All Posts | Radius 102

Media Buser Polkrim

Media Buser Polkrim
Membangun Bangsa Melalui Informasi

Berita Terkini

Polisi Peduli Pendidikan, Polres Indramayu Ajak Pelajar SMPN 2 Balongan Jauhi Narkoba, Tawuran dan Geng Motor

INDRAMAYU – Radius102.com Masa depan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh prestasi di ruang kelas, tetapi juga oleh lingkun...

Postingan Populer

Selasa, 27 Oktober 2026

Polwan Bagikan Air Mineral Kepada Pengunjuk Rasa Usai Aksi

Cirebon Kota - Setelah aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Cirebon selesai pada Senin (26/10/2026), personel Polisi Wanita (Polwan) Polres Cirebon Kota membagikan air mineral kepada para pengunjuk rasa sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi.

Pembagian air mineral tersebut dilakukan setelah rangkaian penyampaian pendapat di muka umum berakhir, sebagai wujud perhatian personel kepolisian terhadap kebutuhan peserta aksi sebelum meninggalkan lokasi kegiatan.

Aksi unjuk rasa yang diikuti mahasiswa dan elemen masyarakat itu berlangsung di depan Gedung DPRD Kota Cirebon, dengan sejumlah aspirasi disampaikan melalui orasi dan penyampaian pendapat kepada pihak pemerintah daerah serta perwakilan legislatif.

Selama kegiatan berlangsung, personel Polres Cirebon Kota melaksanakan pengamanan sekaligus pelayanan kepada peserta aksi, mulai dari mengawal jalannya kegiatan hingga membantu memastikan proses kepulangan pengunjuk rasa berjalan tertib.

Kehadiran Polwan yang membagikan air mineral menjadi bagian dari pendekatan humanis kepolisian setelah kegiatan selesai, sekaligus mencerminkan pelayanan yang mengedepankan kepedulian dan penghormatan terhadap masyarakat yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pendapat.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui jajaran kepolisian menyampaikan bahwa pelayanan dalam pengamanan aksi tidak hanya dilakukan selama penyampaian aspirasi, tetapi juga mencakup perhatian terhadap kebutuhan peserta setelah kegiatan berakhir.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat, sehingga penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan saling menghormati serta tetap memperhatikan ketertiban dan keselamatan seluruh pihak.

Melalui kegiatan ini, Polres Cirebon Kota menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan secara humanis kepada masyarakat, termasuk dengan menghadirkan polisi bersama masyarakat dalam menjaga ruang penyampaian pendapat yang tertib dan saling menghargai.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., mengimbau masyarakat agar terus menyampaikan aspirasi secara damai, menghormati hak pengguna jalan dan kepentingan umum, serta menjaga komunikasi yang baik dengan petugas. “Kami mengedepankan pelayanan yang humanis dan menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Mari bersama-sama menjaga ketertiban dan terus Jaga Baik Cirebon Kota,” ujarnya.

(Agus Hermawan)

Polresta Cirebon Ungkap Dugaan Peredaran Tembakau Sintetis di Palimanan, 15 Paket Seberat 10,10 Gram Diamankan


CIREBON – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Cirebon mengungkap kasus dugaan peredaran narkotika jenis tembakau sintetis di Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial SM alias S (18) beserta 15 paket tembakau sintetis dengan berat bruto 10,10 gram.

Pengungkapan kasus itu berlangsung pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 20.30 WIB, di sebuah rumah di Blok Napi, Desa Ciawi, Kecamatan Palimanan. Saat melakukan penggeledahan, petugas menemukan belasan paket tembakau sintetis yang dikemas dalam plastik klip bening.

Selain 15 paket tembakau sintetis, polisi turut mengamankan dua bungkus rokok merek HS Matcha, satu bungkus rokok merek Nestlite, satu bungkus plastik klip bening, serta satu unit telepon genggam merek Infinix HOT 11S warna hijau berikut kartu SIM.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pemberantasan narkotika menjadi salah satu upaya kepolisian untuk menjaga keamanan masyarakat sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

“Polresta Cirebon berkomitmen untuk terus memberantas peredaran gelap narkotika. Kami tidak ingin generasi muda terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan, masa depan, dan kehidupan sosial mereka,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan awal dalam laporan kepolisian, tersangka mengakui bahwa tembakau sintetis tersebut merupakan miliknya dan rencananya akan diperjualbelikan. Petugas kemudian membawa tersangka beserta seluruh barang bukti ke Mapolresta Cirebon untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Dalam perkara tersebut, tersangka disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, sebagaimana tercantum dalam laporan kepolisian.

