
Rokan Hulu.Media radius102.com-Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul), H. Syafaruddin Poti, S.H, M.M hadiri Haul ke-66 Alm, Syekh Haji Muhammad N...

Pekanbaru-www.radius102.com Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Rudy Fernando Sianturi, mendampingi Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion, dalam kegiatan peninjauan program ketahanan pangan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru, Kamis (9/7).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program ketahanan pangan yang menjadi salah satu implementasi program pembinaan kemandirian warga binaan, sekaligus mendukung program Aksi dalam mewujudkan ketahanan pangan sebagaimana arahan Menteri Imipas.
Dalam peninjauan tersebut melihat berbagai sektor ketahanan pangan yang telah dikembangkan di lingkungan Rutan Pekanbaru, mulai dari budidaya tanaman pangan hingga pemanfaatan lahan yang dikelola secara produktif oleh warga binaan di bawah bimbingan petugas.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau, Rudy Fernando Sianturi, menyampaikan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang memberikan keterampilan dan pengalaman kerja bagi warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
"Program ketahanan pangan merupakan wujud nyata pembinaan yang produktif. Selain mendukung program pemerintah, kegiatan ini juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sehingga dapat menjadi bekal saat mereka kembali ke tengah masyarakat," ujar Rudy.
Sementara itu, Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion, memberikan apresiasi atas upaya yang dilakukan jajaran Rutan Pekanbaru dalam mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia menjadi kawasan produktif. Menurutnya, program seperti ini menunjukkan bahwa pembinaan di Rutan mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun dalam mendukung program strategis nasional.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Pemasyarakatan Riau dengan DPR RI terus terjalin dalam mendukung peningkatan kualitas pembinaan warga binaan, sekaligus memperkuat pelaksanaan program ketahanan pangan di seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Wilayah Riau.
Jurnalis : Radius 102.com Rohul. ( Ismail Marpaung ).
Rokan Hulu– Ginjal merupakan organ penting yang bekerja tanpa henti menyaring limbah, menjaga keseimbangan cairan tubuh, hingga mengatur kadar mineral dalam darah.
Karena perannya yang sangat vital, menjaga kesehatan ginjal tidak cukup hanya dengan pola makan yang baik, tetapi juga perlu didukung oleh pilihan minuman yang tepat setiap hari.
Banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan ginjal setelah muncul gangguan seperti batu ginjal atau penurunan fungsi penyaringan.
Padahal, kebiasaan sederhana memilih minuman sehat dapat membantu mengurangi beban kerja organ tersebut.
1. Air Putih Tetap Menjadi Pilihan Terbaik
Air putih masih menjadi minuman paling direkomendasikan untuk menjaga fungsi ginjal. Asupan cairan yang cukup membantu proses pembuangan zat sisa melalui urine sekaligus menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal.
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, aktivitas fisik, suhu lingkungan, dan kondisi kesehatan.
Karena itu, minumlah sesuai kebutuhan tubuh dan jangan menunggu hingga merasa sangat haus.
Air putih masih menjadi minuman paling direkomendasikan untuk menjaga fungsi ginjal. Asupan cairan yang cukup membantu proses pembuangan zat sisa melalui urine sekaligus menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal.
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, aktivitas fisik, suhu lingkungan, dan kondisi kesehatan.
Karena itu, minumlah sesuai kebutuhan tubuh dan jangan menunggu hingga merasa sangat haus.
2. Air Lemon Tanpa Gula
Air lemon yang dikonsumsi tanpa tambahan gula mengandung sitrat alami. Senyawa ini diketahui dapat membantu mengurangi pembentukan kristal kalsium yang menjadi salah satu penyebab batu ginjal.
Meski demikian, konsumsi tetap harus dalam jumlah wajar dan bukan sebagai pengganti air putih.
3. Teh Hijau
Teh hijau mengandung antioksidan yang berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Kandungan tersebut juga dinilai bermanfaat dalam menjaga kesehatan pembuluh darah yang mendukung fungsi ginjal.
Namun, hindari konsumsi berlebihan, terutama jika menggunakan gula dalam jumlah tinggi.
4. Air Kelapa Alami
Air kelapa segar mengandung elektrolit seperti kalium dan magnesium yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Minuman ini dapat menjadi pilihan setelah beraktivitas fisik.
Bagi penderita penyakit ginjal kronis yang harus membatasi asupan kalium, konsumsi air kelapa sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
5. Jus Buah Tanpa Tambahan Gula
Jus dari buah segar seperti apel, semangka, atau anggur dapat menjadi sumber vitamin dan antioksidan. Pilih jus tanpa gula tambahan agar manfaat kesehatannya tetap optimal.
