Indramayu, Sergaptarget.com Ahir - Ahir ini Marak kasus hilangnya puluhan water meter atau meteran air PDAM di Indramayu, Hal ini menjadi perhatian serius. Pihak Perumdam Tirta Darma Ayu menyebut kejadian ini sebagai peristiwa luar biasa karena jumlah kehilangan yang tidak sedikit.
Manajer Humas Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu, Budhi Suprihatin, menerangkan hingga saat ini laporan kehilangan datang dari sejumlah wilayah,
“Untuk sementara sudah ada beberapa wilayah yang melapor seperti di Jatibarang ada 18 buah, Lohbener lebih dari 5 buah, terus Kandanghaur juga, tapi jumlah totalnya saat ini belum tahu karena sekarang masih berjalan pendataan dan belum masuk ke kita,” kata Budhi kepada awak media Senin (13/4/2026).
Budhi menilai, maraknya kehilangan meteran air ini perlu segera diantisipasi agar tidak semakin meluas. Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya pelanggan Perumdam, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Karenanya kami juga mengimbau pelanggan untuk mencegah hilangnya water meter yang sedang marak terjadi ini,” ujarnya.
Selain itu, Budhi meminta para korban segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Menurutnya, laporan resmi sangat penting untuk mempercepat proses pengungkapan kasus sekaligus menjadi syarat penggantian meteran yang hilang terangnya.
Kehilangan meteran air tidak hanya merugikan pelanggan, tetapi juga berdampak pada layanan. Pasalnya, aliran air ke rumah pelanggan akan terputus, sementara air dari pipa yang dipotong pelaku bisa terbuang sia-sia.
Budhi menjelaskan, sesuai regulasi, meteran air yang terpasang di rumah pelanggan merupakan aset Perumdam yang dipinjamkan. Dengan demikian, jika terjadi kehilangan, maka menjadi tanggung jawab pelanggan.
Untuk itu sekali lagi saya meminta kepada pelanggan untuk bisa sama-sama antisipasi jangan sampai kejadian ini kembali terjadi,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar pelanggan tidak menyambung sendiri pipa yang terpotong akibat pencurian meteran. Tindakan tersebut bisa berujung pada sanksi karena dianggap sebagai pemakaian air ilegal.
“Kasian pelanggan, sudah mah water meternya hilang,tapi kalau mereka menyambungnya sendiri, bisa dikenakan sanksi pemakaian air secara ilegal,” jelas Budhi.
Saat ini, masing-masing unit wilayah terdampak telah melaporkan kejadian tersebut ke polsek setempat. Sementara pihak Perumdam pusat masih menunggu rekap laporan lengkap jumlah yang hilang untuk selanjutnya dikonsultasikan dengan Polres Indramayu.
“kita di pusat saat ini menunggu laporan semua masuk untuk kemudian kita coba konsultasikan dengan Polres Indramayu agar kejadian ini bisa diantisipasi dan tidak terus terjadi tutupnya.
(Nana. S)



0 comments:
Posting Komentar