Saat ini, penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri asal-usul tembakau sintetis dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam peredarannya.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk menelusuri asal-usul barang bukti serta mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika di lingkungannya,” ungkapnya.

Kapolresta Cirebon turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan tidak ragu melaporkan aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui layanan Call Center Polri 110 agar informasi yang diterima dapat ditindaklanjuti oleh petugas sesuai prosedur.
Melalui penegakan hukum dan dukungan masyarakat, Polresta Cirebon terus berupaya menekan peredaran narkotika serta menciptakan lingkungan yang aman dan melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

(Agus Hermawan)

‎KEBAKARAN MENGHANGUSKAN PABRIK ROTAN DI JALAN NYIGEDE CANGKRING, DESA PANGKALAN, PLERED CIREBON‎

‎CIREBON, 27 Oktober 2026 — Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik pengolahan rotan yang berlokasi di Jalan Nyigede Cangkring, Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, pada Selasa siang, 27 Oktober 2026. Api dilaporkan berkobar cukup besar dan menghanguskan sebagian besar bangunan pabrik beserta tumpukan bahan baku rotan di dalamnya.
‎ 
‎ 
‎Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, api pertama kali terlihat muncul dari bagian belakang bangunan pabrik sekitar pukul 13.00 WIB. Asap hitam pekat segera membubung tinggi dan terlihat dari jarak cukup jauh, menarik perhatian warga yang segera berusaha mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
‎ 
‎Mengingat bahan bangunan dan barang yang disimpan berupa kayu kering dan rotan yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan menyelimuti seluruh bangunan. Warga berusaha membantu mendinginkan api dengan alat seadanya sebelum mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.
‎ 
‎ 
‎Tak lama kemudian, unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon tiba di lokasi dan langsung melakukan pengejaran api. Petugas menyemprotkan air dari beberapa titik untuk mencegah api merambat ke bangunan tetangga. Berkat kerja cepat petugas dan bantuan warga, api berhasil dikuasai sekitar satu jam kemudian, namun bangunan bagian dalam dan tumpukan bahan baku rotan habis dilalap si jago merah.
‎ 
‎ 
‎Seorang warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut mengatakan "Saya melihat asap dulu, tak lama kemudian apinya membesar dengan cepat. Karena di dalamnya banyak rotan kering, jadi cepat sekali merambat. Kami hanya bisa membantu menjauhkan barang di sekitarnya dan memberi tahu pemilik pabrik."
 
‎Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kebakaran maupun kerugian materiil yang ditimbulkan. Pemilik pabrik terlihat berduka namun belum dapat memberikan pernyataan lebih lanjut.
‎ 
‎ 
‎Kepada seluruh masyarakat, khususnya pelaku usaha dan pemilik pabrik kecil, diimbau untuk selalu memeriksa instalasi listrik dan menjaga keamanan kebakaran di lingkungan usaha. Jauhkan bahan yang mudah terbakar dari sumber api dan sediakan alat pemadam kebakaran sederhana sebagai langkah antisipasi. Hingga saat ini petugas masih melakukan pendinginan dan pemeriksaan lokasi untuk memastikan tidak ada sisa api yang bisa berkobar kembali.
‎ 
‎Pantoan dari Awak media terus mengupayakan informasi resmi terkait penyebab dan kerugian dari pihak berwenang pungkasnya.

