All Posts | Radius 102

Media Buser Polkrim

Media Buser Polkrim
Membangun Bangsa Melalui Informasi

Berita Terkini

Sungguh Sadis. Perampokan dan Penculikan di Sertai Pembunuhan Menimpah Kokom Komariah Warga Krangkeng Indramayu

INDRAMAYU, — Perampokan dan dugaan penculikan terjadi di rumah Dudung Badrun warga Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupate...

Postingan Populer

Senin, 02 November 2026

Sebelum Bekerja, Anggota Satgas dan Warga Cupunagara Jalani Pemeriksaan Kesehatan


Radius 102 (Subang) - Memastikan kondisi kesehatan tetap terjaga menjadi bagian dari perhatian Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang selama pelaksanaan pembangunan di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Sebelum memulai pekerjaan, anggota Satgas bersama masyarakat mendapatkan pendampingan pemeriksaan kesehatan dari personel kesehatan Satgas, PNS Mukmin. Senin (2/11/2026).

Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi fisik anggota Satgas dan masyarakat yang terlibat dalam berbagai kegiatan TMMD. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak awal, potensi gangguan kesehatan selama beraktivitas di lapangan dapat lebih diantisipasi.

Dalam pelaksanaannya, PNS Mukmin memberikan pendampingan pemeriksaan kesehatan kepada anggota Satgas dan warga sebelum mereka menjalankan pekerjaan. Kehadiran personel kesehatan ini menjadi bagian dari dukungan pelayanan kesehatan selama program TMMD berlangsung.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, mengatakan bahwa kesehatan personel dan masyarakat menjadi perhatian penting dalam mendukung kelancaran seluruh kegiatan di lapangan.

“Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan kondisi fisik yang baik. Karena itu, kami memperhatikan kesehatan anggota Satgas maupun masyarakat yang ikut bergotong royong. Kami berharap seluruh kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan setiap orang tetap menjaga kondisi kesehatannya,” ungkapnya.

Sementara itu, PNS Mukmin menjelaskan bahwa pendampingan pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengetahui kondisi anggota Satgas dan masyarakat sebelum melaksanakan aktivitas pekerjaan.

“Pemeriksaan ini menjadi langkah awal untuk memantau kondisi kesehatan sebelum beraktivitas. Dengan begitu, apabila ditemukan keluhan kesehatan, dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Melalui pendampingan kesehatan tersebut, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang berupaya menjaga keseimbangan antara pelaksanaan pembangunan dan kondisi kesehatan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Sebab, kelancaran pembangunan juga didukung oleh kesiapan fisik serta kesehatan para pelaksananya.

Dari Dalam hingga Luar, Satgas TMMD Percantik Rumah Emak Ruhimah


Radius 102 (Subang) - Proses rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Emak Ruhimah di Kampung Cilalay RT 03/RW 03, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, terus berlanjut. Setelah menyelesaikan pengecatan bagian dalam rumah, anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang kini melanjutkan pekerjaan pada bagian luar bangunan. Senin (2/11/2026).

Pengecatan bagian luar menjadi salah satu tahapan yang memberikan perubahan pada tampilan rumah. Dinding yang sebelumnya telah melalui proses pembangunan dan perbaikan kini mulai mendapatkan sentuhan akhir agar terlihat lebih rapi.

Pengerjaan tersebut dilakukan anggota Satgas TMMD sebagai bagian dari program rehabilitasi Rutilahu yang sejak awal melibatkan semangat gotong royong bersama masyarakat. Setiap tahapan dikerjakan secara bertahap hingga rumah dapat memberikan kenyamanan lebih baik bagi penghuninya.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pengerjaan Rutilahu terus diarahkan agar setiap bagian rumah dapat diselesaikan dengan baik. Pengecatan bagian luar menjadi kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya sehingga hasil rehabilitasi dapat terlihat semakin utuh.

“Pengecatan bagian luar ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya. Kami terus mengupayakan agar seluruh tahapan rehabilitasi dapat diselesaikan dengan baik, sehingga rumah ini nantinya dapat memberikan kenyamanan bagi Emak Ruhimah dan keluarga,” ungkapnya.

Bagi Emak Ruhimah, perubahan rumah yang ditempatinya bersama sang suami menjadi kebahagiaan tersendiri. Ia melihat langsung bagaimana kondisi rumahnya berangsur berubah sejak proses pembongkaran hingga memasuki tahap penyelesaian.

“Alhamdulillah, sekarang rumah sudah semakin bagus. Bagian dalam sudah dicat, sekarang bagian luarnya juga mulai dikerjakan. Emak sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu memperbaiki rumah kami,” ungkap Emak Ruhimah.

Melalui program TMMD ke-130, rehabilitasi Rutilahu ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima. Pembangunan yang dilakukan secara bertahap menjadi wujud kepedulian Satgas TMMD dalam membantu meningkatkan kualitas hunian masyarakat di wilayah pedesaan.

Satgas TMMD dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Penghubung Antar Dusun


Radius 102 (Subang) - Anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang bersama masyarakat terus bahu membahu mempercepat pembangunan jembatan penghubung antar dusun di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Senin (2/11/2026).

Di tengah kondisi medan berlumpur, Satgas dan warga tetap bekerja menyusun batu serta mengerjakan bagian pondasi jembatan. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting untuk menghubungkan akses jalan baru sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pengerjaan jembatan terus diupayakan agar akses jalan yang sedang dibuka dapat tersambung sesuai target.

