All Posts | Radius 102

Media Buser Polkrim

Media Buser Polkrim
Membangun Bangsa Melalui Informasi

Berita Terkini

Tim Wasev TMMD ke-130 Salurkan Sembako untuk Warga Cupunagara

Radius 102 (Subang) - Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat Desa...

Postingan Populer

Minggu, 01 November 2026

Tim Wasev Tinjau Pembangunan Jalan TMMD ke-130 di Cupunagara


Radius 102 (Subang) - Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD meninjau langsung pembangunan jalan dalam program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Sabtu (31/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pengerjaan salah satu sasaran fisik utama program tersebut.

Jalan yang dibangun memiliki panjang 1.500 meter dan lebar 4 meter. Pembangunan ini diharapkan dapat memperbaiki akses warga, termasuk mempermudah mobilitas petani dalam mengangkut hasil pertanian.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Tim Wasev, Brigjen TNI Edi Yusnandar, S.A.P., M.I.P., CFrA., CGCAE, melihat langsung kondisi pengerjaan di lapangan. Berdasarkan evaluasi pada 31 Oktober 2026, capaian pembangunan fisik TMMD ke-130 telah mencapai 82 persen.


Brigjen Edi menyampaikan bahwa pembangunan jalan melalui program TMMD diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas perekonomian warga.

“Hasil TMMD ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat karena adanya akses jalan baru,” ujar Brigjen TNI Edi Yusnandar.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga dan merawat hasil pembangunan setelah diserahterimakan kepada pemerintah daerah. Dengan pemeliharaan yang baik, jalan tersebut diharapkan dapat digunakan dalam jangka panjang dan terus menunjang aktivitas masyarakat Desa Cupunagara.

Kades dan Camat Cisalak Dukung Keberlanjutan Hasil TMMD ke-130


Radius 102 (Subang) - Pemerintah Desa Cupunagara dan Kecamatan Cisalak mendukung keberlanjutan hasil pembangunan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) di Desa Cupunagara, Sabtu (31/10/2026).

Kepala Desa Cupunagara, Wahidin Hidayat, mengapresiasi pelaksanaan TMMD yang menghadirkan pembangunan bagi desanya. Ia menegaskan pentingnya menjaga hasil program agar tetap bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami berjanji akan merawat semua hasil pembangunan TMMD ini. Karena ini bukan hanya bangunan, tetapi juga bentuk kepedulian TNI kepada desa kami,” ujar Wahidin.


Senada dengan itu, Camat Cisalak, Ida Halimah, S.Kep., Ns., M.A.P., menyampaikan apresiasi atas pembangunan fasilitas pendukung melalui program TMMD yang dinilai membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami merasa terbantu dengan kegiatan TMMD yang dilaksanakan di wilayah kami. Adanya tambahan fasilitas pendukung yang dibangun di desa ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ida Halimah.

Dukungan pemerintah desa dan kecamatan diharapkan dapat mendorong pemeliharaan hasil pembangunan secara berkelanjutan. Dengan keterlibatan pemerintah setempat dan masyarakat, fasilitas yang dibangun melalui TMMD ke-130 diharapkan terus memberikan manfaat bagi warga Desa Cupunagara.

Tim Wasev Apresiasi Capaian TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang


Radius 102 (Subang) - Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev), Brigjen TNI Edi Yusnandar, S.A.P., M.I.P., CFrA., CGCAE., mengapresiasi sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Sabtu (31/10/2026).

Dalam kunjungannya, ia menyampaikan bahwa capaian sasaran fisik TMMD telah mencapai 82 persen, sedangkan sasaran nonfisik mencapai 86 persen. Capaian tersebut dinilai positif di tengah tantangan cuaca musim penghujan yang memengaruhi pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Saya mengapresiasi kegiatan TMMD ke-130 ini yang melalui proses cukup panjang dan melibatkan TNI, Polri, serta masyarakat. Pesan saya, tertib administrasi, profesional dalam bekerja, dan lakukan yang terbaik,” ujar Brigjen TNI Edi Yusnandar.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang baik antara Dansatgas dengan seluruh unsur terkait agar pekerjaan selesai sesuai rencana. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat harus menjadi landasan dalam setiap pelaksanaan kegiatan.

Selain itu, ia berpesan agar hasil pembangunan TMMD dipelihara sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Personel Satgas juga diminta mengedepankan pendekatan humanis untuk memperkuat kedekatan TNI dengan rakyat.

“Satgas TMMD harus bisa mengambil hati dan pikiran rakyat. Laksanakan tugas dengan cara humanis dan menyentuh masyarakat, sehingga TNI semakin dicintai rakyat melalui program TMMD ini,” pesannya.

Melalui kunjungan evaluasi tersebut, diharapkan pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang dapat berjalan optimal hingga selesai, dengan hasil pembangunan fisik dan nonfisik yang memberikan manfaat nyata serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Cupunagara.

Perjuangan Belum Berakhir! Ahli Waris Sri Dwi Joko Tantang Putusan Sengketa Lahan Lewat PK.


BANGKA – Harapan memperoleh keadilan masih terus diperjuangkan ahli waris almarhum Sri Dwi Joko dan Rahmat Widodo dalam perkara sengketa lahan di kawasan Pantai Takari, Kabupaten Bangka. Melalui kuasa hukumnya, Armansyah, S.S., S.H., pihak ahli waris meminta Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) mengkaji dan meninjau kembali putusan perkara tersebut berdasarkan fakta hukum dan bukti-bukti baru yang diajukan.

Perjuangan hukum ini bukan perjalanan singkat. Sengketa lahan yang telah bergulir sejak 2020 hingga 2026 tersebut kini memasuki tahapan Peninjauan Kembali (PK), setelah kuasa hukum mengajukan permohonan melalui Pengadilan Negeri Sungailiat pada 4 Juni 2025.

Permohonan PK tersebut diajukan terhadap Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5058 K/Pdt/2024 tertanggal 14 November 2024.
Dalam perjalanan perkara ini, sebelumnya almarhum Sri Dwi Joko bersama ahli waris Rahmat Widodo juga telah membuat laporan polisi Nomor LP/B/89/V/2024 pada 13 Mei 2024, terkait dugaan pemalsuan tanda tangan dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP, dengan terlapor Yuli bin Jaharudin (almarhum).

Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi gugatan perdata yang diajukan pihak Dewi Hartati Pattiasina terhadap almarhum Sri Dwi Joko dan para ahli warisnya.

Hingga saat ini, Armansyah selaku kuasa hukum menyatakan tetap berkomitmen memperjuangkan hak-hak kliennya melalui jalur hukum. Ia berharap proses peradilan dapat berjalan secara objektif, transparan, dan berlandaskan fakta serta ketentuan hukum yang berlaku.

Dua Novum Menjadi Dasar Pengajuan PK
Dalam permohonan Peninjauan Kembali tersebut, pihak pemohon mengajukan dua bukti baru (novum) yang dinilai memiliki relevansi penting terhadap objek sengketa lahan Pantai Takari.

Pertama, dokumen yang berkaitan dengan status kawasan lahan yang dikuasai pihak Dewi Hartati Pattiasina. Menurut pihak pemohon, lokasi tersebut masuk dalam wilayah Pantai Takari yang berdasarkan Surat Keputusan Nomor SK.3924/MENLHK-PSKL/PSL.0/6/2018 tertanggal 7 Juni 2018, yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, merupakan bagian dari tanah negara.
Kedua, Putusan Praperadilan Pengadilan Negeri Pangkalpinang Nomor 1/Prapid/2025/PN Pkp yang berkaitan dengan laporan polisi Nomor LP/B/89/V/2024/SPKT/Polda Kepulauan Bangka Belitung tertanggal 13 Mei 2024, atas nama terlapor Yuli bin Jaharudin (almarhum).
Kedua dokumen tersebut menjadi bagian dari dasar permohonan PK yang diajukan pihak ahli waris. Kuasa hukum berharap majelis hakim Mahkamah Agung dapat memeriksa dan mempertimbangkan seluruh bukti tersebut secara menyeluruh dalam proses peninjauan kembali.

Minta Pengawasan Khusus, Sejumlah Lembaga Disurati. 

Tidak hanya menempuh jalur peradilan, kuasa hukum Armansyah juga menyampaikan surat permohonan pengawasan khusus kepada sejumlah lembaga negara.

Surat tersebut ditujukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas MA), Kejaksaan Agung, Kapolri, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk permintaan agar proses penanganan perkara mendapatkan perhatian dan pengawasan sesuai kewenangan masing-masing lembaga.
Perkara yang dimaksud tercatat dalam rangkaian Nomor 6/Akta PK/2025/PN Sgl jo. Nomor 52/Pdt.G/2023/PN Sgl jo. Nomor 10/PDT/2024/PT BBL jo. Nomor 5058 K/Pdt/2024.

Pihak kuasa hukum berharap tidak ada intervensi maupun kepentingan pihak mana pun dalam proses pemeriksaan PK tersebut. Mereka meminta agar majelis hakim Mahkamah Agung dapat mengambil keputusan secara independen berdasarkan fakta persidangan, alat bukti, dan ketentuan hukum yang berlaku.

Dugaan Mafia Tanah Dilaporkan ke Kejati Babel
Di sisi lain, ahli waris Rahmat Widodo juga telah melaporkan persoalan tersebut kepada Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung terkait dugaan praktik mafia tanah.

Dalam laporan tersebut, pihak ahli waris mempersoalkan keberadaan dan keabsahan dokumen kepemilikan lahan yang menurut mereka tidak tercatat di Desa Rebo maupun Kecamatan Sungailiat.

Mereka juga mempertanyakan bagaimana lahan yang diklaim sebagai bagian dari tanah negara di kawasan Pantai Takari dapat dikuasai, dipatok, hingga menjadi bagian dari objek sengketa yang kemudian diputus melalui proses peradilan.

Atas persoalan itu, ahli waris meminta aparat penegak hukum menelusuri seluruh dokumen, riwayat penguasaan tanah, serta proses administrasi yang berkaitan dengan objek sengketa.

Dugaan adanya keterlibatan oknum dalam persoalan tersebut juga menjadi hal yang diminta untuk ditelusuri lebih lanjut. Namun, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Berharap Mahkamah Agung Menjadi Pintu Terakhir Keadilan. 

Bagi ahli waris almarhum Sri Dwi Joko dan Rahmat Widodo, pengajuan PK bukan sekadar upaya melanjutkan proses hukum. Lebih dari itu, mereka berharap masih ada ruang untuk mendapatkan keadilan atas hak yang selama ini mereka perjuangkan.

Mereka mengaku merasa dirugikan dan berharap seluruh fakta serta bukti yang diajukan dapat dipertimbangkan secara objektif oleh majelis hakim Mahkamah Agung.
Armansyah, S.S., S.H. selaku kuasa hukum menyampaikan harapannya agar Mahkamah Agung benar-benar mengkaji, mengoreksi, dan meninjau kembali perkara tersebut dengan mempertimbangkan seluruh bukti yang diajukan.

Menurutnya, hukum harus menjadi tempat berlindung bagi setiap warga negara, termasuk masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam memperjuangkan hak-haknya.

Prinsip hukum Audi et alteram partem atau kewajiban mendengarkan kedua belah pihak menjadi penting dalam memastikan setiap pihak memperoleh kesempatan yang sama untuk menyampaikan fakta dan pembelaannya.
Demikian pula prinsip Ubi jus ibi remedium, yang mengandung makna bahwa di mana ada hak, di situ harus tersedia upaya hukum untuk memperjuangkannya.

Kini, harapan para ahli waris tertuju pada Mahkamah Agung Republik Indonesia. Mereka berharap proses PK dapat diperiksa secara cermat dan menghasilkan putusan yang berkeadilan bagi seluruh pihak.

Sebab, pada akhirnya, keadilan bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah dalam sebuah perkara, melainkan bagaimana hukum ditegakkan berdasarkan kebenaran, fakta, dan hati nurani.

(HR/TIM) 

Jaga Tradisi dan Budaya Masyarakat, Kapolresta Cirebon Pimpin Langsung Pengamanan Memayu Buyut Trusmi

CIREBON – Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan tradisi Memayu Buyut Trusmi yang berlangsung di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Minggu (1/11/2026). Sebanyak 361 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan budaya tahunan tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar.

Dalam pelaksanaannya, Kapolresta Cirebon didampingi Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman. Pengamanan melibatkan personel Polresta Cirebon, Polsek jajaran, Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Denpom III/3 Siliwangi, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon.

