INDRAMAYU, Radius102.com – Seruan aksi unjuk rasa besar-besaran dari Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) kembali menguat. Pamflet pemberitahuan “Demo Jilid II” dengan estimasi 10 ribu massa menyebar luas di berbagai platform media sosial seperti X dan WhatsApp sejak Minggu (26/4/2026), menandai kepastian aksi lanjutan penolakan terhadap program Revitalisasi Tambak Pantura.
KOMPI memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa jilid kedua sebagai bentuk perlawanan terhadap rencana proyek Revitalisasi Tambak Pantura yang dinilai merugikan masyarakat pesisir, khususnya para petambak.
Aksi ini akan melibatkan sekitar 10 ribu massa yang berasal dari empat kecamatan wilayah pesisir Indramayu. Aksi dikoordinatori oleh Koordinator Umum KOMPI, Hatta Bintang, bersama Ketua KOMPI, H. Darsam, serta jajaran pengurus lainnya.
Aksi dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 30 April 2026, dengan titik kumpul di Area Parkir Kuliner Cimanuk pukul 09.00 WIB, kemudian bergerak menuju Pendopo Bupati Indramayu sebagai pusat aksi.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan KOMPI terhadap Pemerintah Kabupaten Indramayu yang dinilai tidak merespons tuntutan masyarakat. Salah satu tuntutan utama adalah meminta Bupati Indramayu untuk membatalkan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait proyek Revitalisasi Tambak Pantura.
Selain itu, KOMPI menilai program tersebut berpotensi merampas lahan garapan petambak di kawasan tanah Perhutani dan tanah timbul di empat kecamatan.
Sebelumnya, KOMPI telah menggelar aksi pada awal April 2026 dan melayangkan surat audiensi kepada Bupati Indramayu pada 15 April 2026. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah daerah.
Surat pemberitahuan aksi jilid II pun telah dilayangkan ke pihak kepolisian pada 25 April 2026, dan kini beredar luas di publik.
Koordinator Umum KOMPI, Hatta Bintang, membenarkan rencana aksi tersebut.
“Benar, KOMPI akan menggelar demo jilid II dengan kekuatan sekitar 10 ribu massa dari empat kecamatan,” ujarnya.
Sementara itu, kalangan jurnalis dan masyarakat berharap aksi berlangsung kondusif. Imbauan pun disampaikan agar peserta tetap menjaga ketertiban, tidak mengganggu aktivitas publik, serta menjalankan aksi sesuai aturan hukum dan norma yang berlaku.
Aksi ini diprediksi menjadi salah satu mobilisasi massa terbesar di Indramayu dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus menjadi penentu arah polemik Revitalisasi Tambak Pantura yang hingga kini masih menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.
( MHR )



0 comments:
Posting Komentar