“Pengerjaan ini kami kebut bersama masyarakat. Kami berharap jembatan dapat segera diselesaikan sehingga akses jalan antar dusun bisa terhubung dan memberikan manfaat bagi warga,” ungkapnya.

Irman, salah seorang warga, mengaku turut bersemangat membantu pengerjaan jembatan tersebut. Menurutnya, keberadaan akses jalan dan jembatan sangat dinantikan karena akan memudahkan mobilitas masyarakat.

“Kami senang bisa ikut bergotong royong bersama anggota TNI. Mudah-mudahan setelah selesai, jalan dan jembatan ini bisa memudahkan aktivitas warga,” ujarnya.

Kebersamaan Satgas TMMD dan masyarakat menjadi kekuatan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur desa yang diharapkan memberikan manfaat bagi kehidupan warga Cupunagara.

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD Turut Bantu Petani Stroberi


Radius 102 (Subang) - Di sela-sela pengerjaan sasaran pembangunan, anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang turut membantu petani merawat tanaman stroberi di Kampung Cilutung, Dusun 1, RW 06, RT 03, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Senin (2/11/2026).

Bersama petani, anggota Satgas terlihat melakukan perawatan tanaman stroberi yang dibudidayakan dalam media tanam polibag. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian TNI terhadap sektor pertanian sekaligus dukungan terhadap upaya penguatan ketahanan pangan.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa keterlibatan anggota dalam aktivitas pertanian merupakan bagian dari upaya menjalin kedekatan dengan masyarakat serta mendukung kegiatan produktif warga.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin hadir dan membantu masyarakat dalam berbagai aktivitas, termasuk pertanian. Harapannya, tanaman yang dirawat dapat tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi petani,” ungkapnya.

Ibu Iwang, salah seorang petani stroberi, menyambut baik keterlibatan anggota Satgas yang turut membantu merawat tanamannya. Kebersamaan tersebut menjadi bentuk dukungan dan perhatian terhadap aktivitas pertanian masyarakat setempat.

Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat juga mencakup dukungan terhadap sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan di wilayah pedesaan.

Minggu, 01 November 2026

Tim Wasev TMMD ke-130 Salurkan Sembako untuk Warga Cupunagara


Radius 102 (Subang) - Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Tim Wasev di wilayah pelaksanaan TMMD.

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di sela-sela agenda kunjungan yang dipimpin Brigjen TNI Edi Yusnandar, S.A.P., M.I.P., CFrA., CGCAE. Dalam kunjungan tersebut, tim juga meninjau perkembangan sasaran fisik dan mengevaluasi pelaksanaan program nonfisik TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang.

Bantuan sembako menjadi salah satu bentuk perhatian kepada masyarakat di sekitar lokasi program. Kehadiran TNI di tengah warga diharapkan tidak hanya mendukung pembangunan desa, tetapi juga mempererat hubungan dan kebersamaan dengan masyarakat.


Melalui rangkaian kegiatan TMMD, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan wilayah. Kebersamaan tersebut menjadi bagian penting agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Penyaluran sembako ini melengkapi kegiatan kunjungan Tim Wasev di Desa Cupunagara sekaligus menegaskan bahwa pelaksanaan TMMD turut diwarnai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Tim Wasev Tinjau Pembangunan Sarana Air Bersih TMMD ke-130 di Cupunagara


Radius 102 (Subang) - Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD meninjau pembangunan sarana air bersih (SAB) di Kampung Cibulao, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Sabtu (31/10/2026). Peninjauan ini menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan sasaran fisik TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang.

Pembangunan SAB merupakan salah satu sasaran fisik yang ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah warga memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Tim Wasev, Brigjen TNI Edi Yusnandar, S.A.P., M.I.P., CFrA., CGCAE, meninjau langsung fasilitas air bersih yang dibangun melalui program TMMD. Berdasarkan evaluasi pada 31 Oktober 2026, capaian pembangunan fisik TMMD ke-130 secara keseluruhan telah mencapai 82 persen.

Brigjen Edi menegaskan bahwa pelaksanaan TMMD membutuhkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat agar hasil pembangunan memberikan manfaat berkelanjutan.

“Di lapangan, semua kegiatan TMMD dilaksanakan dengan dukungan dan sinergitas Pemkab, masyarakat dan kepolisian, sehingga manfaatnya bisa berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Brigjen TNI Edi Yusnandar.

Melalui pembangunan sarana air bersih ini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Pemeliharaan fasilitas setelah pembangunan selesai juga menjadi hal penting agar manfaatnya dapat dirasakan warga dalam jangka panjang.

Tim Wasev Tinjau Pembangunan Jalan TMMD ke-130 di Cupunagara


Radius 102 (Subang) - Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD meninjau langsung pembangunan jalan dalam program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Sabtu (31/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pengerjaan salah satu sasaran fisik utama program tersebut.

Jalan yang dibangun memiliki panjang 1.500 meter dan lebar 4 meter. Pembangunan ini diharapkan dapat memperbaiki akses warga, termasuk mempermudah mobilitas petani dalam mengangkut hasil pertanian.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Tim Wasev, Brigjen TNI Edi Yusnandar, S.A.P., M.I.P., CFrA., CGCAE, melihat langsung kondisi pengerjaan di lapangan. Berdasarkan evaluasi pada 31 Oktober 2026, capaian pembangunan fisik TMMD ke-130 telah mencapai 82 persen.