Sebelum kegiatan dimulai, Kapolresta Cirebon memimpin apel kesiapan, dilanjutkan dengan arahan pimpinan pasukan (APP) dan Tactical Wall Game (TWG) di halaman Mapolsek Weru. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel memahami tugas, tanggung jawab, pola pengamanan, serta langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.

Tradisi Memayu Buyut Trusmi merupakan warisan budaya turun-temurun masyarakat setempat yang dilaksanakan setiap tahun untuk menyambut datangnya musim hujan. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud pelestarian budaya sekaligus momentum mempererat kebersamaan dan gotong royong masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan menampilkan barisan pusaka, para sesepuh desa, serta pejabat daerah. Berbagai kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat turut ditampilkan, mulai dari ogoh-ogoh, pertunjukan tari tradisional, kerajinan batik, makanan khas Cirebon, hingga beragam kesenian musik tradisional maupun modern.

Arak-arakan budaya dimulai dari Kramat Buyut Trusmi, melintasi Jalan Buyut Trusmi, Jalan Syekh Datul Kahfi, Jalan Otista Weru, dan Jalan Panembahan, sebelum kembali ke kawasan Buyut Trusmi.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menegaskan bahwa pengamanan kegiatan budaya masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk mendukung pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kabupaten Cirebon.

"Melalui pengamanan ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat mengikuti dan menikmati seluruh rangkaian tradisi Memayu Buyut Trusmi dengan aman dan nyaman. Kami juga mengedepankan sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait agar kegiatan budaya masyarakat dapat berlangsung tertib dan kondusif," ungkapnya.

Selain pengamanan di sepanjang jalur arak-arakan, Polresta Cirebon bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Kapolresta Cirebon turut mengapresiasi seluruh personel gabungan dan masyarakat yang telah bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Berkat kesiapan personel, koordinasi lintas instansi, serta dukungan masyarakat, seluruh rangkaian tradisi Memayu Buyut Trusmi berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Kehadiran langsung Kapolresta Cirebon dalam pengamanan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan sekaligus mendukung keberlangsungan tradisi dan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan Kabupaten Cirebon.

(Agus Hermawan)

Ciptakan Wilayah Aman dan Kondusif Piket Koramil 02/Banjarsari Melaksanakan Patroli Malam



Uploaded Image

Surakarta - Piket Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serka Syukur melaksanakan Patroli malam bersama anggota linmas di seputaran Wilayah Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta, Sabtu (31/10/2026).

Ditegaskan Serka Syukur Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil 02/bjs bersama anggota linmas dengan sasaran tempat - tempat keramaian yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal serta obyek-obyek vital dan Tempat-tempat keramaian di wilayah kecamatan Banjarsari

Dalam patroli tersebut, Piket Koramil bersama anggota linmas selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga serta menghimbau keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan lingkungan disekitar.

Penulis : Arda 72

Memayu Buyut Trusmi Berlangsung Meriah, Bupati Imron Rosyadi Hadir Langsung di Tengah Warga

CIREBON, Minggu (01/11/2026) — Suasana riuh rendah penuh kehangatan menyelimuti kawasan Desa Trusmi Wetan (sering disebut Desa Trusmi), Kecamatan Weru serta wilayah sekitar Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, saat tradisi adat Memayu Buyut Trusmi yang dikenal luas sebagai Arak‑arakan atau Ider‑ideran digelar secara megah. Ribuan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Cirebon dan daerah tetangga tumpah ruah menyaksikan parade budaya turun‑temurun ini, sementara Bupati Cirebon H. Imron Rosyadi beserta jajaran pejabat daerah hadir langsung untuk turut menyaksikan serta memberikan dukungan terhadap pelestarian warisan leluhur tersebut.
 
Memayu Buyut Trusmi bukan sekadar karnaval biasa. Secara etimologi, kata "Memayu" berarti memperindah, merawat, serta memperbaiki; inti utama tradisi ini adalah ritual penggantian atap welit (anyaman alang‑alang) pada Kompleks Keramat Ki Buyut Trusmi, sekaligus ungkapan syukur dan doa menyambut datangnya musim hujan, memohon keselamatan, kelimpahan hasil bumi, serta kerukunan bagi seluruh masyarakat. Sejarah mencatat tradisi ini telah berlangsung turun‑temurun, sedangkan Ider‑ideran atau arak‑arakan menjadi semarak pengiring yang semakin memperkuat kebersamaan warga sejak puluhan tahun silam. 
 
Sejak pagi hari, jauh sebelum rombongan utama bergerak, warga sudah mulai berdatangan ke sepanjang jalur lintasan. Penonton memenuhi jalan‑jalan utama di sekitar Gapura Batik Trusmi, Jalan Buyut Trusmi, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Panembahan hingga kawasan Lampu Merah Plered.,  Di sepanjang rute tampak barisan pusaka, sesepuh adat, juru kunci keramat, pacuan kuda, tarian tradisional, musik tarling, barisan batik Trusmi, ogoh‑ogoh, hasil kerajinan, makanan khas Cirebon, serta kreativitas warga yang dihasilkan secara swadaya. ,  Rombongan bergerak beriringan dengan penuh tertib menelusuri jalur yang telah ditetapkan sebelum kembali menuju Kompleks Keramat Buyut Trusmi untuk dilanjutkan ke ritual inti Memayu. 
 
Kehadiran Bupati H. Imron Rosyadi dan jajaran pejabat menjadi titik emosional tersendiri bagi warga. Meski detail pidato resmi belum seluruhnya dirilis secara lengkap oleh panitia, kehadiran tersebut menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Cirebon terhadap warisan budaya lokal. Bagi masyarakat, kehadiran pemimpin daerah di tengah keramaian bukan hanya simbol kehadiran negara, melainkan penguatan semangat bahwa budaya Trusmi adalah kebanggaan bersama yang harus terus dijaga.
 
Untuk menjamin kelancaran dan keamanan, Polresta Cirebon, Satlantas, Dishub Kabupaten Cirebon serta Forkopimda telah menyiapkan rekayasa lalu lintas sejak dini hari. Imbauan telah disampaikan kepada pengendara yang akan melintasi jalur Pantura Plered agar memilih jalur alternatif guna menghindari kepadatan mulai pagi hingga sore hari. Personel gabungan bertugas mengatur arus penonton, menjaga jalur parade, serta memastikan seluruh rangkaian berjalan aman dan kondusif. 
 
Sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2025, Memayu Buyut Trusmi kini semakin dikenal luas, tak hanya sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai magnet pariwisata budaya dan penggerak UMKM lokal.  Sepanjang jalur parade tampak warung‑warung kecil, pedagang makanan khas, penjual batik dan kerajinan tangan yang ramai dikunjungi wisatawan maupun warga lokal. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi leluhur mampu hidup beriringan dengan kehidupan ekonomi masyarakat masa kini. 
 
Salah seorang warga yang hadir sejak pagi menyampaikan perasaan harunya: “Alhamdulillah suasana benar‑benar meriah sekali. Kami senang sekali melihat Bupati dan pejabat hadir langsung di tengah kami. Ini membuat kami semakin semangat untuk terus menjaga Memayu Buyut Trusmi agar tidak hilang ditelan zaman.”
 
Panitia adat dan juru kunci menyatakan bahwa arak‑arakan merupakan bagian awal dari rangkaian keseluruhan Memayu, sebelum dilanjutkan ke prosesi penggantian welit serta doa‑doa adat di Kompleks Keramat Buyut Trusmi.  Redaksi masih menunggu rilis resmi lengkap dari panitia adat, Disbudparpora Kabupaten Cirebon serta Pemerintah Kabupaten Cirebon terkait jadwal persis ritual inti, rincian rute penuh, serta nama lengkap seluruh pejabat yang hadir secara resmi.
 
Dengan berakhirnya arak‑arakan hari ini, harapan besar pun mengemuka: agar Memayu Buyut Trusmi tetap menjadi perekat persaudaraan masyarakat Cirebon, terus dijaga oleh generasi muda, dan senantiasa menjadi cermin kebesaran budaya tanah leluhur yang terus "semi" selamanya.

(Agus Hermawan)

Sabtu, 31 Oktober 2026

Satgas TMMD ke-130 Mulai Benahi Sarana Air Bersih Titik Keempat di Kampung Cilutung


Radius 102 (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang mulai mengerjakan sasaran sarana air bersih (SAB) titik keempat di Kampung Cilutung, Dusun 1, RT 03/RW 06, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Pekerjaan diawali dengan membongkar tempat penampungan air lama untuk selanjutnya diganti menggunakan bak toren yang telah didukung oleh TNI. Sabtu (31/10/2026).

Pembongkaran dilakukan sebagai bagian dari tahapan penataan sarana penampungan air agar dapat menggunakan fasilitas yang telah disiapkan. Anggota Satgas mulai bekerja di lokasi untuk mempersiapkan pemasangan bak toren sebagai bagian dari pembangunan sarana air bersih bagi masyarakat.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letda Inf Anggriawan Rizki, menjelaskan bahwa pengerjaan di titik keempat ini mulai dilaksanakan setelah Satgas sebelumnya berfokus pada pengerjaan sarana air bersih di empat titik lainnya.

“Setelah berfokus pada pengerjaan di titik-titik sebelumnya, sekarang kami mulai melaksanakan pekerjaan sarana air bersih di Kampung Cilutung. Tahap awal dilakukan dengan membongkar tempat penampungan air lama untuk mempersiapkan pemasangan bak toren yang telah didukung oleh TNI,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Dimulainya pekerjaan di Kampung Cilutung menjadi bagian dari upaya Satgas TMMD dalam memperluas dukungan penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat Desa Cupunagara. Setiap tahapan dikerjakan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Melalui program TMMD ke-130, Kodim 0605/Subang terus berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui pembangunan infrastruktur desa. Pengerjaan SAB di titik keempat ini diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan sarana penampungan air bersih bagi warga setempat setelah pembangunan selesai.

Musim Hujan Jadi Tantangan, Satgas TMMD ke-130 Tetap Lanjutkan Pembukaan Jalan di Cupunagara


Radius 102 (Subang) - Memasuki musim hujan, pengerjaan pembukaan jalan dalam program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, menghadapi tantangan kondisi tanah yang basah dan berlumpur. Meski demikian, anggota Satgas bersama masyarakat tetap melanjutkan pekerjaan demi mewujudkan akses jalan yang lebih baik. Sabtu (31/10/2026).

Kondisi tanah yang semakin lunak membuat proses pengerjaan membutuhkan upaya ekstra. Sepatu bot anggota Satgas tampak dipenuhi tanah yang menempel saat mereka bekerja di tengah medan berlumpur. Kondisi tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi personel dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur di wilayah dengan kondisi medan yang cukup berat.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letda Inf Anggriawan Rizki, mengatakan bahwa perubahan kondisi cuaca menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Memasuki musim hujan, kondisi tanah menjadi lebih basah dan berlumpur sehingga pengerjaan membutuhkan perhatian dan upaya ekstra. Meski demikian, kami tetap berupaya melanjutkan pekerjaan dengan memperhatikan kondisi medan dan keselamatan personel,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Pengerjaan jalan tersebut merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD ke-130, yakni pembukaan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter. Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat serta mendukung kelancaran aktivitas warga Desa Cupunagara.

Di tengah tantangan cuaca, semangat gotong royong antara Satgas TMMD dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam melanjutkan pembangunan. Melalui kerja sama dan penyesuaian terhadap kondisi lapangan, pengerjaan jalan diharapkan terus berjalan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Satgas TMMD ke-130 Siapkan Pengecoran Jembatan, Warga Cupunagara Turut Bergotong Royong


Radius 102 (Subang) - Pembangunan akses jalan dalam program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, terus berlanjut. Satgas TMMD bersama masyarakat kini melaksanakan persiapan pengecoran jembatan sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan akses jalan di wilayah tersebut. Sabtu (31/10/2026).

Berdasarkan dokumentasi kegiatan, anggota Satgas bersama warga terlihat menyiapkan bekisting dan merapikan rangka besi yang akan digunakan dalam pekerjaan pengecoran. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk mendukung pelaksanaan pembangunan jembatan agar berjalan sesuai rencana.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa persiapan dilakukan secara bertahap dengan mengoptimalkan tenaga Satgas dan dukungan masyarakat di lapangan.

