Wakil Ketua DPRD Jawabarat Ono Surono Tinjau Proyek Peningkatan Jalan Indramayu - Jatibarang

Media Buser Polkrim

Media Buser Polkrim
Membangun Bangsa Melalui Informasi

Berita Terkini

Rekontruksi jalan Pondoh - Junyinyuat Dengan Pagu Anggaran Rp 1.920.031.000 Dari APBD Indramayu Menuai Sorotan

Indramayu,Sergaptarget.com Proyek rekonstruksi dan pelebaran Jalan Pondoh - Juntinyuat Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu...

Postingan Populer

Minggu, 14 Juni 2026

Wakil Ketua DPRD Jawabarat Ono Surono Tinjau Proyek Peningkatan Jalan Indramayu - Jatibarang





Indramayu, Sergaptarget.com
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, meninjau langsung progres pembangunan Jalan Indramayu–Jatibarang yang berada di Desa Jatisawit, Kecamatan Jatibarang, Sabtu 13 - 6 - 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Ono yang didampingi wakil ketua DPRD indramayu Sirojudin menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan proyek yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama DPRD Jawa Barat. Menurutnya, pembangunan jalan berjalan sesuai harapan dan diharapkan mampu mengatasi berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Jalan yang sebelumnya kerap mengalami kerusakan akibat  banjir kini tengah dibangun menggunakan konstruksi dua lapis cor beton. Selain itu, badan jalan  guna mengurangi dampak luapan sungai yang sering menyebabkan genangan yang mempercepat kerusakan jalan.

“Peninggian jalan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap banjir yang kerap terjadi akibat luapan sungai. Nantinya, jalan juga akan dilengkapi dengan saluran drainase di sisi kanan dan kiri agar aliran air lebih lancar,” ujar Ono.

Ia menambahkan, Pemprov Jawa Barat tidak hanya fokus pada perbaikan ruas Jalan Indramayu–Jatibarang. Program peningkatan infrastruktur jalan juga akan dilanjutkan pada ruas jalan Widasari Indramayu –Jatitujuh,  Majalengka, yang merupakan akses strategis menuju BIJB. 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Sirojudin, mengatakan wilayah Jatisawit dan Pekandangan selama ini menjadi kawasan yang rawan banjir. Bahkan, genangan kerap terjadi meskipun tidak turun hujan di wilayah tersebut karena dipengaruhi luapan air dari daerah lain.

Untuk itu, Ono menegaskan bahwa setelah pembangunan jalan rampung, langkah berikutnya  adalah normalisasi sungai. Upaya tersebut dinilai penting agar penanganan banjir tidak hanya dilakukan pada infrastruktur jalan, tetapi juga menyentuh akar permasalahan yang menyebabkan genangan berulang.

“Perbaikan jalan harus dibarengi dengan penanganan sistem drainase dan normalisasi sungai agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.

(Nana. S)

0 comments:

Posting Komentar