All Posts | Radius 102

Media Buser Polkrim

Media Buser Polkrim
Membangun Bangsa Melalui Informasi

Berita Terkini

Pinjam Motor Lalu Digadaikan, Pria di Rambah Samo Ditangkap Polsek Rambah Samo

Rokan Hulu.Media radius102.com Polsek Rambah Samo, Polres Rokan Hulu, mengungkap kasus dugaan tindak pidana penggelapan sepeda m...

Postingan Populer

Senin, 26 Oktober 2026

Ditemukan Dua Orang Pria Pinsan di Pinggir jln Lagi Membutuhkan Bantuan Untuk Perbuatan Medis Senin 26 Oktober 2026


PEKAN BARU-radius 102.com.Dua org pria Pinsan,ditemukan di pinggir jalan.lagi membutuhkan Bantuan Untuk segera dibawa ke puskesmas terdekat.

Bagi rekan rekan yg mengenal saudara kita ini mohon hubungi nomor 085266781921.kerna mereka berdua SDH lagi dirawat.

      ( J.P ).

Polisi Peduli Pengangguran, Polres Indramayu Buka Jalan Bagi Warga Korban PHK Kembali Bekerja



INDRAMAYU –Radius102.com Kehilangan pekerjaan bukan berarti kehilangan masa depan. Semangat untuk kembali bangkit dan memperoleh kesempatan kerja menjadi pesan utama dalam pembukaan pelatihan vokasi bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) Polres Indramayu.

Sebanyak 100 peserta mendapat kesempatan mengikuti program peningkatan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal untuk kembali memasuki dunia kerja maupun merintis usaha mandiri.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P.M., S.I.K., M.Si., di Aula Atmaniwedhana Polres Indramayu, Senin (26/10/2026).

Tak hanya membuka pelatihan, Kapolres juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, AKBP Prianggo menyampaikan kehilangan pekerjaan merupakan tantangan yang tidak mudah bagi seseorang maupun keluarganya.

Namun, kondisi tersebut diharapkan tidak mematahkan semangat para pekerja untuk kembali bangkit dan menata masa depan.

Kapolres menekankan bahwa pengalaman menghadapi PHK dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan kemampuan, mempelajari keterampilan baru, dan membuka peluang yang sebelumnya belum pernah dicoba.

Menurutnya, pelatihan vokasi bukan sekadar kegiatan memberikan keterampilan teknis, tetapi merupakan investasi sumber daya manusia agar masyarakat memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing sesuai kebutuhan dunia kerja.

Kapolres juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin, sungguh-sungguh, dan penuh semangat.

Para peserta diharapkan tidak merasa rendah diri karena pernah mengalami PHK, melainkan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Melalui Program POLIRAN, peserta disiapkan untuk memperoleh keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai modal mencari pekerjaan atau mengembangkan usaha.

Bidang pelatihan yang tercantum dalam rencana pelaksanaan meliputi pembuatan espresso dan latte art, menjahit menggunakan mesin single needle, digital marketing dasar, serta penanganan refrigeran atau keterampilan teknisi AC.

Keempat bidang tersebut dipilih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan peserta agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia usaha dan industri.

Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada pekerja terdampak PHK untuk memulai langkah baru sesuai minat dan keterampilan yang dikembangkan.

Sementara Kasat Binmas Polres Indramayu Iptu Tasim menjelaskan, Program POLIRAN merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, khususnya pengangguran akibat PHK.

Menurutnya, tugas Polri tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga membangun kemitraan untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, Polres Indramayu menggandeng Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu serta memperoleh dukungan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat dan Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Drs. Aan Hendrajana, M.Si., yang mewakili Bupati Indramayu, Kepala BBPKK Bandung Barat Aris Budiyanto, S.ST., M.Si., Kepala Dinas Tenaga Kerja Indramayu Endang Ismiati, S.STP., M.Si., serta Kepala BPVP Bandung Barat Iman Riswandi, S.T., M.T.

Dalam rangkaian acara, Kapolres menyerahkan pakaian pelatihan secara simbolis kepada perwakilan peserta dan melepas mereka untuk mengikuti tahapan pelatihan vokasi.

AKBP Prianggo menekankan pentingnya keberlanjutan Program POLIRAN agar manfaatnya tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan pelatihan.

Beliau berharap kerja sama lintas instansi dapat dilanjutkan melalui penyediaan informasi lowongan kerja, fasilitasi pemagangan, peluang penempatan tenaga kerja, hingga pendampingan bagi peserta yang ingin membangun usaha sendiri.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, pelatihan vokasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Melalui peningkatan kompetensi, peserta diharapkan mempunyai kesempatan lebih luas untuk kembali bekerja, meningkatkan produktivitas, maupun mengembangkan usaha mandiri.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat "Polisi Bersama Masyarakat”.

Bagi para pekerja yang pernah kehilangan mata pencaharian, kesempatan belajar keterampilan baru diharapkan menjadi awal untuk kembali melangkah.

Sebab, di balik setiap kehilangan pekerjaan, masih ada peluang untuk bangkit, mengembangkan kemampuan, dan membangun masa depan yang lebih baik. Pungkasnya. MHR 

Pasir Pangarayan Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026


Rokan Hulu-Pasir Pangarayan.Media radius102.com Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 yang dilaksanakan di halaman Polres Rokan Hulu, Senin (26/10/2026).

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, diwakili oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm. Kamtib), Moch. Subhan Zakaria, untuk mengikuti kegiatan apel tersebut.

Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Kapolres Rokan Hulu, AKBP Emil Eka Putra. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 dalam rangka mendukung terciptanya ketertiban dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kabupaten Rokan Hulu.

Kehadiran perwakilan Lapas Pasir Pangarayan merupakan bentuk dukungan terhadap sinergi antarinstansi, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing instansi di Kabupaten Rokan Hulu.

Kalapas Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, melalui Kasi Adm. Kamtib Moch. Subhan Zakaria, menyampaikan bahwa koordinasi dan sinergi antarinstansi merupakan hal penting dalam mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap sinergi dan koordinasi antarinstansi semakin kuat. Lapas Pasir Pangarayan mendukung upaya bersama dalam mewujudkan keamanan, ketertiban, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait demi mendukung terciptanya kondisi wilayah Rokan Hulu yang aman dan kondusif.

       Jurnalis : radius102.com Rohul
      ( I.Marpaung ).

Kecewa Mediator Hendri Dinilai Memihak Pengusaha, DPD LSM PENJARA Riau Bakal Gelar Demo Besar-besaran

       
PEKAN BARU-RIAU.radius102.com Kecewa Mediator Hendri Dinilai Memihak Pengusaha, DPD LSM PENJARA Riau Bakal Gelar Demo Besar-besaran Pekanbaru - Kota Pekanbaru - Riau | Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara (DPD LSM PENJARA) Provinsi Riau menyatakan sikap tegas akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau dalam waktu dekat. Langkah ini diambil menyusul kekecewaan mendalam terhadap pelayanan mediasi terkait sengketa ketenagakerjaan buruh kebun.

Ketegangan memuncak saat sepuluh anggota DPD LSM PENJARA Riau, didampingi langsung oleh Ketua DPD dan Penasehat Hukum, mendatangi Kantor Disnakertrans Provinsi Riau pada Senin (26/10/2026). Kedatangan rombongan ini bertujuan untuk mempertanyakan kepastian nasib serta memperjuangkan hak-hak normatif ketenagakerjaan yang menimpa seorang ibu pekerja kebun kelapa sawit AWI.

Pekerja perempuan tersebut diketahui telah mengabdikan diri sebagai buruh kebun di Desa Rawa Mekar Jaya (RMJ), Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Ironisnya, setelah mengabdi selama lebih dari 10 tahun—bahkan telah memasuki masa 13 tahun pengerjaan hingga memasuki usia pensiun—hak-hak kesejahteraannya diduga diabaikan secara sepihak oleh pihak manajemen perusahaan.

Proses pertemuan yang berlangsung di ruang rapat mediator Disnakertrans Riau justru memicu kegeraman pihak lembaga. Mediator Disnakertrans Riau, Hendri, dinilai memberikan respon serta argumen yang tidak masuk akal sehat dan terkesan berat sebelah. Sikap oknum mediator tersebut dianggap lebih condong membela kepentingan pengusaha perkebunan dibandingkan menegakkan keadilan.

Pihak DPD LSM PENJARA Riau menilai nilai kompensasi pensiun sebesar Rp 5 juta yang disodorkan kepada pekerja dengan masa bakti belasan tahun merupakan sebuah bentuk penghinaan. Respon dari mediator Hendri dinilai bertentangan dengan semangat hukum ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia, khususnya terkait perlindungan bagi buruh kecil.

Merujuk pada ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 jo Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021, pekerja dengan masa kerja di atas 10 tahun yang memasuki usia pensiun secara hukum berhak mendapatkan akumulasi uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak yang nilainya setara dengan 19 hingga 20 bulan upah. Selain itu, besaran upah yang diterima korban selama ini juga disinyalir berada di bawah standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) Siak.

Atas dasar rentetan kejanggalan tersebut, DPD LSM PENJARA Provinsi Riau secara resmi menyatakan tiga tuntutan sikap utama. Pertama, segera menggelar aksi unjuk rasa akbar di depan Kantor Disnakertrans Riau. Kedua, mendesak Kepala Disnakertrans Provinsi Riau untuk segera mencopot mediator Hendri karena dinilai tidak profesional dan tidak objektif dalam menjalankan fungsinya.

Pada tuntutan ketiga, LSM PENJARA Riau meminta Gubernur Riau untuk melakukan evaluasi total dan menyeluruh terhadap kinerja internal Disnakertrans Riau. Pihak dinas dianggap telah gagal menjalankan fungsi pengawasan ketenagakerjaan dan lalai dalam memberikan perlindungan hukum bagi para buruh dan pekerja kecil di wilayah Provinsi Riau.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Disnakertrans Provinsi Riau maupun mediator yang bersangkutan belum berhasil dimintai keterangan resmi oleh redaksi terkait tudingan ketidakpatuhan hukum ketenagakerjaan tersebut. Upaya konfirmasi dan klarifikasi lebih lanjut akan terus dilakukan guna menjaga keberimbangan informasi.

       Tim DPD LSM PENJARA PROVINSI RIAU.

Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Tekankan Keselamatan Berlalu Lintas

KUNINGAN – Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., memimpin langsung apel gelar pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 di wilayah hukum Polres Kuningan, Senin (26/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Kuningan membacakan amanat Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Hengki, S. I. K, M. H yang menekankan pentingnya meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menekan angka kecelakaan, serta mengurangi fatalitas korban kecelakaan di jalan raya.

Operasi Patuh Lodaya 2026 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda Jawa Barat.
Dalam amanat Kapolda Jawa Barat yang dibacakannya, Kapolres Kuningan menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif yang bersifat edukatif, persuasif, serta humanis. Upaya tersebut didukung dengan penegakan hukum lalu lintas secara elektronik maupun pemberian teguran kepada para pelanggar.