“Persiapan ini merupakan bagian dari tahapan pembangunan jembatan untuk mendukung pembukaan akses jalan. Kami terus mengoptimalkan pengerjaan bersama masyarakat agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Dukungan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan fisik TMMD. Kepala Desa Cupunagara, Wahidin Hidayat, turut berupaya membantu kelancaran pekerjaan dengan mengerahkan warga untuk bergotong royong pada setiap titik pembangunan fisik sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kami dari pemerintah desa berupaya mendukung pelaksanaan TMMD dengan mengajak dan mengerahkan warga untuk membantu pengerjaan di setiap titik sasaran fisik. Harapannya, pembangunan ini berjalan lancar dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Wahidin Hidayat.

Program pembukaan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter menjadi salah satu sasaran utama TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang. Melalui pembangunan yang dikerjakan bersama TNI dan masyarakat, aksesibilitas warga di Desa Cupunagara diharapkan semakin baik sehingga dapat menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari.

Pengecatan Berlanjut, Rumah Emak Ruhimah Kian Menunjukkan Perubahan


Radius 102 (Subang) - Perubahan rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik Emak Ruhimah dan Ibu Casmita di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, semakin terlihat. Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus melanjutkan pengerjaan rehabilitasi, salah satunya melalui pengecatan rumah, Sabtu (31/10/2026).

Dengan penuh semangat, anggota Satgas mengerjakan pengecatan pada bagian rumah yang telah direhabilitasi. Tahapan ini menjadi bagian dari upaya menyempurnakan hasil perbaikan agar hunian terlihat lebih rapi dan nyaman bagi penghuninya.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pengerjaan Rutilahu terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan tempat tinggal masyarakat.

“Pengecatan ini menjadi salah satu tahapan untuk menyempurnakan hasil rehabilitasi rumah. Kami terus berupaya agar rumah yang dikerjakan dapat memberikan kenyamanan lebih baik bagi penghuninya,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Perubahan rumah tersebut membawa kebahagiaan bagi Emak Ruhimah. Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan Satgas TMMD untuk memperbaiki tempat tinggalnya.

“Alhamdulillah, rumah Emak sekarang semakin bagus. Emak sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu memperbaiki rumah Emak. Semoga semua anggota Satgas TMMD selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas,” tutur Emak Ruhimah.

Melalui program TMMD ke-130, Kodim 0605/Subang terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Cupunagara. Rehabilitasi Rutilahu menjadi salah satu wujud kepedulian TNI dalam membantu mewujudkan hunian yang lebih layak bagi warga.

Salat Jumat Bersama Warga, Satgas TMMD ke-130 Pererat Silaturahmi di Cupunagara


Radius 102 (Subang) - Di sela-sela pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130, anggota Satgas TMMD Kodim 0605/Subang melaksanakan Salat Jumat berjemaah bersama masyarakat di Masjid Baitul Rahman, Kampung Cilutung, Dusun 1, RT 03/RW 06, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ibadah bersama ini menjadi salah satu bentuk kedekatan prajurit TNI dengan masyarakat setempat. Melalui kebersamaan di masjid, hubungan antara Satgas TMMD dan warga terus terjalin dalam suasana kekeluargaan.

Kehadiran anggota Satgas di tengah masyarakat juga mencerminkan bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi turut mempererat hubungan sosial dan kebersamaan dengan warga.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa kegiatan ibadah bersama masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan antara prajurit dan warga.

“Melalui Salat Jumat berjemaah ini, kami berharap silaturahmi antara anggota Satgas dan masyarakat semakin erat. Kebersamaan seperti ini menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan TMMD di Desa Cupunagara,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Kebersamaan tersebut diharapkan terus terpelihara selama pelaksanaan TMMD ke-130, sehingga hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung pembangunan serta kemajuan Desa Cupunagara.

Lapas Pasir Pangarayan Gelar Nobar Film “Agak Laen” bagi Warga Binaan

Rokan Hulu-Pasir Pengaraian.Media radius102.com Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan hiburan positif bagi warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Agak Laen pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan berlangsung di area ruang kunjungan Lapas Pasir Pangarayan.

Kegiatan nobar ini merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada warga binaan guna memberikan suasana hiburan dan penyegaran di tengah pelaksanaan pembinaan di dalam lapas. Pelaksanaannya akan dilakukan secara rutin setiap minggu dengan sistem bergantian bagi masing-masing kamar hunian.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka.KPLP), Freddy Rinadi Siregar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dijadwalkan setiap hari Sabtu dengan melibatkan dua kamar hunian secara bergantian setiap minggunya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pelayanan tambahan kepada warga binaan, salah satunya dengan menghadirkan hiburan melalui kegiatan nonton bareng. Pelaksanaannya akan dijadwalkan setiap hari Sabtu dengan mengikutsertakan dua kamar hunian secara bergantian setiap minggunya, sehingga seluruh warga binaan mendapatkan kesempatan yang sama,” ujar Freddy.

Lebih lanjut, Freddy menegaskan bahwa meskipun kegiatan ini bersifat hiburan, aspek keamanan dan ketertiban tetap menjadi prioritas utama. Selama kegiatan berlangsung, pengawasan melekat dilakukan oleh regu pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan berharap dapat menghadirkan suasana yang lebih positif bagi warga binaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan yang humanis, aman, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak warga binaan.

      Jurnalis : radius102.com Rohul
       ( I.Marpaung ).

Subuh Bersama Masyarakat, Kapolresta Cirebon Perkuat Silaturahmi dan Komitmen Jaga Kamtibmas


CIREBON – Mengawali aktivitas dengan ibadah dan mempererat kedekatan bersama masyarakat, Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan Shalat Subuh Keliling berjamaah bersama masyarakat di Masjid Al-Raudlah, Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polresta Cirebon untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, ulama, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolresta Cirebon hadir langsung bersama sejumlah pejabat utama (PJU) dan personel Polresta Cirebon. Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah masyarakat melalui kegiatan keagamaan ini menjadi wujud pendekatan humanis Polri dalam membangun kepercayaan serta menciptakan rasa aman dan nyaman.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. Imara Utama menyampaikan bahwa Shalat Subuh Keliling bukan sekadar kegiatan ibadah bersama, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, menyerap aspirasi, serta membangun kebersamaan antara Polri dan masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Polri bukan hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang senantiasa membangun kebersamaan, menjaga persaudaraan, dan memberikan pelayanan terbaik," ujar Imara.