(Agus Hermawan)

Lapas Pasir Pangarayan Sambut Audit Kinerja Inspektorat Jenderal Terkait Penanganan Overcapacity dan Overcrowding


Rokan Hulu-Pasir Pangarayan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan menyambut kedatangan Tim Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam rangka pelaksanaan Audit Kinerja atas Penanganan Overcapacity dan Overcrowding, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan audit yang berlangsung di Lapas Pasir Pangarayan tersebut dipimpin oleh Pengendali Teknis R. Eri Irawan dan Ketua Tim Firman Septa Firdaus bersama anggota tim Inspektorat Jenderal.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, menyambut baik kedatangan tim audit dan menyatakan kesiapan jajaran Lapas Pasir Pangarayan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, audit kinerja merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan, khususnya dalam penanganan permasalahan kapasitas hunian yang menjadi tantangan di berbagai lapas dan rumah tahanan.

“ Kami menyambut baik pelaksanaan audit kinerja ini sebagai bentuk evaluasi dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan. Kami berharap melalui kegiatan ini, dapat diperoleh masukan dan rekomendasi yang konstruktif untuk meningkatkan kinerja serta mengoptimalkan penanganan overcapacity dan overcrowding di Lapas Pasir Pangarayan,” ujar Efendi P. Purba.

Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara profesional, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pelaksanaan audit kinerja ini diharapkan dapat menjadi sarana evaluasi terhadap langkah-langkah penanganan overcapacity dan overcrowding sekaligus mendorong peningkatan efektivitas tata kelola pemasyarakatan.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Pasir Pangarayan terus berupaya memperkuat komitmen dalam mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang semakin baik, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.

      Jurnalis : radius102.com Rohul
       ( I.Marpaung ).

Satgas TMMD Percepat Pengecatan Musala At-Taufik agar Segera Digunakan Warga


Radius 102 (Subang) - Anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus mempercepat pengecatan Musala At-Taufik di Kampung Cinaga, RT 02/RW 03, Dusun 1, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Selasa (27/10/2026). Pekerjaan ini menjadi bagian dari rehabilitasi musala yang termasuk sasaran tambahan TMMD, agar fasilitas ibadah tersebut segera dapat dimanfaatkan masyarakat.

Pengecatan dilakukan untuk menyempurnakan kondisi bangunan setelah melalui tahapan rehabilitasi. Anggota Satgas terus melanjutkan pekerjaan agar musala dapat segera digunakan warga untuk beribadah dan melaksanakan kegiatan keagamaan.

Komandan Kompi Satgas TMMD, Letda Inf Anggriawan Rizki, menjelaskan bahwa anggota Satgas terus mengupayakan penyelesaian pekerjaan sesuai tahapan yang berjalan. Percepatan dilakukan agar sasaran rehabilitasi dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami terus mengejar penyelesaian pengecatan Musala At-Taufik agar pekerjaan rehabilitasi ini segera rampung. Harapannya, musala dapat segera digunakan warga untuk beribadah dengan nyaman,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Bagi masyarakat Kampung Cinaga, keberadaan musala memiliki peran penting sebagai tempat beribadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan warga. Marbot Musala At-Taufik, Bapak A. Makmur, menyambut baik rehabilitasi tersebut dan berharap penyelesaian pekerjaan dapat segera membuat musala kembali dimanfaatkan secara optimal.

“Kami bersyukur musala ini mendapat bantuan rehabilitasi melalui program TMMD. Kami berharap pengecatan segera selesai sehingga masyarakat bisa beribadah dengan lebih nyaman dan musala dapat kembali digunakan untuk kegiatan keagamaan,” tutur Bapak A. Makmur.

Rehabilitasi Musala At-Taufik menjadi salah satu bentuk perhatian TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terhadap kebutuhan fasilitas ibadah masyarakat. Melalui penyelesaian sasaran ini, Satgas TMMD berharap warga dapat menikmati tempat ibadah yang lebih baik sekaligus menjaga semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pembukaan Jalan TMMD ke-130 Mendekati Permukiman Dusun 1 Cupunagara


Radius 102 (Subang) - Pembukaan jalan penghubung antar-dusun melalui program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus berlanjut. Dengan dukungan alat berat, pengerjaan badan jalan kini mendekati kawasan permukiman Dusun 1 Desa Cupunagara, Selasa (27/10/2026).