Brigjen Edi menyampaikan bahwa pembangunan jalan melalui program TMMD diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas perekonomian warga.

“Hasil TMMD ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat karena adanya akses jalan baru,” ujar Brigjen TNI Edi Yusnandar.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga dan merawat hasil pembangunan setelah diserahterimakan kepada pemerintah daerah. Dengan pemeliharaan yang baik, jalan tersebut diharapkan dapat digunakan dalam jangka panjang dan terus menunjang aktivitas masyarakat Desa Cupunagara.

Kades dan Camat Cisalak Dukung Keberlanjutan Hasil TMMD ke-130


Radius 102 (Subang) - Pemerintah Desa Cupunagara dan Kecamatan Cisalak mendukung keberlanjutan hasil pembangunan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) di Desa Cupunagara, Sabtu (31/10/2026).

Kepala Desa Cupunagara, Wahidin Hidayat, mengapresiasi pelaksanaan TMMD yang menghadirkan pembangunan bagi desanya. Ia menegaskan pentingnya menjaga hasil program agar tetap bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami berjanji akan merawat semua hasil pembangunan TMMD ini. Karena ini bukan hanya bangunan, tetapi juga bentuk kepedulian TNI kepada desa kami,” ujar Wahidin.


Senada dengan itu, Camat Cisalak, Ida Halimah, S.Kep., Ns., M.A.P., menyampaikan apresiasi atas pembangunan fasilitas pendukung melalui program TMMD yang dinilai membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami merasa terbantu dengan kegiatan TMMD yang dilaksanakan di wilayah kami. Adanya tambahan fasilitas pendukung yang dibangun di desa ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ida Halimah.

Dukungan pemerintah desa dan kecamatan diharapkan dapat mendorong pemeliharaan hasil pembangunan secara berkelanjutan. Dengan keterlibatan pemerintah setempat dan masyarakat, fasilitas yang dibangun melalui TMMD ke-130 diharapkan terus memberikan manfaat bagi warga Desa Cupunagara.

Tim Wasev Apresiasi Capaian TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang


Radius 102 (Subang) - Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev), Brigjen TNI Edi Yusnandar, S.A.P., M.I.P., CFrA., CGCAE., mengapresiasi sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Sabtu (31/10/2026).

Dalam kunjungannya, ia menyampaikan bahwa capaian sasaran fisik TMMD telah mencapai 82 persen, sedangkan sasaran nonfisik mencapai 86 persen. Capaian tersebut dinilai positif di tengah tantangan cuaca musim penghujan yang memengaruhi pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Saya mengapresiasi kegiatan TMMD ke-130 ini yang melalui proses cukup panjang dan melibatkan TNI, Polri, serta masyarakat. Pesan saya, tertib administrasi, profesional dalam bekerja, dan lakukan yang terbaik,” ujar Brigjen TNI Edi Yusnandar.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang baik antara Dansatgas dengan seluruh unsur terkait agar pekerjaan selesai sesuai rencana. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat harus menjadi landasan dalam setiap pelaksanaan kegiatan.

Selain itu, ia berpesan agar hasil pembangunan TMMD dipelihara sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Personel Satgas juga diminta mengedepankan pendekatan humanis untuk memperkuat kedekatan TNI dengan rakyat.

“Satgas TMMD harus bisa mengambil hati dan pikiran rakyat. Laksanakan tugas dengan cara humanis dan menyentuh masyarakat, sehingga TNI semakin dicintai rakyat melalui program TMMD ini,” pesannya.

Melalui kunjungan evaluasi tersebut, diharapkan pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang dapat berjalan optimal hingga selesai, dengan hasil pembangunan fisik dan nonfisik yang memberikan manfaat nyata serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Cupunagara.

Perjuangan Belum Berakhir! Ahli Waris Sri Dwi Joko Tantang Putusan Sengketa Lahan Lewat PK.


BANGKA – Harapan memperoleh keadilan masih terus diperjuangkan ahli waris almarhum Sri Dwi Joko dan Rahmat Widodo dalam perkara sengketa lahan di kawasan Pantai Takari, Kabupaten Bangka. Melalui kuasa hukumnya, Armansyah, S.S., S.H., pihak ahli waris meminta Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) mengkaji dan meninjau kembali putusan perkara tersebut berdasarkan fakta hukum dan bukti-bukti baru yang diajukan.

Perjuangan hukum ini bukan perjalanan singkat. Sengketa lahan yang telah bergulir sejak 2020 hingga 2026 tersebut kini memasuki tahapan Peninjauan Kembali (PK), setelah kuasa hukum mengajukan permohonan melalui Pengadilan Negeri Sungailiat pada 4 Juni 2025.

Permohonan PK tersebut diajukan terhadap Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5058 K/Pdt/2024 tertanggal 14 November 2024.
Dalam perjalanan perkara ini, sebelumnya almarhum Sri Dwi Joko bersama ahli waris Rahmat Widodo juga telah membuat laporan polisi Nomor LP/B/89/V/2024 pada 13 Mei 2024, terkait dugaan pemalsuan tanda tangan dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP, dengan terlapor Yuli bin Jaharudin (almarhum).

Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi gugatan perdata yang diajukan pihak Dewi Hartati Pattiasina terhadap almarhum Sri Dwi Joko dan para ahli warisnya.

Hingga saat ini, Armansyah selaku kuasa hukum menyatakan tetap berkomitmen memperjuangkan hak-hak kliennya melalui jalur hukum. Ia berharap proses peradilan dapat berjalan secara objektif, transparan, dan berlandaskan fakta serta ketentuan hukum yang berlaku.

Dua Novum Menjadi Dasar Pengajuan PK
Dalam permohonan Peninjauan Kembali tersebut, pihak pemohon mengajukan dua bukti baru (novum) yang dinilai memiliki relevansi penting terhadap objek sengketa lahan Pantai Takari.

Pertama, dokumen yang berkaitan dengan status kawasan lahan yang dikuasai pihak Dewi Hartati Pattiasina. Menurut pihak pemohon, lokasi tersebut masuk dalam wilayah Pantai Takari yang berdasarkan Surat Keputusan Nomor SK.3924/MENLHK-PSKL/PSL.0/6/2018 tertanggal 7 Juni 2018, yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, merupakan bagian dari tanah negara.
Kedua, Putusan Praperadilan Pengadilan Negeri Pangkalpinang Nomor 1/Prapid/2025/PN Pkp yang berkaitan dengan laporan polisi Nomor LP/B/89/V/2024/SPKT/Polda Kepulauan Bangka Belitung tertanggal 13 Mei 2024, atas nama terlapor Yuli bin Jaharudin (almarhum).
Kedua dokumen tersebut menjadi bagian dari dasar permohonan PK yang diajukan pihak ahli waris. Kuasa hukum berharap majelis hakim Mahkamah Agung dapat memeriksa dan mempertimbangkan seluruh bukti tersebut secara menyeluruh dalam proses peninjauan kembali.

Minta Pengawasan Khusus, Sejumlah Lembaga Disurati. 

Tidak hanya menempuh jalur peradilan, kuasa hukum Armansyah juga menyampaikan surat permohonan pengawasan khusus kepada sejumlah lembaga negara.

Surat tersebut ditujukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas MA), Kejaksaan Agung, Kapolri, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk permintaan agar proses penanganan perkara mendapatkan perhatian dan pengawasan sesuai kewenangan masing-masing lembaga.
Perkara yang dimaksud tercatat dalam rangkaian Nomor 6/Akta PK/2025/PN Sgl jo. Nomor 52/Pdt.G/2023/PN Sgl jo. Nomor 10/PDT/2024/PT BBL jo. Nomor 5058 K/Pdt/2024.

Pihak kuasa hukum berharap tidak ada intervensi maupun kepentingan pihak mana pun dalam proses pemeriksaan PK tersebut. Mereka meminta agar majelis hakim Mahkamah Agung dapat mengambil keputusan secara independen berdasarkan fakta persidangan, alat bukti, dan ketentuan hukum yang berlaku.

Dugaan Mafia Tanah Dilaporkan ke Kejati Babel
Di sisi lain, ahli waris Rahmat Widodo juga telah melaporkan persoalan tersebut kepada Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung terkait dugaan praktik mafia tanah.

Dalam laporan tersebut, pihak ahli waris mempersoalkan keberadaan dan keabsahan dokumen kepemilikan lahan yang menurut mereka tidak tercatat di Desa Rebo maupun Kecamatan Sungailiat.

Mereka juga mempertanyakan bagaimana lahan yang diklaim sebagai bagian dari tanah negara di kawasan Pantai Takari dapat dikuasai, dipatok, hingga menjadi bagian dari objek sengketa yang kemudian diputus melalui proses peradilan.

Atas persoalan itu, ahli waris meminta aparat penegak hukum menelusuri seluruh dokumen, riwayat penguasaan tanah, serta proses administrasi yang berkaitan dengan objek sengketa.

Dugaan adanya keterlibatan oknum dalam persoalan tersebut juga menjadi hal yang diminta untuk ditelusuri lebih lanjut. Namun, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Berharap Mahkamah Agung Menjadi Pintu Terakhir Keadilan. 

Bagi ahli waris almarhum Sri Dwi Joko dan Rahmat Widodo, pengajuan PK bukan sekadar upaya melanjutkan proses hukum. Lebih dari itu, mereka berharap masih ada ruang untuk mendapatkan keadilan atas hak yang selama ini mereka perjuangkan.

Mereka mengaku merasa dirugikan dan berharap seluruh fakta serta bukti yang diajukan dapat dipertimbangkan secara objektif oleh majelis hakim Mahkamah Agung.
Armansyah, S.S., S.H. selaku kuasa hukum menyampaikan harapannya agar Mahkamah Agung benar-benar mengkaji, mengoreksi, dan meninjau kembali perkara tersebut dengan mempertimbangkan seluruh bukti yang diajukan.

Menurutnya, hukum harus menjadi tempat berlindung bagi setiap warga negara, termasuk masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam memperjuangkan hak-haknya.

Prinsip hukum Audi et alteram partem atau kewajiban mendengarkan kedua belah pihak menjadi penting dalam memastikan setiap pihak memperoleh kesempatan yang sama untuk menyampaikan fakta dan pembelaannya.
Demikian pula prinsip Ubi jus ibi remedium, yang mengandung makna bahwa di mana ada hak, di situ harus tersedia upaya hukum untuk memperjuangkannya.