Ia juga menegaskan bahwa Polresta Cirebon berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing, meningkatkan kepedulian terhadap situasi sekitar, serta tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, melainkan tanggung jawab kita bersama," tegasnya.

Kapolresta Cirebon juga berharap komunikasi dan hubungan baik antara kepolisian dengan masyarakat, khususnya para ulama dan tokoh agama, dapat terus terjalin sehingga setiap potensi permasalahan di lingkungan masyarakat dapat diantisipasi sejak dini.

Sebagai bentuk konsistensi dalam memperkuat kedekatan dengan masyarakat, kegiatan Shalat Subuh Keliling tersebut juga dilaksanakan secara serentak oleh para pejabat utama dan 27 Kapolsek jajaran Polresta Cirebon di wilayah hukum Polresta Cirebon.

Melalui kegiatan ini, Polresta Cirebon terus mengedepankan pendekatan religius dan humanis sebagai bagian dari upaya memelihara kamtibmas, memperkuat persatuan, serta mewujudkan lingkungan masyarakat Kabupaten Cirebon yang aman, damai, dan kondusif.

(Agus Hermawan)

Olahraga Bersama Polres Cirebon Kota Pererat Persaudaraan Suporter dan Media

Cirebon Kota - Polisi bersama masyarakat melalui kegiatan olahraga bersama Polres Cirebon Kota berupa Mini Soccer Friendly Match digelar pada (29/10/2026), pukul 19.00 WIB sampai dengan 22.30 WIB. Kegiatan yang bertanggung jawab langsung Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., ini menjadi sarana mempererat persaudaraan antara kepolisian, kelompok suporter, dan insan media.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menyampaikan bahwa kegiatan olahraga bersama ini bertujuan memperkuat tali persaudaraan antara Polres Cirebon Kota dengan kelompok suporter dan insan media. Menurutnya, pertandingan persahabatan menjadi cara yang efektif untuk membangun kedekatan tanpa sekat, karena semua pihak terlibat dalam suasana yang santai dan penuh kebersamaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., para PJU Polres Cirebon Kota, kelompok suporter Bobotoh, kelompok suporter Jakmania, serta jurnalis media cetak dan elektronik. Seluruh peserta mengikuti pertandingan dengan semangat sportivitas dan penuh keceriaan, mencerminkan suasana persaudaraan yang hangat.

Aris menjelaskan, pertandingan mini soccer persahabatan ini tidak semata-mata mengejar kemenangan, tetapi lebih menekankan pada nilai kebersamaan dan persaudaraan. Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini, hubungan antara kepolisian, suporter, dan media semakin erat, sehingga komunikasi di antara mereka dapat terjalin lebih baik ke depannya.

Menurut Aris, kelompok suporter dan insan media merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki peran penting dalam menjaga suasana kondusif di wilayah Kota Cirebon. Karena itu, pendekatan melalui kegiatan olahraga dinilai lebih efektif untuk membangun kepercayaan dan mempererat hubungan yang selama ini telah terjalin baik.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada kelompok suporter Jakmania sebagai pemenang dalam pertandingan Mini Soccer Friendly Match. Penyerahan hadiah berlangsung dalam suasana akrab, disertai foto bersama sebagai dokumentasi kebersamaan seluruh peserta yang hadir.

Aris menambahkan, selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Ia berharap kegiatan olahraga bersama ini dapat menjadi tradisi yang terus berlanjut, sehingga persaudaraan antara kepolisian, suporter, dan media semakin kuat dari waktu ke waktu.

Menurut Aris, kolaborasi antara polisi bersama masyarakat melalui kegiatan olahraga menjadi bagian penting dari upaya menjaga persatuan dan kesatuan. Ia menegaskan bahwa kedekatan antara aparat dan warga tidak cukup dibangun melalui forum resmi, tetapi juga melalui kegiatan santai seperti pertandingan persahabatan ini.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui Kasi Humas AKP M. Aris Hermanto mengajak seluruh kelompok suporter Bobotoh dan Jakmania untuk terus mempererat persaudaraan demi terciptanya suasana yang aman dan damai. "Mari kita jaga persaudaraan antara Bobotoh dan Jakmania dengan saling menghormati dan mendukung dalam kebaikan, sehingga persatuan dan kebersamaan di antara kita tetap terjaga," ujar Kapolres melalui Kasi Humas.

Polisi Evakuasi Pria Meninggal Dunia di Kamar Kos Kedawung



Cirebon Kota - Jajaran Polsek Kedawung bersama tim Inafis Polres Cirebon Kota menangani penemuan seorang pria berinisial MR yang meninggal dunia di kamar kos wilayah Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu (31/10/2026). Korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan kondisi tubuh kaku dan membusuk. Berdasarkan keterangan awal saksi, korban diketahui pernah mengeluhkan sakit kepala dan memiliki riwayat penyakit gula, sehingga diduga meninggal dunia akibat sakit, meskipun penyebab pasti kematian masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H., menerangkan bahwa peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 07.30 WIB setelah Pardi alias Buluk (59), laki-laki, selaku pemilik kos, menerima informasi dari Wawan (46), laki-laki, tetangga kos korban, mengenai kondisi korban di dalam kamar. Keduanya kemudian memeriksa kamar yang pintunya tidak terkunci dan mendapati korban sudah meninggal dunia, lalu pemilik kos menyampaikan kejadian tersebut kepada Muhammad Ali (49), laki-laki, selaku pengurus RT setempat.

Menurut keterangan Pardi, korban terakhir kali terlihat sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan meninggal dunia. Saat itu, korban sempat meminjam uang sebesar Rp100.000 untuk membeli obat karena mengeluhkan sakit kepala. Pemilik kos juga menyampaikan bahwa korban pernah terjatuh dari sepeda motor dan memiliki riwayat penyakit gula berdasarkan informasi yang diketahuinya.

Setelah menerima laporan, personel gabungan Polsek Kedawung bersama unit Reskrim, Pamapta Polres Cirebon Kota, tim Inafis, dan petugas patroli mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP). Petugas memeriksa kondisi korban, mengumpulkan informasi awal, serta melakukan pendataan dan dokumentasi guna mendukung proses penanganan kejadian.

