Senin, 01 Juni 2026
Acara Ngobeng Di Buyut Trusmi, Tradisi Buka Sirap
Senin, 18 Mei 2026
Pemkab Cirebon Luncurkan Program Pelatihan Kerja ke Jepang
Jumat, 01 Mei 2026
Kejari Kabupaten Cirebon Musnahkan Barang Bukti dari 180 Perkara
KABUPATEN CIREBON — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon memusnahkan barang bukti dari 180 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) di Kantor Kejari Kabupaten Cirebon, Kamis (30/4/2026).
Kepala Kejari Kabupaten Cirebon, Samsul Arif mengatakan, pemusnahan ini merupakan pelaksanaan tugas Kejaksaan sebagai eksekutor putusan pengadilan, sekaligus bentuk komitmen penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.
“Pemusnahan ini merupakan langkah nyata untuk mencegah penyalahgunaan barang bukti dan melindungi masyarakat dari dampak negatifnya,” ujar Samsul.
Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari perkara periode November 2025 hingga April 2026, meliputi narkotika, obat-obatan ilegal, senjata tajam, minuman keras, serta barang lainnya.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Cirebon, Ranu Wijaya, merinci barang bukti tersebut di antaranya sabu seberat 70,26 gram, ganja 2.299,80 gram, serta 191.513 butir obat-obatan tanpa izin edar.
“Untuk tahun ini jumlah barang bukti narkotika yang dimusnahkan meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Ranu.
Selain itu, lanjut dia, turut dimusnahkan 21 senjata tajam, 93 botol minuman keras, 90 unit telepon genggam, 124 potong pakaian, serta ratusan barang bukti lainnya.
Ia menambahkan, sebagian senjata tajam yang dimusnahkan merupakan barang bukti kasus tawuran pelajar yang terjadi sepanjang tahun ini.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Cirebon, M. Syafrudin, yang mewakili Bupati Cirebon, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memberantas penyalahgunaan narkoba dan tindak kriminal.
Menurutnya, peredaran narkoba dan minuman keras merupakan ancaman serius bagi generasi muda serta dapat menghambat daya saing bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Negara tidak pernah lelah dan tidak akan berhenti melakukan upaya represif terhadap penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang,” ujarnya.
(A, Rahmat)
Kamis, 30 April 2026
260 ASN Pemkab Cirebon Ikuti Tes Kebugaran-Kesehatan, Kinerja Diharapkan Meningkat
Rabu, 29 April 2026
SATRESNARKOBA POLRESTA CIREBON GEREBEK SARANG OBAT TERLARANG DI KOS-KOSAN WATUBELAH
Rabu, 15 April 2026
Respon Cepat Polresta Cirebon Tangani Kebakaran Rumah di Desa Galagamba Ciwaringin
Bupati Imron Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu dalam Pembangunan Keluarga
Jumat, 10 April 2026
Pemkab Cirebon Terapkan WFH Setiap Jumat, Layanan Publik Tetap Normal
Rabu, 08 April 2026
TP PKK dan DWP Kabupaten Cirebon Perkuat Sinergi Pembangunan
DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Dorong Perempuan Jadi Pilar Pembangunan
Jaga Opini WTP, Pemkab Cirebon Dorong Tindak Lanjut Audit BPK
Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Cirebon Fokus Infrastruktur dan Ekonomi Rakyat
Jumat, 06 Februari 2026
Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Bupati Imron Terapkan Gerakan Bersih Kantor untuk ASN
Daftar Luas Wilayah 40 Kecamatan di Kabupaten Cirebon, Kapetakan Terluas
Jumat, 05 Desember 2025
H. Babil, Ketua Satgasus DPP AMPAR CIREBON, mendukung Akhmad Sudrajat karena kesalahannya itu manusiawi dan sudah diakui. Semoga ini bisa jadi pelajaran buat semua, ya!
Selasa, 02 Desember 2025
Ternyata Senyum Itu Ibadah Mobil dan motor Siaga Ada
Senin, 17 November 2025
Dinas Perumahan Cirebon Realisasikan PSU Lewat APBD 2025 di Griya Panyawangan 4
Diikuti Puluhan Jurnalis Cirebon Kuningan, bjb Jambore Wartawan 2025 Siap Digelar di Orchid Kuningan
RADIUS (Cirebon) - Media massa memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi. Media Massa juga memiliki fungsi untuk menyebarluaskan informasi kepada Masyarakat.
Dengan peran tersebut, penting untuk media massa meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan profesionalisme jurnalis sebagai ujung tombak perusahaan media massa. Atas dasar itu, Forum Jurnalis Cirebon (FJC) bekerja sama dengan Pokja Wartawan Polres Kuningan bakal menggelar acara Jambore Wartawan 2025 yang dipusatkan di D Orchid Cisantana Kabupaten Kuningan 19-20 Nopember 2025.
Ketua Panitia Penyelenggara Jambore Wartawan 2025, Andi Kurniadi ( Andik), kegiatan itu dimaksudkan utama untuk silaturahmi. Selain itu, sebagai ajang bertukar pikiran dengan sesama insan pers menanggapi isu-isu terkini.