Kini, harapan para ahli waris tertuju pada Mahkamah Agung Republik Indonesia. Mereka berharap proses PK dapat diperiksa secara cermat dan menghasilkan putusan yang berkeadilan bagi seluruh pihak.

Sebab, pada akhirnya, keadilan bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah dalam sebuah perkara, melainkan bagaimana hukum ditegakkan berdasarkan kebenaran, fakta, dan hati nurani.

(HR/TIM) 

Jaga Tradisi dan Budaya Masyarakat, Kapolresta Cirebon Pimpin Langsung Pengamanan Memayu Buyut Trusmi

CIREBON – Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan tradisi Memayu Buyut Trusmi yang berlangsung di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Minggu (1/11/2026). Sebanyak 361 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan budaya tahunan tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar.

Dalam pelaksanaannya, Kapolresta Cirebon didampingi Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman. Pengamanan melibatkan personel Polresta Cirebon, Polsek jajaran, Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Denpom III/3 Siliwangi, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon.

Sebelum kegiatan dimulai, Kapolresta Cirebon memimpin apel kesiapan, dilanjutkan dengan arahan pimpinan pasukan (APP) dan Tactical Wall Game (TWG) di halaman Mapolsek Weru. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel memahami tugas, tanggung jawab, pola pengamanan, serta langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.

Tradisi Memayu Buyut Trusmi merupakan warisan budaya turun-temurun masyarakat setempat yang dilaksanakan setiap tahun untuk menyambut datangnya musim hujan. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud pelestarian budaya sekaligus momentum mempererat kebersamaan dan gotong royong masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan menampilkan barisan pusaka, para sesepuh desa, serta pejabat daerah. Berbagai kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat turut ditampilkan, mulai dari ogoh-ogoh, pertunjukan tari tradisional, kerajinan batik, makanan khas Cirebon, hingga beragam kesenian musik tradisional maupun modern.

Arak-arakan budaya dimulai dari Kramat Buyut Trusmi, melintasi Jalan Buyut Trusmi, Jalan Syekh Datul Kahfi, Jalan Otista Weru, dan Jalan Panembahan, sebelum kembali ke kawasan Buyut Trusmi.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menegaskan bahwa pengamanan kegiatan budaya masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk mendukung pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kabupaten Cirebon.

"Melalui pengamanan ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat mengikuti dan menikmati seluruh rangkaian tradisi Memayu Buyut Trusmi dengan aman dan nyaman. Kami juga mengedepankan sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait agar kegiatan budaya masyarakat dapat berlangsung tertib dan kondusif," ungkapnya.

Selain pengamanan di sepanjang jalur arak-arakan, Polresta Cirebon bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Kapolresta Cirebon turut mengapresiasi seluruh personel gabungan dan masyarakat yang telah bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Berkat kesiapan personel, koordinasi lintas instansi, serta dukungan masyarakat, seluruh rangkaian tradisi Memayu Buyut Trusmi berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Kehadiran langsung Kapolresta Cirebon dalam pengamanan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan sekaligus mendukung keberlangsungan tradisi dan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan Kabupaten Cirebon.

(Agus Hermawan)

Ciptakan Wilayah Aman dan Kondusif Piket Koramil 02/Banjarsari Melaksanakan Patroli Malam



Uploaded Image

Surakarta - Piket Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serka Syukur melaksanakan Patroli malam bersama anggota linmas di seputaran Wilayah Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta, Sabtu (31/10/2026).

Ditegaskan Serka Syukur Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil 02/bjs bersama anggota linmas dengan sasaran tempat - tempat keramaian yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal serta obyek-obyek vital dan Tempat-tempat keramaian di wilayah kecamatan Banjarsari

Dalam patroli tersebut, Piket Koramil bersama anggota linmas selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga serta menghimbau keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan lingkungan disekitar.

Penulis : Arda 72

Memayu Buyut Trusmi Berlangsung Meriah, Bupati Imron Rosyadi Hadir Langsung di Tengah Warga

CIREBON, Minggu (01/11/2026) — Suasana riuh rendah penuh kehangatan menyelimuti kawasan Desa Trusmi Wetan (sering disebut Desa Trusmi), Kecamatan Weru serta wilayah sekitar Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, saat tradisi adat Memayu Buyut Trusmi yang dikenal luas sebagai Arak‑arakan atau Ider‑ideran digelar secara megah. Ribuan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Cirebon dan daerah tetangga tumpah ruah menyaksikan parade budaya turun‑temurun ini, sementara Bupati Cirebon H. Imron Rosyadi beserta jajaran pejabat daerah hadir langsung untuk turut menyaksikan serta memberikan dukungan terhadap pelestarian warisan leluhur tersebut.
 
Memayu Buyut Trusmi bukan sekadar karnaval biasa. Secara etimologi, kata "Memayu" berarti memperindah, merawat, serta memperbaiki; inti utama tradisi ini adalah ritual penggantian atap welit (anyaman alang‑alang) pada Kompleks Keramat Ki Buyut Trusmi, sekaligus ungkapan syukur dan doa menyambut datangnya musim hujan, memohon keselamatan, kelimpahan hasil bumi, serta kerukunan bagi seluruh masyarakat. Sejarah mencatat tradisi ini telah berlangsung turun‑temurun, sedangkan Ider‑ideran atau arak‑arakan menjadi semarak pengiring yang semakin memperkuat kebersamaan warga sejak puluhan tahun silam. 
 