“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, kita berupaya menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan serta meningkatkan disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas,” demikian pokok amanat Kapolda Jawa Barat yang disampaikan dalam apel tersebut.

Operasi Patuh Lodaya 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.”
Tema tersebut menegaskan bahwa upaya menciptakan keamanan dan keselamatan di jalan raya tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Dalam amanatnya, Kapolda Jawa Barat meminta seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Penindakan harus dilakukan secara tegas, tetapi tetap mengedepankan sikap santun dan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Keberhasilan operasi, sebagaimana ditekankan dalam amanat tersebut, harus dapat dilihat dari menurunnya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, berkurangnya risiko di jalan raya, serta meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan.

Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Lodaya 2026 menyasar sejumlah pelanggaran lalu lintas yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Di antaranya Tidak menggunakan seatbelt, menggunakan HP dalam berkendara, melanggar marka atau rambu lalu lintas, menerobos lampu merah, melebihi batas kecepatan, kendaraan melawan arus, tidak menggunakan helm bagi pengendara motor dan penumpang, berboncengan lebih dari ketentuan, kendaraan tidak menggunakan pelat nomor sesuai aturan, kendaraan yang menerobos jalur busway dan ranmor yang parkir tidak sesuai tempatnya (trotoar).

Sedangkan pelanggaran yang akan dikenakan sanksi tilang untuk wilayah hukum Polres Kuningan adalah 
pelanggaran melawan arus, ranmor yang tidak menggunakan TNKB/TNKB yang tidak sesuai, ranmor yang menggunakan knalpot brong dan ranmor yang tidak sesuai spesifikasi kelengkapan berkendara.

Dengan demikian, pelaksanaan operasi tidak semata-mata berorientasi pada penindakan pelanggaran, tetapi juga membangun budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di wilayah Kabupaten Kuningan.

(Agus Hermawan)

Operasi Patuh Lodaya 2026 Dimulai, Kapolres Indramayu Ajak Warga Tertib Berlalu Lintas



INDRAMAYU –Keselamatan masyarakat di jalan raya menjadi perhatian utama Polres Indramayu Polda Jawa Barat, dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026.

Hal tersebut ditegaskan Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P.M., S.I.K., M.Si., saat menyampaikan amanat dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026, Senin (26/10/2026).

Dalam arahannya, Kapolres mengingatkan seluruh personel bahwa keberhasilan operasi lalu lintas tidak hanya diukur dari banyaknya pengendara yang ditindak, melainkan dari kemampuan kepolisian mencegah kecelakaan dan melindungi keselamatan masyarakat.

"Keberhasilan tugas tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, tetapi terutama dari kemampuan mencegah kecelakaan, menekan fatalitas, dan meningkatkan kesadaran masyarakat," tegas AKBP Prianggo.

Operasi Patuh Lodaya 2026 dilaksanakan secara serentak di wilayah hukum Polda Jawa Barat selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

“Operasi tersebut mengusung tema "Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan." Jelas Kapolres.

Kapolres menjelaskan, tema tersebut menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga seluruh pengguna jalan.

Karena itu, pelaksanaan operasi mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi, imbauan, pengaturan lalu lintas, serta pendekatan persuasif dan humanis.

Upaya tersebut didukung penegakan hukum secara profesional, termasuk melalui sistem penegakan hukum lalu lintas elektronik dan pemberian teguran sesuai ketentuan.

Dalam amanatnya, personel diminta memetakan titik rawan kecelakaan, mengidentifikasi potensi kemacetan serta pelanggaran, dan menentukan langkah pengamanan sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026, AKBP Prianggo menekankan lima hal yang harus menjadi pedoman seluruh personel.

Pertama, menjadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kedua, mengedepankan edukasi serta pendekatan humanis agar masyarakat memahami pentingnya disiplin berlalu lintas.

Ketiga, melaksanakan penegakan hukum secara tegas, adil, profesional, dan bertanggung jawab.

Keempat, memperkuat koordinasi serta kerja sama lintas instansi guna mendukung kelancaran dan efektivitas operasi.

Kelima, melaksanakan pengawasan dan pengendalian secara melekat serta berjenjang agar setiap kegiatan berjalan sesuai prosedur.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga soliditas, memastikan kesiapan sarana dan prasarana, serta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

Menurutnya, upaya membangun budaya tertib berlalu lintas memerlukan keteladanan petugas sekaligus kesadaran dari masyarakat.
Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, Kapolres Indramayu mengajak seluruh pengguna jalan untuk semakin disiplin dan mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas diharapkan tumbuh bukan semata karena adanya pengawasan atau penindakan, melainkan karena kesadaran bahwa keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya jauh lebih penting.

Kapolres menegaskan keberhasilan operasi harus terlihat dari menurunnya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, meningkatnya kepatuhan masyarakat, serta tumbuhnya budaya keselamatan di jalan raya.

Di akhir amanatnya, AKBP Prianggo mengingatkan seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

"Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, dan berikan pengabdian terbaik pada masyarakat, bangsa, dan negara," pesannya.

Melalui semangat "Polisi Bersama Masyarakat", Operasi Patuh Lodaya 2026 diharapkan menjadi momentum untuk membangun kebiasaan berlalu lintas yang lebih tertib, aman, dan berkeselamatan.