Mengonsumsi buah utuh tetap lebih dianjurkan karena kandungan seratnya lebih tinggi dibandingkan jus.
6. Infused Water
Infused water dengan irisan mentimun, lemon, atau daun mint bisa menjadi alternatif bagi orang yang kurang menyukai rasa air putih.
Selain menyegarkan, cara ini dapat membantu meningkatkan konsumsi cairan harian.
Minuman yang Sebaiknya Dibatasi
Selain memilih minuman yang baik, penting pula mengurangi konsumsi minuman yang dapat meningkatkan beban kerja ginjal, seperti:
Minuman bersoda.
Minuman tinggi gula.
Minuman berenergi.
Minuman beralkohol.
Minuman dengan kandungan natrium yang tinggi.
Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, hipertensi, hingga gangguan fungsi ginjal.
Gaya Hidup Sehat Tetap Menjadi Kunci
Dokter spesialis penyakit dalam umumnya menekankan bahwa kesehatan ginjal tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang diminum, tetapi juga pola hidup secara keseluruhan.
“Menjaga hidrasi, mengontrol tekanan darah, gula darah, serta menerapkan pola makan sehat merupakan langkah penting untuk mempertahankan fungsi ginjal dalam jangka panjang,” ujar seorang dokter spesialis penyakit dalam, kepada JurnalLugas.Com, Kamis 09 Juli 2026.
Selain itu, olahraga rutin, menjaga berat badan ideal, tidak merokok, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala juga menjadi bagian penting dalam mencegah penyakit ginjal.
Menjaga ginjal sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana setiap hari.
Memilih minuman yang sehat, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, dan menghindari konsumsi gula berlebih merupakan investasi kesehatan yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Baca artikel kesehatan lainnya hanya di JurnalLugas.Com: https://jurnallugas.com
***Ismail Marpaung ***
( Sumber jurnallugas.com )
Rokan Hulu-Pasir Pangaraian - Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban (Kamtib) serta mencegah peredaran barang terlarang di lingkungan pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangaraian kembali melaksanakan razia gabungan kamar hunian warga binaan bersama personel TNI yang dirangkaikan dengan tes urine pada Rabu malam (8/7/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), Veazanol Kosuma, didampingi jajaran pejabat struktural, regu pengamanan, dan staf. Petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada kamar hunian guna memastikan tidak terdapat barang-barang terlarang maupun benda lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Selain pelaksanaan razia, kegiatan juga dirangkaikan dengan tes urine terhadap 10 orang pegawai dan 60 orang warga binaan sebagai bentuk komitmen Lapas Pasir Pangaraian dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Diunggah dari akun facebook Lembaga pemasyarakatan Pasirpangaraian, Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangaraian, Efendi Parlindungan Purba, melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), Veazanol Kosuma, menyampaikan bahwa razia gabungan dan tes urine merupakan langkah deteksi dini yang dilaksanakan secara rutin sebagai upaya mencegah gangguan keamanan dan ketertiban, peredaran narkoba, serta penggunaan telepon genggam ilegal di lingkungan lapas.
“Razia gabungan dan tes urine ini merupakan komitmen kami dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta integritas di lingkungan Lapas. Kegiatan ini juga menjadi bentuk deteksi dini untuk memastikan Lapas Pasir Pangaraian tetap bersih dari narkoba dan barang-barang terlarang lainnya sehingga proses pembinaan terhadap warga binaan dapat berjalan secara optimal,” ujar Veazanol.
Dari hasil razia, petugas mengamankan sejumlah barang yang tidak seharusnya berada di dalam kamar hunian. Barang-barang tersebut selanjutnya didata dan akan dimusnahkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sementara itu, hasil tes urine terhadap seluruh peserta, baik 10 orang pegawai maupun 60 orang warga binaan, menunjukkan hasil negatif.
Kegiatan ini merupakan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung upaya memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan). Selain itu, kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut atas perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan serta sejalan dengan kebijakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau.
Melalui pelaksanaan razia gabungan dan tes urine secara berkala, Lapas Kelas IIB Pasir Pangaraian menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan, meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum, serta mewujudkan lapas yang aman, tertib, bersih dari narkoba, dan bebas dari barang-barang terlarang guna mendukung pembinaan warga binaan yang optimal.
Jurnalis : Radius 102.com Rohul.
( Ismail Marpaung ).


Gema Takbir Keliling Idul Fitri 2025, 1 Syawal 1446 H Di Desa Pesanggrahan

