Indramayu, Sergaptarget.com Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol (TRIK) Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) melakukan aksi nyata dalam memajukan mutu pendidikan daerah. Mereka berkolaborasi dengan SMKN 1 Sindang dalam mengembangkan Trainer Kit IoT Simulator.
Perangkat inovatif ini ditujukan untuk mendukung kegiatan pembelajaran berbasis Internet of Things (IoT) pada Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi.
Langkah strategis ini berawal dari kunjungan tim Polindra ke SMKN 1 Sindang untuk melakukan diskusi mendalam. Kunjungan ini sekaligus bertujuan mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran dasar pengukuran berbasis teknologi masa kini.
Dari hasil pembahasan tersebut, kedua belah pihak menyepakati pentingnya alat bantu praktik yang mampu memperkenalkan konsep IoT secara lebih aplikatif serta mudah dipahami oleh siswa.
Wujud Nyata Sinergi Pendidikan Vokasi
Menindaklanjuti hasil diskusi, tim dosen dan mahasiswa Polindra bergerak cepat merancang dan memproduksi Trainer Kit IoT Simulator. Alat ini merupakan perangkat pembelajaran khusus yang mensimulasikan sistem pengukuran serta monitoring berbasis internet.
Peluncuran alat ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Ketua Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, jajaran guru, siswa, serta tim akademisi dari Polindra.
“Trainer ini diharapkan dapat menjadi sarana efektif untuk mengenalkan konsep IoT secara praktis kepada para siswa,” ungkap Bagus Dharmawan Hadi, salah satu dosen tim Polindra kepada awak media, Selasa (30/06/2026).
Pelatihan Interaktif: Belajar IoT dengan Cara Menyenangkan
Tidak sekadar menyerahkan alat, tim Polindra juga menggelar pelatihan intensif penggunaan Trainer Kit IoT Simulator kepada guru dan siswa SMKN 1 Sindang. Pelatihan ini mencakup pengenalan konsep dasar IoT, tata cara pengoperasian trainer, hingga praktik langsung mengendalikan sistem secara daring.
Para siswa tampak sangat antusias mengikuti jalannya pelatihan. Mereka mencoba langsung berbagai fitur unggulan, seperti:
Menghubungkan sensor ke sistem utama.
Membaca dan menganalisis data secara real-time.
Mengakses tampilan monitoring lewat aplikasi berbasis web.
“Alhamdulillah, hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari dosen-dosen Polindra ini sangat bermanfaat bagi SMKN 1 Sindang. Alat ini menjadi media pembelajaran yang sangat interaktif pada mata pelajaran IoT,” ujar Laili Ani Jumala, S.Kom., guru Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi SMKN 1 Sindang.
Harapan Keberlanjutan dan Inovasi Bersama
Apresiasi senada juga datang dari pihak manajemen program keahlian sekolah setempat. Sinergi ini diharapkan menjadi keran pembuka untuk program-program lanjutan yang lebih besar ke depannya.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim Polindra atas dukungannya. Semoga kerja sama ini dapat dikembangkan lebih jauh, khususnya dalam aspek pengembangan perangkat pembelajaran dan riset berbasis IoT,” pungkas Iip Arif Fadillah, S.Kom., Kepala Program Keahlian Tehnik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi SMKN 1 Sindang.
Kolaborasi ini adalah cermin nyata suksenya vokasi antara pendidikan tinggi dengan SMK langkah bersama ini berhasil membangun ekosistem yang inovatif, relevan serta siap menjawab tantangan di era digital.
(Nana. S)