Sebab, tujuan utama tertib berlalu lintas bukan sekadar menghindari sanksi, melainkan memastikan setiap perjalanan dapat berakhir dengan selamat. MHR 

Operasi Patuh Lodaya 2026 Polres Cirebon Kota Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas

Cirebon Kota - Polres Cirebon Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 di Mapolres Cirebon Kota, Senin (26/10/2026), sebagai bentuk kesiapan personel dalam melaksanakan operasi kepolisian bidang lalu lintas yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan fokus meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas serta menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban di jalan raya.

Apel yang berlangsung pukul 08.00 hingga 08.30 WIB tersebut dipimpin Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., dengan Komandan Apel Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Hadi Suryanto, S.Tr.K., S.I.K. Kegiatan tersebut diikuti jajaran personel Polres Cirebon Kota dan melibatkan unsur Denpom AD, Pom AL, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP Kota Cirebon sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam mendukung pelaksanaan operasi.

Dalam amanat Kapolda Jawa Barat yang dibacakan Kapolres Cirebon Kota, ditegaskan bahwa apel gelar pasukan menjadi sarana untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana sekaligus menyatukan komitmen seluruh unsur yang terlibat agar Operasi Patuh Lodaya 2026 berjalan optimal, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pengguna jalan.

Operasi Patuh Lodaya 2026 dilaksanakan dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi, sosialisasi, serta pendekatan persuasif dan humanis, yang didukung penegakan hukum lalu lintas secara elektronik dan pemberian teguran terhadap pelanggaran. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pengendara mengenai pentingnya mematuhi rambu-rambu, marka jalan, batas kecepatan, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta ketentuan berkendara sesuai peraturan yang berlaku.

Berdasarkan data evaluasi Operasi Patuh Lodaya di wilayah Polda Jawa Barat, jumlah kecelakaan lalu lintas pada 2025 tercatat sebanyak 159 kejadian, turun dari 334 kejadian pada 2024 atau berkurang sekitar 51 persen. Korban meninggal dunia dilaporkan menurun 86 persen, korban luka ringan turun 44 persen, dan kerugian material berkurang 31 persen, sedangkan korban luka berat meningkat 21 persen sehingga tetap menjadi perhatian dalam upaya pencegahan kecelakaan.

Menanggapi data tersebut, jajaran kepolisian diminta memetakan titik rawan kecelakaan, mengidentifikasi potensi pelanggaran dan kemacetan, serta menentukan langkah pencegahan berdasarkan kondisi wilayah. Pelaksanaan operasi juga harus berorientasi pada hasil nyata, terutama dalam mengurangi risiko kecelakaan, menekan jumlah pelanggaran, dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih disiplin ketika menggunakan jalan raya.

Kapolres Cirebon Kota menekankan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari kemampuan personel dalam mencegah kecelakaan, mengurangi fatalitas korban, dan membangun budaya tertib berlalu lintas. Setiap tindakan di lapangan harus dilakukan secara profesional, proporsional, tegas, adil, dan bertanggung jawab, dengan menghindari perilaku arogan serta tetap mengutamakan pelayanan yang santun dan humanis.

Dalam pelaksanaannya, polisi bersama masyarakat diharapkan dapat memperkuat budaya keselamatan berlalu lintas melalui kepatuhan terhadap aturan dan kepedulian terhadap sesama pengguna jalan. Masyarakat diimbau menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk keselamatan saat berkendara dengan mobil, tidak menggunakan telepon seluler ketika mengemudi, tidak melawan arus, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum melakukan perjalanan.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek jajaran mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026 dengan menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap perjalanan. “Patuhi peraturan lalu lintas, lengkapi perlengkapan keselamatan, dan berkendaralah dengan penuh tanggung jawab. Keselamatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk pengguna jalan lainnya. Mari bersama polisi bersama masyarakat mewujudkan budaya tertib berlalu lintas melalui semangat Jaga Baik Cirebon Kota,” demikian imbauan Kapolres.

((A, Rahmat))

Peringati HSN 2026, Lakpesdam PCNU Indramayu Ajak Anak Lestarikan Permainan Tradisional


INDRAMAYU- Radius102.com

Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Indramayu melalui Program Inklusi menggelar kegiatan Kelas Inspiratif dan Pertemuan Rutin Forum Anak: Mengenal Kembali Permainan Anak Tradisional, di Taman Tugu Perjuangan Simpang Lima Indramayu, Jawa Barat, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan ini diikuti Forum Anak dari empat desa, yakni Desa Terusan, Panyindangan Kulon, Panyingkiran Lor, dan Lamarantarung, bersama dengan Generasi Muda Indramayu (GEMUYU). Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bersama bagi anak-anak untuk mengenal kembali permainan tradisional sekaligus memperkuat interaksi sosial, kreativitas, dan kebersamaan di tengah perkembangan teknologi digital.

Ketua Lakpesdam PCNU Indramayu, Ali Ma’nawi, yang akrab disapa Almak mengatakan, pentingnya menyediakan ruang positif bagi anak untuk belajar, berinteraksi, mengembangkan potensi diri, serta mengenal nilai-nilai budaya yang tumbuh di tengah masyarakat. Tema HSN 2026 "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri", menurutnya sangat relevan agar generasi muda ditanamkan wawasan tradisi yang kuat menuju Indonesia Emas 2045 ke depan.

“Peringatan HSN bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang peran santri dalam perjalanan bangsa, tetapi juga kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, kedisiplinan, dan kepedulian kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak belajar dengan cara yang menyenangkan sekaligus mengenal kembali permainan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya kita,” ujar Almak.

Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HSN 2026, kegiatan ini juga menjadi momentum pertemuan rutin Forum Anak untuk memperkuat komunikasi, partisipasi, dan jejaring antaranak dari berbagai desa di Kabupaten Indramayu.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat mendorong Forum Anak menjadi ruang yang aman dan inklusif bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan kreativitas, serta terlibat dalam kegiatan positif di lingkungan masing-masing.

"Lakpesdam PCNU Indramayu terus mendorong penguatan peran masyarakat dan generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pemenuhan hak anak. Upaya ini juga sejalan dengan pentingnya pencegahan perkawinan anak melalui peningkatan pengetahuan, pengembangan potensi, serta penyediaan ruang bagi anak untuk belajar dan merencanakan masa depan," Jelas Almak.

"Dengan kegaitan ini, berharap anak-anak Indramayu semakin mengenal kekayaan budaya lokal, memperkuat persahabatan lintas desa, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, peduli, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat," imbuhnya.

Perkuat Forum Anak: Mengenal Permainan Tradisional, Belajar Nilai Kebersamaan

Kegiatan kelas inspiratif menghadirkan Koordinator Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional RI Lokus Kabupaten Indramayu, Ahmad Khoeri, sebagai pemateri dan fasilitator. Ia bersama Anggota Generasi Muda Indramayu (GEMUYU), Ruriasti Anggun Maulia, mengajak peserta mengenal kembali permainan anak tradisional sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai edukatif.

Ahmad Khoeri menjelaskan, permainan tradisional tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang mendorong anak untuk berkomunikasi, berkolaborasi, menghargai aturan, mengelola emosi, dan menghormati teman sebaya.

Melalui permainan yang dilakukan secara bersama-sama, anak-anak memperoleh kesempatan untuk belajar tentang sportivitas, kejujuran, tanggung jawab, serta pentingnya menghargai perbedaan. Nilai-nilai tersebut relevan dalam membangun lingkungan yang ramah anak dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Permainan tradisional menyimpan banyak nilai pembelajaran. Anak-anak bisa belajar bekerja sama, mengikuti aturan, menghargai teman, dan menerima hasil permainan dengan sikap sportif. Hal-hal sederhana seperti ini penting untuk membangun karakter anak,” ujar Ahmad Khoeri.

Ia menambahkan, pengenalan kembali permainan tradisional perlu dilakukan secara kreatif agar tetap dekat dengan kehidupan anak-anak masa kini. Keterlibatan komunitas, keluarga, sekolah, dan lingkungan desa juga dapat membantu menjaga keberlanjutan permainan tradisional sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Sementara itu, Ruriasti Anggun Maulia dari GEMUYU menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menghadirkan kegiatan yang menarik, edukatif, dan menyenangkan bagi anak-anak. Menurutnya, ruang perjumpaan lintas desa dapat memperluas pertemanan sekaligus mendorong anak untuk lebih percaya diri dan aktif dalam kegiatan bersama.

“Kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk saling mengenal, bermain bersama, dan belajar menghargai satu sama lain. Generasi muda juga bisa mengambil peran untuk menjaga permainan tradisional agar tidak hilang dan tetap dikenal oleh anak-anak sekarang,” ungkap Ruriasti. (MHR/ Kabiro)

Motor Warga Mogok di Tanjakan, Satgas TMMD Turun Tangan Membantu


Radius 102 (Subang) - Anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang membantu seorang warga yang sepeda motornya mogok saat melewati jalan menanjak di Kampung Cisegel, RT 03/RW 05, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Senin (26/10/2026).

Melihat warga mengalami kesulitan, Pratu M. Refky Hernando bersama anggota Satgas lainnya secara spontan turun tangan mendorong sepeda motor tersebut. Bantuan itu diberikan agar warga dapat melanjutkan perjalanannya.

Kondisi jalan di wilayah Cupunagara yang memiliki sejumlah tanjakan terjal menjadi tantangan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Situasi tersebut membuat kepedulian dan bantuan langsung di lapangan menjadi berarti bagi warga yang mengalami kendala.

Pratu M. Refky Hernando mengatakan, membantu masyarakat merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk ketika anggota Satgas menjumpai warga yang mengalami kesulitan dalam perjalanan.

“Ketika melihat warga mengalami kesulitan, kami langsung berinisiatif membantu. Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, terlebih saat mereka menghadapi kendala dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Peristiwa tersebut terjadi tidak jauh dari lokasi sasaran pembangunan sarana air bersih (SAB) titik 4 dalam program TMMD ke-130. Di sela pelaksanaan tugas pembangunan, anggota Satgas tetap berinteraksi dengan masyarakat dan memberikan bantuan ketika dibutuhkan.

Tindakan sederhana tersebut mencerminkan kepedulian anggota Satgas terhadap masyarakat di wilayah penugasan. Melalui interaksi langsung seperti ini, kedekatan TNI dan rakyat terus dibangun seiring pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara.

Di Sela Istirahat, Satgas TMMD dan Warga Cihaur Wetan Pererat Keakraban


Radius 102 (Subang) - Anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang memanfaatkan waktu istirahat untuk menjalin komunikasi sosial (komsos) bersama masyarakat di Kampung Cihaur Wetan, Dusun 1, RT 03/RW 02, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Senin (26/10/2026). Dalam suasana santai, para prajurit duduk bersama warga, Bapak Dandi dan Bapak Nana, sambil menikmati mangga yang disuguhkan sebagai bentuk keramahan tuan rumah.