Sejak pagi hari, jauh sebelum rombongan utama bergerak, warga sudah mulai berdatangan ke sepanjang jalur lintasan. Penonton memenuhi jalan‑jalan utama di sekitar Gapura Batik Trusmi, Jalan Buyut Trusmi, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Panembahan hingga kawasan Lampu Merah Plered.,  Di sepanjang rute tampak barisan pusaka, sesepuh adat, juru kunci keramat, pacuan kuda, tarian tradisional, musik tarling, barisan batik Trusmi, ogoh‑ogoh, hasil kerajinan, makanan khas Cirebon, serta kreativitas warga yang dihasilkan secara swadaya. ,  Rombongan bergerak beriringan dengan penuh tertib menelusuri jalur yang telah ditetapkan sebelum kembali menuju Kompleks Keramat Buyut Trusmi untuk dilanjutkan ke ritual inti Memayu. 
 
Kehadiran Bupati H. Imron Rosyadi dan jajaran pejabat menjadi titik emosional tersendiri bagi warga. Meski detail pidato resmi belum seluruhnya dirilis secara lengkap oleh panitia, kehadiran tersebut menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Cirebon terhadap warisan budaya lokal. Bagi masyarakat, kehadiran pemimpin daerah di tengah keramaian bukan hanya simbol kehadiran negara, melainkan penguatan semangat bahwa budaya Trusmi adalah kebanggaan bersama yang harus terus dijaga.
 
Untuk menjamin kelancaran dan keamanan, Polresta Cirebon, Satlantas, Dishub Kabupaten Cirebon serta Forkopimda telah menyiapkan rekayasa lalu lintas sejak dini hari. Imbauan telah disampaikan kepada pengendara yang akan melintasi jalur Pantura Plered agar memilih jalur alternatif guna menghindari kepadatan mulai pagi hingga sore hari. Personel gabungan bertugas mengatur arus penonton, menjaga jalur parade, serta memastikan seluruh rangkaian berjalan aman dan kondusif. 
 
Sebagai Warisan Budaya Tak Benda yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2025, Memayu Buyut Trusmi kini semakin dikenal luas, tak hanya sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai magnet pariwisata budaya dan penggerak UMKM lokal.  Sepanjang jalur parade tampak warung‑warung kecil, pedagang makanan khas, penjual batik dan kerajinan tangan yang ramai dikunjungi wisatawan maupun warga lokal. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi leluhur mampu hidup beriringan dengan kehidupan ekonomi masyarakat masa kini. 
 
Salah seorang warga yang hadir sejak pagi menyampaikan perasaan harunya: “Alhamdulillah suasana benar‑benar meriah sekali. Kami senang sekali melihat Bupati dan pejabat hadir langsung di tengah kami. Ini membuat kami semakin semangat untuk terus menjaga Memayu Buyut Trusmi agar tidak hilang ditelan zaman.”
 
Panitia adat dan juru kunci menyatakan bahwa arak‑arakan merupakan bagian awal dari rangkaian keseluruhan Memayu, sebelum dilanjutkan ke prosesi penggantian welit serta doa‑doa adat di Kompleks Keramat Buyut Trusmi.  Redaksi masih menunggu rilis resmi lengkap dari panitia adat, Disbudparpora Kabupaten Cirebon serta Pemerintah Kabupaten Cirebon terkait jadwal persis ritual inti, rincian rute penuh, serta nama lengkap seluruh pejabat yang hadir secara resmi.
 
Dengan berakhirnya arak‑arakan hari ini, harapan besar pun mengemuka: agar Memayu Buyut Trusmi tetap menjadi perekat persaudaraan masyarakat Cirebon, terus dijaga oleh generasi muda, dan senantiasa menjadi cermin kebesaran budaya tanah leluhur yang terus "semi" selamanya.

(Agus Hermawan)

Sabtu, 31 Oktober 2026

Satgas TMMD ke-130 Mulai Benahi Sarana Air Bersih Titik Keempat di Kampung Cilutung


Radius 102 (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang mulai mengerjakan sasaran sarana air bersih (SAB) titik keempat di Kampung Cilutung, Dusun 1, RT 03/RW 06, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Pekerjaan diawali dengan membongkar tempat penampungan air lama untuk selanjutnya diganti menggunakan bak toren yang telah didukung oleh TNI. Sabtu (31/10/2026).

Pembongkaran dilakukan sebagai bagian dari tahapan penataan sarana penampungan air agar dapat menggunakan fasilitas yang telah disiapkan. Anggota Satgas mulai bekerja di lokasi untuk mempersiapkan pemasangan bak toren sebagai bagian dari pembangunan sarana air bersih bagi masyarakat.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letda Inf Anggriawan Rizki, menjelaskan bahwa pengerjaan di titik keempat ini mulai dilaksanakan setelah Satgas sebelumnya berfokus pada pengerjaan sarana air bersih di empat titik lainnya.