Dalam pemeriksaan di lokasi, petugas meminta keterangan sejumlah saksi, yakni Wawan (46), laki-laki, selaku tetangga kos; Pardi alias Buluk (59), laki-laki, selaku pemilik kos; serta Muhammad Ali (49), laki-laki, selaku pengurus RT setempat. Ketiganya merupakan warga Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, dan dimintai keterangan untuk membantu menjelaskan keadaan korban sebelum ditemukan meninggal dunia serta proses awal penemuan tersebut.

Petugas juga mencatat barang-barang yang ditemukan di sekitar TKP, antara lain satu buah KTP, satu buah SIM C milik korban, serta satu unit sepeda motor Yamaha Mio M3. Pendataan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan awal untuk melengkapi informasi mengenai identitas korban dan kondisi di lokasi kejadian.

Sekitar pukul 09.00 WIB, petugas bersama tim Inafis melakukan pemeriksaan dan olah TKP untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan. Setelah proses pemeriksaan awal di lokasi selesai, korban dievakuasi sekitar pukul 10.10 WIB ke Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Cirebon guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga melakukan koordinasi untuk menghubungi keluarga korban.

Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H., menyampaikan bahwa penanganan dilakukan melalui pengecekan TKP, pendataan identitas korban, pemeriksaan saksi, serta koordinasi dengan tim Inafis dan pihak terkait. Dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat sakit masih berdasarkan keterangan awal saksi dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian sebelum adanya hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Kedawung Kompol Ahmad Nasori, S.H., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi warga di lingkungan sekitar, terutama mereka yang tinggal sendiri atau diketahui sedang sakit. “Kami mengajak masyarakat untuk saling memperhatikan keadaan tetangga dan segera melaporkan apabila menemukan kejadian yang membutuhkan penanganan kepolisian. Masyarakat dapat menghubungi Layanan Polisi 110 untuk menyampaikan laporan atau meminta bantuan kepolisian. Mari terus memperkuat kepedulian dan kerja sama, karena polisi bersama masyarakat memiliki peran penting untuk jaga baik Cirebon Kota,” ujarnya.

Paparan Ketua PWI Indramayu H. Dedi Musashi Di Akhir Masa Jabatan nya



Indramayu - Radius102.com jumat,30/10/2026 — 
Rapat Pleno Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indramayu berlangsung penuh kehangatan dan harapan baru, Jumat (30/10/2026). Rapat ini menjadi momen bersejarah sekaligus penutup masa bakti pengurus periode 2020–2026.
 
Dalam sambutannya, Ketua PWI Kabupaten Indramayu H. Dedi Musasi menyampaikan rasa syukur sekaligus kebahagiaannya melihat rekan-rekan wartawan kini kembali bersatu dalam satu naungan.
 
"Lebih dari satu tahun lalu kita ibarat terbelah, namun hari ini saya sangat senang — suka atau tidak suka, cepat atau lambat, kita kini berada dalam satu naungan organisasi bernama PWI (Persatuan Wartawan Indonesia,)" ujar Dedi disambut tepuk tangan peserta rapat.
 
 Enam Tahap Perjalanan Penuh Prestasi
 
H. Dedi Musasi menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh rekan wartawan di Indramayu. Selama memimpin sejak tahun 2020 hingga 2026, PWI Kabupaten Indramayu telah meraih berbagai prestasi dan penghargaan, baik di tingkat nasional maupun tingkat Provinsi Jawa Barat.
 
"Alhamdulillah, tanpa dukungan rekan-rekan semua, PWI Indramayu bukanlah apa-apa. Keberhasilan ini bukan milik pribadi, tetapi kebanggaan kita semua," tegasnya.
 
Paling membahagiakan bagi Dedi adalah melihat rekan-rekan kini duduk berdampingan tanpa sekat.
 
"Tidak ada lagi kubu si A, kubu si B. Semua sama-sama mendengarkan informasi, semua berjuang untuk satu nama: PWI Indramayu. 
Ini adalah kebanggaan tersendiri di akhir masa jabatan saya. Dikotomi dan benang yang kusut perlahan terselesaikan," ungkapnya haru.
 
 Membuka Peluang Pemimpin Baru untuk Tiga Tahun ke Depan
 
Dedi juga mengingatkan bahwa Rapat Kerja Kompercap PWI Kabupaten Indramayu dijadwalkan digelar pada 26 November 2026. 
Pada momen itulah akan dipilih pemimpin baru untuk periode tiga tahun ke depan.
 
"Saat ini belum ada calon yang ditetapkan. Silakan teman-teman mencari, mendukung, dan memilih siapa yang layak memimpin PWI Indramayu ke depan. Pilihlah sosok yang dapat menjadi panutan dan pegangan kita bersama, menentukan ke mana arah PWI Indramayu akan dibawa. Silakan raih kepercayaan itu," ajaknya.
 
Rapat pleno ditutup dengan harapan persatuan ini senantiasa terjaga dan menjadi modal utama PWI Indramayu untuk semakin berkembang dan profesional di masa mendatang. ( MHR )

BAZNAS Kabupaten Indramayu Gelar Silaturahmi, Pembinaan Mualaf dan Sosialisasi ZIS di Kecamatan Balongan


Indramayu  Jumat,30 Oktober 2026, "Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Indramayu menggelar kegiatan silaturahmi sekaligus pembinaan mualaf dan sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Kecamatan Balongan, Jumat (30/10). Kegiatan ini dihadiri oleh Penyuluh Agama, Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta pengurus Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) se-Kecamatan Balongan.
 
Turut hadir dalam acara ini Camat Balongan, Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu Asfuri, S.Ag., M.Pd.I., dan Kepala KUA Balongan H. Nurudin, S.Ag., M.Hi.
 
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Indramayu Asfuri menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antarlembaga keagamaan di tingkat kecamatan dan desa.
 
"Zakat bukan sekadar mengumpulkan dana, tetapi bagaimana kita memastikan dana tersebut dikelola dengan amanah, profesional, dan tepat sasaran. Termasuk di antaranya adalah untuk pembinaan dan pemberdayaan para mualaf agar semakin mantap keislamannya dan semakin mandiri kehidupannya," ujar Asfuri.
 
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh pengurus DKM dan UPZ untuk bersinergi menjadi mitra BAZNAS dalam menghimpun dan menyalurkan dana ZIS di tengah masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan.
 