”Ini sudah yang kedua kali kita selenggarakan. Tahun ini kami berkolaborasi dengan rekan-rekan jurnalis Kuningan. Dengan segala keterbatasan kami menyelenggarakan acara ini dan mengundang terbatas rekan-rekan jurnalis Cirebon dan Kuningan,” papar Andik, didampingi Sekretaris Kegiatan, Eli Said Karta, Senin 17 Nopember 2025.
Andik juga mengatakan, acara akan dihadiri sejumlah pejabat Kabupaten Kuningan dan Kota Cirebon.
”Di antaranya yang kami undang Bupati Kuningan, Wali Kota Cirebon, serta Dandim dan Kapolres Kuningan,” terang Andik.
Andik menambahkan, kegiatan akan dikuti puluhan jurnalis dari berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun online. Mereka berasal dari media lokal dan nasional yang bertugas di wilayah Cirebon dan Kuningan.
Andik menjelaskan, acara juga jadi lebih spesial dengan dukungan penuh Bank BJB. Menurut dia, salah satu diskusi yang dilakukan juga terkait masalah UMKM dan pelaku usaha pariwisata dan peran perbankan khususnya BJB dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokasl dan nasional.
”Jadi selain diskusi terkait masalah-masalah jurnalistik, kami juga ingin mengambil peran mendukung program-program pemerintah termasuk pemda,” tutur Andik.
Menurut dia, ada banyak yang bisa dikerjasamakan antara stakeholder terkait dengan insan pers. Sebab, jurnalis dan media massa memiliki kemampuan untuk menyebarluaskan informasi, mendidik dan menghibur Masyarakat dengan sajian berita-berita yang sesuai fakta.
Andik berharap kegiatan itu menghasilkan sesuatu dampak yang nyata untuk peningkatan kemampuan jurnalis menangkap isu-isu terkini. Sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Parbowo.
”Kami berharap acara ini bisa menjadi agenda rutin dengan dukungan para pihak terkait dengan jangkauan yang lebih besar. Mohon maaf buat rekan-rekan yang belum bisa diundang karena keterbatasan kami. Ke depan mudah-mudahan banyak kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan Jurnalis,” ungkap Andik. *
Semangat Pusat, Demokrat Cirebon Resmikan Pembangunan Kantor DPC Representatif
RADIUS (Cirebon) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Cirebon resmi memulai melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor DPC Partai Demokrat baru melalui kegiatan groundbreaking, yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Herman Khaeron Ketua, Ketua DPD Partai Demokrat Jabar, Ir. H. Anton Sukartono Suratto, PLT DPC Partai Demokrat Kabupaten Cirebon, dr. Hj. Ratnawati, M.KKK, Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Cirebon, dan Pengurus DPC, PAC Partai Demokrat.
dr. Hj. Ratnawati mengatakan bahwa pembangunan kantor baru ini menjadi langkah penting setelah sebelumnya DPP Partai Demokrat melakukan groundbreaking pembangunan kantor pusat dan DPD Partai Demokrat Jawa Barat meresmikan kantor barunya pada 26 Oktober 2025.
“Sesuai arahan dan semangat dari pusat, kami terpacu untuk segera membangun kantor DPC Partai Demokrat di Kabupaten Cirebon. Setelah melihat perkembangan di DPP dan DPD, kami merasa sudah saatnya DPC juga memiliki kantor yang representatif,” ujarnya.
Ratnawati menjelaskan bahwa lahan yang digunakan untuk pembangunan kantor baru tersebut dibeli langsung dari ahli waris pemilik sebelumnya.
“Tanah ini kami beli dari ahli waris, kebetulan putranya dua orang dan tinggal di Kota Bekasi. Luas tanahnya 313 atau 31,3 meter persegi dengan lebar 9,85 meter persegi. Kalau kantor DPD itu bentuknya melebar, sedangkan kantor DPC ini memanjang,” jelasnya.
Dirinya juga mengungkapkan rasa syukur karena lokasi tanah yang dibeli berada berdampingan dengan fasilitas ibadah.
“Alhamdulillah, sebelumnya saya bertahan di kantor DPC yang lama karena di sebelahnya ada mushola. Dan ternyata di tanah yang baru ini juga belakangnya berbatasan dengan tembok mushola,” katanya.
Ia menambahkan adanya kesempatan untuk membuka akses jalan menuju mushola melalui area yang saat ini dibangun. “Saya meminta agar dibuatkan jalan tembus untuk teman-teman yang ingin beribadah. Jadi tidak perlu membangun mushola baru di sini. Kita bisa sama-sama menggunakan mushola yang sudah ada,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Barat, Ir. H. Anton Sukartono Suratto, menyampaikan harapan besarnya agar seluruh upaya dan kegiatan kader Demokrat dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Anton, seluruh jajaran Partai Demokrat, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, harus terus memperkuat komitmen pengabdian.
