupaten Cirebon menjemput korban untuk dipulangkan dan diserahkan kembali kepada keluarganya.

Pemerintah daerah juga akan memberikan pendampingan guna memulihkan kondisi psikologis dan fisik korban.

Fitri–sapaan akrab Indra Fitriani, mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat berinteraksi di media sosial, terutama bagi anak-anak dan remaja.

“Kami mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak di dunia digital. Jika menemukan indikasi perdagangan orang atau praktik mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang,” tuturnya. (DISKOMINFO)

Optimalkan Sistim Keamanan Lingkungan, Babinsa Bersama Bhabinkamtipmas Cek Kesiapan Alat Dan Perlengkapan Pos Roda

Surakarta - Babinsa Kelurahan Manahan Koramil 02/Banjarsari Kodim Surakarta Serma Saring dan Sertu Supriyadi bersama Bhabinkamtipmas Bripka Erki Setiawan melaksanakan pengecekan alat dan Perlengkapan Pos Ronda, di Pos Ronda RT 02/01, Kampung Gondang Kel. Manahan, Kec. Banjarsari, Selasa (17/06/2026).

Ditegaskan Serma Saring kelengkapan Pos Kamling (Pos Keamanan Lingkungan) yang ideal meliputi peralatan keamanan fisik dan administrasi untuk menunjang siskamling, seperti kentongan, senter, borgol, tongkat T, jas hujan, buku mutasi, struktur organisasi, papan informasi, P3K, dan penerangan. Pos harus nyaman, memiliki jadwal jaga, dan dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR) manual.

"Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) bermanfaat utama untuk mencegah tindak kejahatan (pencurian/perusakan/kriminal lainnya) dan meningkatkan keamanan warga. Selain itu, kegiatan ini mempererat silaturahmi, memupuk gotong royong, mendeteksi dini gangguan keamanan, serta memberikan rasa aman dan nyaman saat malam hari."ujarnya.

"Pada kesempatan tersebut kami memberikan penekanan kepada tokoh masyarakat dan warga binaan, bahwa selain Kesiapan Alat dan Perlengkapan, sumber daya masyarakat juga sangat mendukung, jangan sampai Pos ronda hanya sebagai tempat nongkrong saja, bahkan jangan di manfaatkan untuk kegiatan miras."pungkasnya.

Penulis : Arda 72