Pertemuan sederhana tersebut menjadi kesempatan bagi anggota Satgas dan masyarakat untuk saling mengenal serta bertukar cerita di luar aktivitas pekerjaan. Interaksi yang berlangsung secara santai ini turut membangun suasana kekeluargaan selama pelaksanaan TMMD ke-130 di Desa Cupunagara.

Komandan Kompi Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menjelaskan bahwa komunikasi dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas di wilayah. Kedekatan tersebut dibangun melalui interaksi sehari-hari, termasuk saat anggota Satgas beristirahat setelah menjalankan kegiatan.

“Melalui komunikasi seperti ini, kami bisa lebih dekat dengan masyarakat. Kami ingin kehadiran Satgas TMMD tidak hanya dirasakan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kebersamaan dan hubungan baik yang terjalin dengan warga,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Bapak Dandi, salah seorang warga yang turut berbincang bersama anggota Satgas, menyambut baik kebersamaan tersebut. Menurutnya, kesempatan duduk bersama dan berbincang dalam suasana santai membuat hubungan antara masyarakat dan prajurit terasa lebih dekat.

“Kami senang bisa duduk dan berbincang bersama anggota Satgas. Suasananya akrab, seperti sedang berkumpul dengan keluarga sendiri. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjalin selama kegiatan TMMD berlangsung,” ungkap Bapak Dandi.

Suguhan mangga dari warga menjadi pelengkap momen kebersamaan tersebut. Melalui komunikasi sosial yang berlangsung secara alami, TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang turut memperkuat hubungan TNI dan masyarakat serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan Desa Cupunagara.

Satgas TMMD Periksa Kesehatan Abah Unan yang Mengeluhkan Nyeri Sendi


Radius 102 (Subang) - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat turut mewarnai pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang. Pada Senin (26/10/2026), anggota Satgas TMMD, PNS Mukmin, melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Abah Unan, seorang warga lanjut usia di Kampung Cinaga, Dusun 1, RT 02/RW 03, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang.

Pemeriksaan dilakukan setelah Abah Unan mengeluhkan sakit pada bagian persendian kaki. Dalam dokumentasi kegiatan, Mukmin tampak memeriksa bagian kaki yang dikeluhkan warga tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi kesehatannya.

Kehadiran anggota Satgas di lingkungan tempat tinggal warga menjadi bagian dari pendekatan humanis selama pelaksanaan TMMD. Selain menjalankan pembangunan fisik, Satgas juga berupaya menjalin kedekatan dengan masyarakat melalui kepedulian terhadap kebutuhan dan kondisi warga.

Mukmin menjelaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya warga lanjut usia, merupakan bagian dari kepedulian Satgas selama berada di Desa Cupunagara. Pemeriksaan awal diharapkan dapat membantu mengidentifikasi keluhan yang dirasakan Abah Unan agar dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

“Pemeriksaan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya warga lanjut usia. Kami berharap Abah Unan mendapatkan penanganan yang sesuai dengan keluhan yang dirasakan,” ujar Mukmin.

Melalui kegiatan tersebut, TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang menunjukkan bahwa kedekatan dengan masyarakat juga dibangun melalui perhatian terhadap kondisi warga. Kehadiran Satgas di tengah masyarakat diharapkan dapat mempererat hubungan TNI dan rakyat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan warga Desa Cupunagara.

Satgas TMMD Pasang Toren Air Bersih di Kampung Cilutung


Radius 102 (Subang) - Pembangunan sarana air bersih (SAB) melalui program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus berlanjut. Di titik 1, Kampung Cilutung, Dusun 1, RT 02/RW 06, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, anggota Satgas mulai melaksanakan pemasangan toren sebagai bagian dari pembangunan fasilitas penampungan air bersih. Senin (26/10/2026)

Pemasangan toren menjadi salah satu tahapan dalam penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat. Fasilitas penampungan ini diharapkan dapat mendukung sistem distribusi air sehingga nantinya bisa dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah seluruh pekerjaan selesai.

Komandan Kompi Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menjelaskan bahwa pemasangan toren menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan sarana air bersih untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Menurutnya, setiap tahapan pekerjaan terus dilaksanakan agar fasilitas tersebut dapat berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga setelah pembangunan selesai. 

“Pemasangan toren ini merupakan bagian dari tahapan pembangunan sarana air bersih. Kami berharap pengerjaan dapat berjalan dengan baik sehingga fasilitas ini nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Pembangunan sarana air bersih merupakan salah satu sasaran fisik utama TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang. Program ini mencakup pembangunan fasilitas air bersih di lima titik sebagai upaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di Desa Cupunagara.

Ketersediaan air bersih memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas rumah tangga dan menjaga kebersihan lingkungan. Karena itu, pembangunan fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh air bersih setelah sarana selesai dikerjakan dan siap digunakan.

Melalui pembangunan sarana air bersih tersebut, TMMD ke-130 tidak hanya mendorong pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan, tetapi juga berupaya menghadirkan fasilitas yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pengerjaan yang terus berjalan menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mendukung peningkatan kesejahteraan warga Desa Cupunagara.

Satgas TMMD dan Warga Mulai Pasang Instalasi Listrik Rumah Rutilahu


Radius 102 (Subang) - Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dalam program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus berlanjut. Pada Senin (26/10/2026), anggota Satgas bersama warga mulai mengerjakan pemasangan instalasi listrik di rumah milik Ruhimah dan Casmita, Kampung Cilalay, RT 03/RW 03, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang.