“Setelah berfokus pada pengerjaan di titik-titik sebelumnya, sekarang kami mulai melaksanakan pekerjaan sarana air bersih di Kampung Cilutung. Tahap awal dilakukan dengan membongkar tempat penampungan air lama untuk mempersiapkan pemasangan bak toren yang telah didukung oleh TNI,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Dimulainya pekerjaan di Kampung Cilutung menjadi bagian dari upaya Satgas TMMD dalam memperluas dukungan penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat Desa Cupunagara. Setiap tahapan dikerjakan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Melalui program TMMD ke-130, Kodim 0605/Subang terus berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui pembangunan infrastruktur desa. Pengerjaan SAB di titik keempat ini diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan sarana penampungan air bersih bagi warga setempat setelah pembangunan selesai.

Musim Hujan Jadi Tantangan, Satgas TMMD ke-130 Tetap Lanjutkan Pembukaan Jalan di Cupunagara


Radius 102 (Subang) - Memasuki musim hujan, pengerjaan pembukaan jalan dalam program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, menghadapi tantangan kondisi tanah yang basah dan berlumpur. Meski demikian, anggota Satgas bersama masyarakat tetap melanjutkan pekerjaan demi mewujudkan akses jalan yang lebih baik. Sabtu (31/10/2026).

Kondisi tanah yang semakin lunak membuat proses pengerjaan membutuhkan upaya ekstra. Sepatu bot anggota Satgas tampak dipenuhi tanah yang menempel saat mereka bekerja di tengah medan berlumpur. Kondisi tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi personel dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur di wilayah dengan kondisi medan yang cukup berat.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letda Inf Anggriawan Rizki, mengatakan bahwa perubahan kondisi cuaca menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Memasuki musim hujan, kondisi tanah menjadi lebih basah dan berlumpur sehingga pengerjaan membutuhkan perhatian dan upaya ekstra. Meski demikian, kami tetap berupaya melanjutkan pekerjaan dengan memperhatikan kondisi medan dan keselamatan personel,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Pengerjaan jalan tersebut merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD ke-130, yakni pembukaan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter. Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat serta mendukung kelancaran aktivitas warga Desa Cupunagara.

Di tengah tantangan cuaca, semangat gotong royong antara Satgas TMMD dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam melanjutkan pembangunan. Melalui kerja sama dan penyesuaian terhadap kondisi lapangan, pengerjaan jalan diharapkan terus berjalan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Satgas TMMD ke-130 Siapkan Pengecoran Jembatan, Warga Cupunagara Turut Bergotong Royong


Radius 102 (Subang) - Pembangunan akses jalan dalam program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, terus berlanjut. Satgas TMMD bersama masyarakat kini melaksanakan persiapan pengecoran jembatan sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan akses jalan di wilayah tersebut. Sabtu (31/10/2026).

Berdasarkan dokumentasi kegiatan, anggota Satgas bersama warga terlihat menyiapkan bekisting dan merapikan rangka besi yang akan digunakan dalam pekerjaan pengecoran. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk mendukung pelaksanaan pembangunan jembatan agar berjalan sesuai rencana.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa persiapan dilakukan secara bertahap dengan mengoptimalkan tenaga Satgas dan dukungan masyarakat di lapangan.

“Persiapan ini merupakan bagian dari tahapan pembangunan jembatan untuk mendukung pembukaan akses jalan. Kami terus mengoptimalkan pengerjaan bersama masyarakat agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Dukungan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan fisik TMMD. Kepala Desa Cupunagara, Wahidin Hidayat, turut berupaya membantu kelancaran pekerjaan dengan mengerahkan warga untuk bergotong royong pada setiap titik pembangunan fisik sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kami dari pemerintah desa berupaya mendukung pelaksanaan TMMD dengan mengajak dan mengerahkan warga untuk membantu pengerjaan di setiap titik sasaran fisik. Harapannya, pembangunan ini berjalan lancar dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Wahidin Hidayat.

Program pembukaan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter menjadi salah satu sasaran utama TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang. Melalui pembangunan yang dikerjakan bersama TNI dan masyarakat, aksesibilitas warga di Desa Cupunagara diharapkan semakin baik sehingga dapat menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari.

Pengecatan Berlanjut, Rumah Emak Ruhimah Kian Menunjukkan Perubahan


Radius 102 (Subang) - Perubahan rumah tidak layak huni (Rutilahu) milik Emak Ruhimah dan Ibu Casmita di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, semakin terlihat. Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus melanjutkan pengerjaan rehabilitasi, salah satunya melalui pengecatan rumah, Sabtu (31/10/2026).

Dengan penuh semangat, anggota Satgas mengerjakan pengecatan pada bagian rumah yang telah direhabilitasi. Tahapan ini menjadi bagian dari upaya menyempurnakan hasil perbaikan agar hunian terlihat lebih rapi dan nyaman bagi penghuninya.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pengerjaan Rutilahu terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan tempat tinggal masyarakat.

“Pengecatan ini menjadi salah satu tahapan untuk menyempurnakan hasil rehabilitasi rumah. Kami terus berupaya agar rumah yang dikerjakan dapat memberikan kenyamanan lebih baik bagi penghuninya,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Perubahan rumah tersebut membawa kebahagiaan bagi Emak Ruhimah. Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan Satgas TMMD untuk memperbaiki tempat tinggalnya.

“Alhamdulillah, rumah Emak sekarang semakin bagus. Emak sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu memperbaiki rumah Emak. Semoga semua anggota Satgas TMMD selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas,” tutur Emak Ruhimah.

