Dugaan Penganiayaan di PT Sawit Asahan Indah : Warga Mengaku Dipukuli dan Ditendang Hingga Tak Berdaya dan Tak Sadarkan Diri

Media Buser Polkrim

Media Buser Polkrim
Membangun Bangsa Melalui Informasi

Berita Terkini

Dugaan Penganiayaan di PT Sawit Asahan Indah : Warga Mengaku Dipukuli dan Ditendang Hingga Tak Berdaya dan Tak Sadarkan Diri

ROKAN BULU. Media Radius 102 Com. Rabu tgl 3 Juni 2026.        Seorang warga Desa Sei Kuning berinisial SR mengaku menjadi kor...

Postingan Populer

Rabu, 03 Juni 2026

Dugaan Penganiayaan di PT Sawit Asahan Indah : Warga Mengaku Dipukuli dan Ditendang Hingga Tak Berdaya dan Tak Sadarkan Diri


ROKAN BULU.
Media Radius 102 Com.
Rabu tgl 3 Juni 2026. 
      Seorang warga Desa Sei Kuning berinisial SR mengaku menjadi korban tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah petugas keamanan PT Sawit Asahan Indah (SAI). Kejadian tersebut bermula saat SR tertangkap tangan yang diduga hendak mencuri Tandan Buah Sawit Segar (TBS) kelapa sawit di areal perkebunan perusahaan.

      Peristiwa tersebut disebutkan terjadi di Afdeling Juliet Blok 13 PT SAI, tepatnya pada hari Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. SR baru bisa dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros sekitar pukul 23.30 WIB atau berselang lebih dari 8 jam setelah kejadian.

      Saat ditemui wartawan dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Awal Bros, SR menceritakan kronologi mengerikan yang ia alami setelah diamankan oleh petugas. Ia mengaku mendapatkan perlakuan kekerasan fisik secara langsung."Ungkapnya.

      “Setelah saya tertangkap dan diborgol oleh empat orang security, mereka langsung memukuli bagian punggung, kepala, dan kaki saya,” ungkap SR dengan nada masih merasakan rasa sakit.

      Bukan hanya pemukulan biasa, SR juga mengaku menerima tindakan kekerasan yang jauh lebih berat dari salah satu petugas keamanan yang ia kenal berinisial JM. Menurutnya, petugas tersebut melakukan tindakan yang membahayakan nyawanya.

      “Salah satu security yang saya kenal dengan inisial JM menendang bagian dada saya beberapa kali hingga saya sesak napas dan tak sadarkan diri,” beber SR menceritakan kembali peristiwa tersebut.

      Yang lebih memilukan, menurut pengakuan SR, meskipun dirinya sudah berkali-kali memohon ampun dan meminta pertolongan agar dihentikan, tindakan kekerasan itu justru terus berlanjut. Ia baru dibawa ke Poliklinik PT SAI setelah waktu Magrib tiba.

      “Meski saya sudah minta ampun dan minta tolong, saya tetap dihajar oleh mereka. Baru setelah usai Maghrib saya dilarikan ke Poliklinik PT SAI,” katanya.

      Selain mengalami kekerasan fisik, SR juga mengaku dibatasi hak komunikasinya. Selama berada dalam pengamanan pihak perusahaan, ia sama sekali tidak diperbolehkan menghubungi atau memberi kabar kepada keluarganya.

      Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media terkait tudingan penganiayaan ini, Kepala Pengamanan PT SAI yang akrab disapa Kasat enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia menyatakan belum memiliki wewenang untuk berbicara kepada publik.

      “Saya belum berani memberikan keterangan sebelum mendapat izin dari pimpinan atau CDO,” ujarnya singkat dan padat.


       Jurnalis : Kabiro Radius 102 Com.Rohul.
          ( Ismail Marpaung ).

0 comments:

Posting Komentar