Pemasangan instalasi listrik menjadi salah satu tahapan untuk melengkapi fasilitas dasar rumah yang sedang direhabilitasi. Pekerjaan ini dilakukan secara bertahap agar rumah tersebut nantinya dapat digunakan dengan lebih nyaman oleh penghuninya.

Komandan Kompi Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, mengatakan pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat. 

“Pemasangan instalasi listrik ini menjadi bagian dari proses rehabilitasi rumah agar fasilitas yang dibutuhkan penghuni dapat terpenuhi. Kami bersama warga berupaya menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan dengan baik,” ujarnya.

Keterlibatan warga dalam pengerjaan tersebut memperlihatkan semangat gotong royong yang menjadi bagian dari pelaksanaan TMMD. Kebersamaan antara anggota Satgas dan masyarakat turut mendukung proses pembangunan rumah agar berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.

Sementara itu, pemilik rumah, Emak Ruhimah dan Abah Casmita, menyambut baik pengerjaan yang mulai memasuki tahap pemasangan instalasi listrik.

“Kami bersyukur rumah kami diperbaiki. Semoga setelah selesai nanti, rumah ini menjadi lebih nyaman untuk ditempati dan bisa kami gunakan dengan lebih baik,” ungkapnya.

Rehabilitasi Rutilahu merupakan salah satu sasaran fisik tambahan dalam TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang. Program ini ditujukan untuk membantu meningkatkan kelayakan hunian masyarakat melalui perbaikan rumah secara bertahap.

Kedua Orang Ini Terkapar Akibat Kambuh Asam Urat dan Gula Tinggi

Riau,Senin tgl 26 Oktober 2026.

      ( Tim ).

Kedua Orang Ini Terkapar Akibat Kambuh Asam Urat dan Gula Tinggi


Riau,Senin tgl 26 Oktober 2026.

      ( Tim ).

Minggu, 25 Oktober 2026

KAPOLRESTA CIREBON HADIR DI GEREJA ISA ALMASIH, KEGIATAN MINGGU KASIH PERERAT SILATURAHMI DAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA

KABUPATEN CIREBON – Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan Minggu Kasih di Gereja Isa Almasih, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus upaya mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan antarumat beragama.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Cirebon didampingi Kabag Ops Polresta Cirebon Kompol Sutarja, S.H., M.H., Kabag Log Kompol Yanto Risdiyanto, S.H., M.H., Kapolsek Klangenan Iptu Diding, S.H., serta personel Polresta Cirebon.

Melalui kegiatan Minggu Kasih, Kapolresta Cirebon berinteraksi langsung dengan jemaat untuk mendengarkan aspirasi, masukan, serta berbagai keluhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama mengatakan, kegiatan Minggu Kasih merupakan salah satu sarana untuk membangun komunikasi yang terbuka antara Polri dan masyarakat, tanpa membedakan latar belakang maupun keyakinan.

“Polri hadir untuk seluruh masyarakat. Melalui Minggu Kasih, kami ingin mendengarkan secara langsung aspirasi dan masukan masyarakat, sekaligus mempererat silaturahmi agar terbangun kepercayaan dan sinergi dalam menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa toleransi dan kerukunan antarumat beragama merupakan bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Karena itu, sinergi antara Polri, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat.

Kegiatan Minggu Kasih serupa juga dilaksanakan secara serentak oleh para Kapolsek jajaran Polresta Cirebon di wilayah yang terdapat gereja. Langkah tersebut merupakan bentuk komitmen Polresta Cirebon dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada seluruh lapisan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Polresta Cirebon berharap komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat semakin terjalin, sehingga setiap aspirasi maupun permasalahan dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Dengan semangat kebersamaan dan toleransi, Polresta Cirebon terus berupaya menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat serta mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah hukum Polresta Cirebon.

(Agus Hermawan)

Ungkapan Syukur Warga, Malam Minggu Satgas TMMD Diwarnai Makan Bersama


Radius 102 (Subang) - Suasana malam Minggu di Kampung Sukamanah, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, terasa berbeda. Pada Sabtu malam (24/10/2026), warga menjamu personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0605/Subang dalam suasana penuh keakraban di rumah Ibu Lina, RT 01/RW 05.

Jamuan makan bersama tersebut menjadi ungkapan rasa syukur warga atas kehadiran Satgas TMMD di tengah kehidupan masyarakat. Hidangan yang disiapkan dinikmati bersama, menghadirkan suasana kekeluargaan tanpa sekat antara prajurit dan warga.

Bagi warga, kehadiran para prajurit selama pelaksanaan TMMD tidak hanya berkaitan dengan pembangunan yang sedang dikerjakan di desa. Interaksi dan kebersamaan dalam keseharian turut memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat personel Satgas yang bertugas di wilayah mereka.

Ibu Lina mengungkapkan bahwa jamuan tersebut merupakan bentuk rasa senang dan syukur warga atas kehadiran Satgas TMMD.

“Kami senang bisa berkumpul dan makan bersama Bapak-Bapak TNI. Ini bentuk rasa syukur kami sekaligus ungkapan terima kasih atas kehadiran Satgas TMMD di desa kami.” Ungkap Ibu Lina

Komandan Kompi Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan masyarakat. Menurutnya, kebersamaan seperti ini menjadi bagian penting dari kedekatan TNI dengan rakyat selama pelaksanaan TMMD.

“Kami merasa diterima dengan baik oleh masyarakat. Kebersamaan seperti ini menjadi penyemangat bagi kami dalam menjalankan tugas dan terus menjalin hubungan yang baik dengan warga.”