Sementara itu, Kepala KUA Balongan H. Nurudin menyambut baik kegiatan ini dan berkomitmen untuk terus mendukung program BAZNAS di wilayah kerjanya.
 
Acara berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan, diakhiri dengan diskusi serta pertukaran gagasan mengenai optimalisasi pengelolaan ZIS dan program pembinaan mualaf ke depannya. 
 
 Kepala KUA Kecamatan Balongan, H. Nurudin, S.Ag., M.Hi., menyampaikan bahwa hingga saat ini data pasti jumlah mualaf di wilayahnya belum tercatat secara rinci, namun diperkirakan ada sekitar 30-an orang. 
Dalam kegiatan hari ini, sebanyak enam orang mualaf telah disantuni oleh BAZNAS. 
Keenamnya berstatus sabilillah dan sedang menuntut ilmu di sebuah pesantren di Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan. 
Mereka berasal dari Nusa Tenggara Timur dan menetap di pesantren tersebut tanpa dipungut biaya apapun.
 
"Langkah selanjutnya, saya akan menugaskan para Penyuluh Agama di setiap desa untuk mendata jumlah mualaf secara cermat dan terperinci. 
Dengan data yang lengkap, pemantauan serta penyaluran bantuan dari BAZNASDA Indramayu dapat menjadi lebih tepat sasaran," ujar H. Nurudin.
 
Ia kembali menegaskan pentingnya keberadaan Mualaf Center di Kabupaten Indramayu. Lembaga ini diharapkan menjadi satu wadah yang mengoordinasikan seluruh kegiatan pembinaan mualaf, mulai dari pemantauan pemahaman keagamaan hingga bantuan ketika menghadapi kesulitan ekonomi.
 
"Ketika Mualaf Center terbentuk, saya berharap para mualaf benar-benar merasa terayomi. 
Mereka tidak merasa sendirian, tetapi merasakan empati, dukungan, dan perhatian dari sesama muslim. Semoga ke depannya program ini00 dapat berjalan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat yang besar bagi kita semua," harapnya.

 ( MHR)

Jumat, 30 Oktober 2026

Momen Kapolres Indramayu Bersihkan Sampah di Jalan Setelah Kawal Pengamanan Aspirasi Mahasiswa Cipayung Plus



INDRAMAYU – Radius102.com Seusai aksi penyampaian aspirasi Mahasiswa Cipayung Plus di depan Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Kamis (29/10/2026) malam, Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. tidak langsung meninggalkan lokasi.

Setelah sebelumnya turun langsung meredakan ketegangan massa aksi, kali ini AKBP Prianggo terlihat membersihkan sampah yang berserakan di jalan.

Masih mengenakan seragam dinas, orang nomor satu di Polres Indramayu itu tampak membungkuk membersihkan sampah, lalu memasukkannya ke dalam kantong plastik.

Tanpa sungkan, beliau ikut membersihkan jalan bersama sejumlah personel kepolisian setelah massa mahasiswa membubarkan diri sekitar pukul 19.00 WIB.

Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap kebersihan lingkungan setelah berlangsungnya penyampaian aspirasi mahasiswa.

Menurutnya, tugas kepolisian bukan hanya memastikan kegiatan masyarakat berjalan aman dan tertib, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui tindakan nyata.

Sebelumnya, aksi ratusan mahasiswa Cipayung Plus yang menuntut evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten dan DPRD Indramayu.

AKBP Prianggo bahkan turun langsung melerai aksi saling dorong antara mahasiswa dan kepolisian.

Ia kemudian memilih duduk bersama mahasiswa dan sejumlah anggota DPRD di atas aspal untuk membuka ruang dialog dan meredakan ketegangan.

Setelah situasi kondusif dan massa membubarkan diri, Kapolres bersama personelnya kembali turun ke jalan. Bukan untuk mengamankan massa, melainkan membersihkan sampah yang tertinggal.

Momen sederhana itu menjadi sisi lain dari pengamanan Aspirasi Mahasiswa Cipayung Plus. Setelah berjam-jam mengawal penyampaian aspirasi, Kapolres tetap berada di lapangan dan ikut membersihkan lingkungan.

Dari duduk bersama mahasiswa hingga memunguti sampah, AKBP Prianggo memperlihatkan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya soal menjaga keamanan, tetapi juga kepedulian melalui tindakan sederhana. Ujar Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno. (MHR/Kabiro)

Kapolres Indramayu Apresiasi Mahasiswa Cipayung Plus, Penyampaian Aspirasi Berakhir Kondusif



INDRAMAYU – Radius102.com Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Indramayu setelah rangkaian aksi penyampaian aspirasi di dua lokasi berlangsung aman dan kondusif, Kamis (29/10/2026).

Mahasiswa sebelumnya menyampaikan aspirasi di Pendopo Kabupaten Indramayu, kemudian melanjutkan aksi ke Gedung DPRD Kabupaten Indramayu hingga malam hari.

Dalam aksinya, mahasiswa menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintah Kabupaten Indramayu dan DPRD Kabupaten Indramayu.

Meski sempat terjadi ketegangan dan aksi saling dorong antara mahasiswa dengan kepolisian di pendopo dan depan Gedung DPRD, situasi dapat dikendalikan.

AKBP Prianggo bahkan turun langsung melerai massa aksi dengan duduk bersama mahasiswa di atas aspal untuk membuka ruang dialog.

Melalui komunikasi dan pendekatan persuasif, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Indramayu menemui massa mahasiswa sekitar pukul 18.12 WIB untuk mendengarkan aspirasi mereka.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengatakan, ketegangan yang sempat terjadi merupakan bagian dari dinamika di lapangan. Namun, secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik.

“Terkait situasi tadi, itu dinamika, kita fokus untuk melakukan pengamanan. Adapun secara keseluruhan jalannya aksi unjuk rasa berjalan dengan baik hanya ada sedikit dinamika,” ujar AKP Tarno.

Lebih lanjut, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam mengawal penyampaian aspirasi mahasiswa.

Menurutnya, kehadiran polisi bertujuan memastikan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Apresiasi juga diberikan atas kerja sama berbagai pihak, termasuk mahasiswa sehingga situasi tetap terkendali hingga kegiatan berakhir.

Sekitar pukul 19.00 WIB, massa mahasiswa membubarkan diri dan situasi di sekitar Gedung DPRD Indramayu kembali kondusif. (MHR/ Kabiro)