“Intinya, kita semua ingin berbakti kepada Partai Demokrat. Demokrat harus dicintai oleh masyarakat dan dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama bagi Demokrat untuk meraih prestasi politik yang lebih baik di masa mendatang. Anton pun optimistis bahwa dengan kerja keras dan kedekatan dengan rakyat, Demokrat Kabupaten Cirebon bisa menjadi juara pada 2029.
“Insyaallah 2029 Demokrat Kabupaten Cirebon bisa menjadi juara,” tegasnya.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kinerja Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cirebon, dr. Hj. Ratnawati. Di bawah kepemimpinannya, pembangunan kantor DPC.
Herman menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bentuk kepemimpinan yang memiliki integritas tinggi.
Ia menyoroti masih adanya contoh sebaliknya di beberapa daerah, di mana kantor-kantor DPD maupun DPC yang dibangun bersama kader justru diklaim sebagai milik pribadi.
“Banyak kejadian kurang baik seperti kantor DPD Jatim, kantor DPD Jabar sebelumnya, dan kantor DPC Indramayu yang akhirnya diklaim menjadi milik individu, bukan aset partai,” ujarnya.
Sekjen Demokrat itu juga mengingatkan pentingnya kantor partai sebagai pusat aktivitas dan penguatan eksistensi organisasi. Kantor, kata Herman, merupakan tempat para kader berdiskusi, merumuskan langkah-langkah politik, serta menjadi rumah aspirasi bagi masyarakat.
“Keberadaan kantor adalah simbol keseriusan dan komitmen partai. Di sini kader merancang masa depan politik yang lebih baik dan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Herman berharap pembangunan kantor baru DPC Demokrat Kabupaten Cirebon dapat selesai tepat waktu dan segera difungsikan sebagai pusat kegiatan partai.
“Semoga pembangunannya berjalan lancar dan kantor ini dapat segera digunakan untuk melayani masyarakat dan memperkuat konsolidasi partai,” tuturnya.
Jumat, 24 Oktober 2025
Modus 'Arisan Lelang' Janjikan Untung Besar, 200 Orang Terjerat Penipuan Yose Gasela
RADIUS (Cirebon) - Ratusan ibu rumah tangga di Kabupaten Cirebon menjadi korban dugaan penipuan berkedok arisan yang dilakukan oleh seorang perempuan berinisial Yose Gasela. Total kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai miliaran rupiah, dengan nilai kerugian masing-masing mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Juru bicara para korban, Natha Syakilah, menyampaikan bahwa kasus tersebut telah dilaporkan ke Polresta Cirebon sejak 20 Agustus 2024, namun hingga kini belum ada perkembangan berarti.
“Para korban ini sudah melapor lebih dari setahun, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Tidak ada panggilan penyidik, tidak ada kabar lanjutan, bahkan belum sampai tahap P21,” ungkap Natha kepada wartawan, Kamis (23/10/2025) malam.
Menurut Natha, jumlah korban mencapai sekitar 200 orang, mayoritas merupakan warga Kecamatan Lemahabang dan sekitarnya. Nilai kerugian pun bervariasi, mulai dari Rp32 juta hingga mencapai Rp300 juta per orang.
“Mereka semua masyarakat kecil yang berharap uang arisan bisa membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.
Natha berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dan memberikan kejelasan hukum kepada para korban.
“Kami mohon kepada Ibu Kapolresta Cirebon untuk menanggapi kasus ini. Jangan sampai harus viral dulu baru ditindak. Para korban ini rakyat kecil yang butuh perlindungan hukum,” tegasnya.
Kasus ini bermula dari skema “arisan lelang” yang dijalankan Yose Gasela sejak tahun 2024. Modusnya, pelaku menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat dengan dalih arisan berantai. Peserta diminta menyetor sejumlah uang dengan janji akan menerima nominal lebih besar sebulan kemudian.
“Misalnya setor Rp25 juta, dijanjikan bulan depan cair Rp30 juta. Jadi seperti titip dana tapi dibungkus dengan nama arisan,” jelas Natha.
Pada awalnya, beberapa peserta memang sempat menerima pembayaran sehingga menimbulkan rasa percaya. Namun, setelah beberapa kali transaksi, pencairan mulai macet dan pelaku sulit dihubungi.
Salah satu korban, Sinta, mengaku tergiur karena sistem arisan awalnya terlihat lancar.
“Awal-awal memang sempat dibayar, tapi setelah itu mulai macet. Saya sudah keluar ratusan juta dan tidak kembali,” ujarnya.
Ia bahkan mengaku sempat diancam ketika menagih uangnya.
“Terakhir saya minta uang saya dikembalikan, dia bilang sabar karena uangnya belum masuk. Setelah itu Yose kabur,” tutur Sinta kesal.
Korban lainnya, Mega, juga mengalami hal serupa.
“Saya sudah keluar sekitar Rp300 juta, cuma sempat dapat dua kali, Rp20 juta dan Rp30 juta. Setelah itu tidak ada kabar lagi,” katanya.
Para korban kini berharap agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang dikabarkan telah menghilang.
“Kami hanya ingin uang kami kembali dan pelaku dihukum seadil-adilnya,” pungkas Natha. (NM)



.jpeg)