Melalui TMMD ke-130, Kodim 0605/Subang terus berupaya membangun desa sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Kehangatan di rumah Ibu Lina menjadi salah satu potret bahwa semangat gotong royong dan rasa saling menerima dapat tumbuh dari kebersamaan sehari-hari.

Perhatikan Aliran Air, Satgas TMMD Siapkan Pembangunan Gorong-Gorong di Cupunagara


Radius 102 (Subang) - Pembangunan jalan dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, terus berlanjut dengan memperhatikan kondisi aliran air di sepanjang jalur yang dibuka. Salah satu tahap yang disiapkan ialah pembangunan gorong-gorong pada titik lintasan air yang berada di kawasan pertanian warga. Minggu (25/10/2026)

Persiapan tersebut dilakukan melalui pengukuran di lokasi yang memperlihatkan aliran air melintasi jalur pembukaan jalan. Tahapan ini diperlukan untuk menentukan kebutuhan teknis gorong-gorong agar aliran air tetap terjaga ketika jalan selesai dibangun.

Komandan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letkol Czi Deny Widi Anggoro, S.H., M.Han., menegaskan bahwa keberadaan gorong-gorong merupakan bagian penting dari pembangunan jalan, terutama di wilayah yang memiliki persawahan dan kebun warga.

“Pembangunan gorong-gorong penting untuk memastikan aliran air tetap berjalan dengan baik dan tidak mengganggu fungsi jalan. Karena jalur ini melintasi kawasan pertanian, kondisi aliran air perlu diperhatikan agar infrastruktur yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal,” ujarnya.

Jalan yang menjadi sasaran fisik utama TMMD ke-130 tersebut direncanakan memiliki panjang 1.500 meter dan lebar 4 meter. Jalur ini menghubungkan Kampung Gunung Geulis dengan sejumlah wilayah, termasuk Kampung Cisaga, Babakan Loa, dan Cisegel, di Desa Cupunagara.

Selain membuka konektivitas antarkampung, pembangunan jalan tersebut berada di kawasan yang mendukung aktivitas pertanian masyarakat. Karena itu, penanganan titik lintasan air menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan untuk menunjang fungsi jalan sekaligus memperhatikan kondisi lingkungan di sekitarnya.

Percepat Pembukaan Jalan, Satgas TMMD Kerahkan Alat Berat di Cupunagara


Radius 102 (Subang) - Pengerjaan jalan dalam program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, terus dikebut. Hingga Minggu (25/10/2026), progres pembukaan jalan sepanjang 1.500 meter tersebut mencapai 28 persen atau sekitar 420 meter.

Untuk mempercepat pengerjaan, Satgas TMMD mengerahkan tiga unit alat berat, yakni ekskavator, bulldozer, dan roller. Ketiganya mendukung pekerjaan penggalian dan pemindahan tanah, perataan badan jalan, serta pemadatan permukaan jalur yang sedang dibuka.

Pasiter Kodim 0605/Subang, Kapten Inf Ganjar Andriana Belo, menjelaskan bahwa dukungan alat berat tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan di lapangan.

“Penambahan alat berat ini merupakan upaya untuk mempercepat pembukaan jalan. Dengan dukungan ekskavator, bulldozer, dan roller, pekerjaan penggalian, perataan, hingga penyiapan badan jalan dapat dilakukan lebih efektif sesuai kondisi medan,” ujar Pasiter.

Jalur dengan lebar 4 meter tersebut melintasi kawasan persawahan dan kebun milik warga. Pembukaan akses ini menjadi salah satu sasaran fisik utama TMMD ke-130 yang diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas pertanian di Desa Cupunagara.

Melalui pengerjaan bertahap dan dukungan alat berat, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus mengupayakan penyelesaian sasaran jalan sesuai target. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya membuka akses wilayah dan mendukung pemerataan pembangunan di pedesaan.

Satgas TMMD Bangun SAB Titik Kedua di Kampung Cilutung, Fasilitas Air Bersih Disiapkan untuk Warga


Radius 102 (Subang) - Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0605/Subang terus mengerjakan pembangunan sarana air bersih (SAB) di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Kali ini, pengerjaan berlanjut pada sasaran SAB titik kedua yang berlokasi di Kampung Cilutung, Dusun 1, RT 02/RW 06. Minggu (25/10/2026)

Personel Satgas terlihat bergotong royong menempatkan tandon air pada struktur penampungan. Penyiapan tandon dan jaringan pipa menjadi bagian dari pekerjaan untuk mendukung penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat setempat.

Komandan Kompi Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menjelaskan bahwa pembangunan sarana air bersih merupakan salah satu sasaran fisik tambahan dalam program TMMD. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan fasilitas agar nantinya dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya.

“Pembangunan sarana air bersih ini menjadi bagian dari upaya kami membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami berupaya menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan dengan baik agar fasilitas yang dibangun nantinya dapat memberikan manfaat bagi warga,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Ketua RW setempat, Pak Patana, menyambut baik pembangunan SAB di wilayahnya. Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan air bersih masyarakat dan memberikan manfaat bagi warga Kampung Cilutung setelah pengerjaan selesai.

“Kami menyambut baik pembangunan sarana air bersih ini. Harapannya, setelah selesai dan dapat digunakan, fasilitas ini membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga di lingkungan kami,” ungkap Pak Patana.

Pembangunan SAB titik kedua ini merupakan bagian dari sasaran tambahan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang yang mencakup lima titik sarana air bersih. Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat melalui pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.