Acara Ngobeng Di Buyut Trusmi, Tradisi Buka Sirap

Media Buser Polkrim

Media Buser Polkrim
Membangun Bangsa Melalui Informasi

Berita Terkini

Polsek Ujung Batu Evakuasi Penemuan Mayat Bayi Perempuan di Pinggir Sungai Rokan

ROKAN HULU. Ujungbatu Rokan. Media Radius 102 Com.         Warga Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hul...

Postingan Populer

Senin, 01 Juni 2026

Acara Ngobeng Di Buyut Trusmi, Tradisi Buka Sirap


 
Cirebon, Radius 102 Com,– Warga Desa Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, kembali merayakan warisan leluhur yang sangat berharga. Hari ini, berlangsung khidmat dan meriah acara Ngobeng Buyut yang dilengkapi dengan tradisi pembukaan sirap di kompleks makam para leluhur Desa Trusmi. Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat untuk menjaga nilai budaya, mempererat persaudaraan, serta memohon berkah dan keselamatan bagi seluruh warga, hari Senin tgl,1/6/2026.
 
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan kedatangan warga dari berbagai penjuru, mulai dari warga asli Trusmi hingga mereka yang kini bermukim di luar daerah, namun tetap memiliki ikatan darah dan sejarah dengan desa ini. Suasana terasa sakral namun hangat, dihiasi dengan pakaian adat dan kemeriahan yang menjadi ciri khas budaya Cirebon.
 
Puncak acara berlangsung saat prosesi pembukaan sirap makam para Buyut atau leluhur desa. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada para pendiri dan pembangun Desa Trusmi. Pembukaan sirap dilakukan secara berurutan dan penuh tata cara yang diwariskan turun-temurun, dipimpin oleh para tetua adat dan tokoh agama setempat. Prosesi ini dimaknai sebagai momen "bertemu kembali" dengan leluhur, mempersembahkan doa, serta melapangkan jalan agar doa-doa warga sampai kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui perantara para orang suci tersebut.
 
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Acara menyampaikan bahwa Ngobeng Buyut dan Buka Sirap bukan sekadar seremonial belaka. "Ini adalah kewajiban kami sebagai keturunan dan warga Trusmi untuk tidak melupakan asal-usul. Tradisi ini adalah jembatan yang menyambungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Melalui acara ini, kami berharap desa Trusmi senantiasa dijauhkan dari marabahaya, diberi kelimpahan rezeki, dan masyarakatnya hidup rukun serta sejahtera," ujarnya.
 
Selain prosesi sakral, acara ini juga diisi dengan pembacaan doa bersama, zikir, dan tausiyah yang mengingatkan pentingnya menjaga persatuan. Kehadiran para tokoh masyarakat, pejabat setempat, serta ribuan warga menunjukkan bahwa semangat melestarikan budaya di Trusmi masih sangat kuat.
 
Bagi warga Desa Trusmi, tradisi ini juga menjadi ajang silaturahmi terbesar di tahun ini. Banyak warga yang sudah lama tidak bertemu akhirnya bisa berkumpul kembali, berbagi kabar, dan mempererat tali persaudaraan yang mungkin sempat renggang.
 
Acara Ngobeng Buyut dan Buka Sirap Trusmi diakhiri dengan doa penutup dan harapan agar tradisi ini terus lestari di tangan generasi penerus. Warga berkomitmen untuk terus menjaga warisan budaya ini, agar nama baik dan kemakmuran Desa Trusmi yang dikenal sebagai pusat kerajinan batik dan pusat peradaban di Cirebon ini tetap terjaga dan semakin dikenal luas.
 
Dengan terselenggaranya acara ini, kembali ditegaskan bahwa budaya dan agama adalah dua hal yang tidak terpisahkan bagi masyarakat Trusmi, pungkasnya.

((A, Rahmat))

0 comments:

Posting Komentar