Melalui program TMMD ke-130, Kodim 0605/Subang terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Cupunagara. Rehabilitasi Rutilahu menjadi salah satu wujud kepedulian TNI dalam membantu mewujudkan hunian yang lebih layak bagi warga.

Salat Jumat Bersama Warga, Satgas TMMD ke-130 Pererat Silaturahmi di Cupunagara


Radius 102 (Subang) - Di sela-sela pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130, anggota Satgas TMMD Kodim 0605/Subang melaksanakan Salat Jumat berjemaah bersama masyarakat di Masjid Baitul Rahman, Kampung Cilutung, Dusun 1, RT 03/RW 06, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ibadah bersama ini menjadi salah satu bentuk kedekatan prajurit TNI dengan masyarakat setempat. Melalui kebersamaan di masjid, hubungan antara Satgas TMMD dan warga terus terjalin dalam suasana kekeluargaan.

Kehadiran anggota Satgas di tengah masyarakat juga mencerminkan bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi turut mempererat hubungan sosial dan kebersamaan dengan warga.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa kegiatan ibadah bersama masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan antara prajurit dan warga.

“Melalui Salat Jumat berjemaah ini, kami berharap silaturahmi antara anggota Satgas dan masyarakat semakin erat. Kebersamaan seperti ini menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan TMMD di Desa Cupunagara,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Kebersamaan tersebut diharapkan terus terpelihara selama pelaksanaan TMMD ke-130, sehingga hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat semakin kuat dalam mendukung pembangunan serta kemajuan Desa Cupunagara.

Lapas Pasir Pangarayan Gelar Nobar Film “Agak Laen” bagi Warga Binaan

Rokan Hulu-Pasir Pengaraian.Media radius102.com Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan hiburan positif bagi warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Agak Laen pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan berlangsung di area ruang kunjungan Lapas Pasir Pangarayan.

Kegiatan nobar ini merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada warga binaan guna memberikan suasana hiburan dan penyegaran di tengah pelaksanaan pembinaan di dalam lapas. Pelaksanaannya akan dilakukan secara rutin setiap minggu dengan sistem bergantian bagi masing-masing kamar hunian.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka.KPLP), Freddy Rinadi Siregar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dijadwalkan setiap hari Sabtu dengan melibatkan dua kamar hunian secara bergantian setiap minggunya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pelayanan tambahan kepada warga binaan, salah satunya dengan menghadirkan hiburan melalui kegiatan nonton bareng. Pelaksanaannya akan dijadwalkan setiap hari Sabtu dengan mengikutsertakan dua kamar hunian secara bergantian setiap minggunya, sehingga seluruh warga binaan mendapatkan kesempatan yang sama,” ujar Freddy.

Lebih lanjut, Freddy menegaskan bahwa meskipun kegiatan ini bersifat hiburan, aspek keamanan dan ketertiban tetap menjadi prioritas utama. Selama kegiatan berlangsung, pengawasan melekat dilakukan oleh regu pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan berharap dapat menghadirkan suasana yang lebih positif bagi warga binaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan yang humanis, aman, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak warga binaan.

      Jurnalis : radius102.com Rohul
       ( I.Marpaung ).

Subuh Bersama Masyarakat, Kapolresta Cirebon Perkuat Silaturahmi dan Komitmen Jaga Kamtibmas


CIREBON – Mengawali aktivitas dengan ibadah dan mempererat kedekatan bersama masyarakat, Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan Shalat Subuh Keliling berjamaah bersama masyarakat di Masjid Al-Raudlah, Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polresta Cirebon untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, ulama, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolresta Cirebon hadir langsung bersama sejumlah pejabat utama (PJU) dan personel Polresta Cirebon. Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah masyarakat melalui kegiatan keagamaan ini menjadi wujud pendekatan humanis Polri dalam membangun kepercayaan serta menciptakan rasa aman dan nyaman.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. Imara Utama menyampaikan bahwa Shalat Subuh Keliling bukan sekadar kegiatan ibadah bersama, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, menyerap aspirasi, serta membangun kebersamaan antara Polri dan masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Polri bukan hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat yang senantiasa membangun kebersamaan, menjaga persaudaraan, dan memberikan pelayanan terbaik," ujar Imara.

Ia juga menegaskan bahwa Polresta Cirebon berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing, meningkatkan kepedulian terhadap situasi sekitar, serta tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, melainkan tanggung jawab kita bersama," tegasnya.

Kapolresta Cirebon juga berharap komunikasi dan hubungan baik antara kepolisian dengan masyarakat, khususnya para ulama dan tokoh agama, dapat terus terjalin sehingga setiap potensi permasalahan di lingkungan masyarakat dapat diantisipasi sejak dini.

Sebagai bentuk konsistensi dalam memperkuat kedekatan dengan masyarakat, kegiatan Shalat Subuh Keliling tersebut juga dilaksanakan secara serentak oleh para pejabat utama dan 27 Kapolsek jajaran Polresta Cirebon di wilayah hukum Polresta Cirebon.

Melalui kegiatan ini, Polresta Cirebon terus mengedepankan pendekatan religius dan humanis sebagai bagian dari upaya memelihara kamtibmas, memperkuat persatuan, serta mewujudkan lingkungan masyarakat Kabupaten Cirebon yang aman, damai, dan kondusif.

(Agus Hermawan)