Montir Motor Tewas Gantung Diri, Polisi Masih Mencari Penyebabnya

Media Buser Polkrim

Media Buser Polkrim
Membangun Bangsa Melalui Informasi

Berita Terkini

Danramil 02/Banjarsari Sosialisasi Persami KKRI di SMA N 1 Surakarta, Wujudkan Generasi Muda Disiplin Dan Berjiwa Kepemimpinan

Surakarta - Danramil 02/Banjarsari, Kodim 0735/Surakarta Kapten Inf Mulyono memberikan sosialisasi Persami KKRI (Korps Kadet Republik Indone...

Postingan Populer

Minggu, 25 Januari 2026

Montir Motor Tewas Gantung Diri, Polisi Masih Mencari Penyebabnya


 
Indramayu, Radius102..com – Said warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah ditemukan meninggal dengan cara gantung diri di dapur rumah pada Kamis (22/1/2026) sekira pukul 06.00 WIB. Kematian montir sepeda motor ini sempat menggemparkan warga perumahan BDI 1, di jalan Nusa Indah utama A 8, Desa Tambak, Kecamatan Indramayu. Pasalnya, dia nekat mengakhiri hidupnya dengan leher yang terikat kawat ke plafon dapur. Polisi yang datang ke lokasi kejadian selain membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa nekat ini pertama kali diketahui oleh Rizki seorang Satpam yang bertugas di perumahan tersebut. Dia menerangkan, sekitar pukul 06.00 WIB Rizki masuk ke rumah untuk buang air kecil usai berjaga di pos. Namun sebelum masuk kamar mandi, dirinya melihat korban sudah meninggal dunia tergantung di dapur rumah.

“Saya sama dia (Said) memang satu rumah. Saya masuk rumah karena mau kencing, sebelum masuk kamar mandi melihat dia tergantung dengan leher terikat kawat,” terang Rizki.

Temuan itu langsung diberitahukan kepada kakaknya bernama Novian yang tinggalnya tidak jauh dari rumah itu. Mendapat laporan ini, Novian pun langsung mendatangi lokasi kemudian melihat Said sudah meninggal dengan kondisi leher terikat kawat disambungkan di atap dapur. Novian selanjutnya memberitahukan kepada warga sekitar termasuk melaporkan peristiwanya ke kantor Polsek Indramayu. ” Dia sudah enam bulan kerja sebagai mekanik motor di bengkel kami, Pernah Said mengatakan dirinya berasal dari Pati Jawa Tengah tetapi tidak memperlihatkan KTP miliknya,” ucap Novian.
Selama korban bekerja sebagai montir motor sikap korban selalu tertutup cenderung pendiam. Bahkan untuk tidur di kamar pun selalu ditolaknya dengan lebih memilih tidur di luar menggunakan alas kasur.

“Ya untuk ngobrol juga sepertinya ada batas dengan kami. Terakhir korban seperti uring-uringan setelah melihat HP miliknya, saya menduga dia memiliki masalah. Nsmum saja ia tidak dibicarakan dengan saya. Saya pun tidak banyak tanya tentang itu,” ujarnya.
 
Sementara itu, sejumlah polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan membawa jasad korban ke rumah sakit umum Indramayu serta memasang garis polisi.

“Untuk mengetahui penyebabnya kita masih melakukan pendalaman yakni dengan meminta keterangan dari saksi-saksi. Kami sudah membawa jenazah korban ke rumah sakit. Selanjutnya kami akan memberitahukan keluarganya karena korban ini bukan orang Indramayu. Hal Ini kita lakukan dengan mencari alamat dan nomor kontak yang ada di HPnya, ” ucap Kapolres Indramayu AKBP Fajar Gemilang melalui Kapolsek Indramayu AKP Indrie Hapsari yang datang ke lokasi temu mayat. 

(Theo)

0 comments:

Posting Komentar