Modern -Advanced Agricultural System Di Kabupaten Indramayu

Media Buser Polkrim

Media Buser Polkrim
Membangun Bangsa Melalui Informasi

Berita Terkini

Modern -Advanced Agricultural System Di Kabupaten Indramayu

INDRAMAYU, – Program Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Indramayu mencatatkan capaian positif p...

Postingan Populer

Sabtu, 29 Agustus 2026

Modern -Advanced Agricultural System Di Kabupaten Indramayu

INDRAMAYU, – Program Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Indramayu mencatatkan capaian positif pada panen perdana di Blok Suket Baju, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi. Berdasarkan hasil pengukuran ubinan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu, produktivitas padi di kawasan tersebut menembus angka rata-rata 10,45 ton per hektare.
.
Kepala BPS Kabupaten Indramayu, Januarto Wibowo, mengungkapkan bahwa angka tersebut diperoleh dari pengukuran di lima titik ubinan dengan varietas dan kelompok tani yang berbeda. Rinciannya, Kelompok Tani Tani Makmur dengan varietas Ciherang mencatat hasil tertinggi sebesar 12,35 ton per hektare. Sementara itu, tiga kelompok tani yang menggunakan varietas Inpari 32, yakni Bina Tani 2 menghasilkan 8,44 ton, Bina Tani 3 mencatat 9,09 ton dan 11,74 ton, serta Bina Tani 4 mencapai 10,65 ton per hektare.
.
“Jika dirata-ratakan, hasilnya sangat istimewa, yaitu 10,45 ton per hektare,” kata Januarto saat menghadiri kegiatan panen dan penyampaian hasil ubinan, Rabu (28/8/2026). Ia menambahkan, pengukuran ini dipantau secara berkala melalui metode Kerangka Sampel Area (KSA) mulai dari fase vegetatif hingga luas panen.
.
Peningkatan signifikan ini juga diakui oleh Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat, Detia Tri Yunandar.
.
Menurutnya, lahan PM-AAS yang semula hanya menghasilkan 3 hingga 6 ton per hektare kini mampu melesat hingga kisaran 10 ton berkat dukungan mekanisasi pertanian. Proyek yang dimulai sejak Mei 2026 ini disokong oleh fasilitas 11 unit pompa, 8 unit irigasi perpompaan, 1 unit combine harvester, serta 1 unit drone sprayer.
.
Meski implementasi teknologi modern menaikkan biaya produksi dari Rp15 juta menjadi Rp20 juta per hektare, Detia kalkulasi bahwa para petani tetap meraup keuntungan besar. Potensi tambahan pendapatan bersih petani diperkirakan berkisar antara Rp24 juta hingga Rp32 juta per hektare, tergantung pada fluktuasi harga gabah di pasaran yang saat ini berada di rentang Rp6.500 hingga Rp8.500 per kilogram.
.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyampaikan apresiasinya karena realisasi panen ini berhasil melampaui target awal pemerintah daerah sebesar 8 ton per hektare.
.
“Alhamdulillah berkah. Ternyata saat diukur langsung oleh BPS, kita bisa menembus angka di atas 10 ton,” ujar Lucky. Ia berharap keberhasilan ini mampu mengikis skeptisisme para petani lokal dan memotivasi mereka untuk mulai membuka diri terhadap adopsi teknologi pertanian modern demi ketahanan pangan yang lebih terukur.
 (MHR Kabiro)

0 comments:

Posting Komentar