Dalam dokumentasi di lapangan, alat berat tampak bekerja membuka badan jalan di tengah kawasan yang masih dikelilingi vegetasi. Pekerjaan ini menjadi bagian dari sasaran fisik TMMD untuk membuka akses jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter di Desa Cupunagara.

Komandan Kompi Satgas TMMD, Letda Inf Anggriawan Rizki, menjelaskan bahwa pembukaan jalan terus dilakukan secara bertahap untuk mencapai sasaran yang telah direncanakan. Dukungan alat berat membantu proses pembukaan badan jalan, terutama pada bagian yang masih memerlukan pengerjaan tanah.

“Pembukaan jalan ini terus kami kerjakan secara bertahap. Dengan dukungan alat berat, kami berupaya melanjutkan pembukaan badan jalan sesuai rencana agar akses penghubung antar-dusun dapat terwujud dan nantinya memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Bagi pemerintah desa, pembangunan jalan penghubung ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Cupunagara. Akses yang lebih baik diharapkan dapat mendukung mobilitas warga serta mempermudah aktivitas sehari-hari, termasuk ketika masyarakat menuju kebun maupun mengangkut hasil pertanian.

Kepala Desa Cupunagara, Wahidin Hidayat, menyampaikan bahwa pembangunan jalan tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami berharap jalan penghubung ini dapat mempermudah mobilitas warga dan mendukung aktivitas perekonomian masyarakat. Semoga pengerjaannya berjalan lancar sehingga nantinya akses ini bisa dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan warga,” ungkapnya.

Melalui sasaran pembukaan jalan ini, TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus mendorong peningkatan aksesibilitas di wilayah pedesaan. Pembangunan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerataan infrastruktur sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Desa Cupunagara.

Satgas TMMD Angkut Material untuk Pembangunan Bak Air Bersih Titik 5


Radius 102 (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang melaksanakan pengangkutan material untuk pembangunan bak tampungan air bersih pada sasaran sarana air bersih (SAB) titik 5 di Kampung Cupunagara, Dusun 2, RW 04, RT 02, Desa Cupunagara, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan pembangunan fasilitas air bersih bagi masyarakat setempat.

Komandan Kompi Satgas TMMD, Letda Inf Anggriawan Rizki, menjelaskan bahwa ketersediaan material di lokasi sasaran diperlukan agar pengerjaan SAB titik 5 berjalan sesuai rencana. Pengangkutan material tersebut menjadi bagian dari upaya Satgas dalam mendukung pembangunan bak tampungan air bersih bagi masyarakat.

“Pengangkutan material ini merupakan bagian dari persiapan pembangunan bak tampungan air bersih di titik 5. Kami berupaya memastikan material yang dibutuhkan tersedia sehingga pengerjaan dapat berjalan lancar dan sasaran pembangunan bisa diselesaikan sesuai rencana,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Pembangunan SAB titik 5 diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Bagi warga, ketersediaan sarana penampungan air menjadi hal penting untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.

Ketua RW setempat, Pak RK Tana, menyampaikan harapan masyarakat terhadap pembangunan fasilitas tersebut. Menurutnya, pembangunan bak tampungan air bersih diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga di lingkungan setempat.

“Kami berharap pembangunan bak tampungan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga. Mudah-mudahan setelah selesai, fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Pak RK Tana.

Pengangkutan material ini menjadi bagian dari upaya Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang dalam merealisasikan sasaran fisik di Desa Cupunagara. Melalui pembangunan sarana air bersih, program TMMD diharapkan dapat mendukung peningkatan fasilitas dasar sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dari Dapur Warga, Kebersamaan Satgas TMMD dan Masyarakat Cupunagara Terjalin


Radius 102 (Subang) - Kebersamaan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang dengan masyarakat terlihat hingga ke dapur warga. Setelah menjalankan aktivitas pekerjaan di lapangan, anggota Satgas turut membantu ibu-ibu memasak untuk menyiapkan makan siang di rumah Abah Tahyat dan Mak Tini, Kampung Cihaur Wetan, Dusun 1, RW 02, RT 02, Desa Cupunagara, Selasa (27/10/2026).

Anggota Satgas dan warga bekerja bersama menyiapkan hidangan bagi personel yang telah menyelesaikan pekerjaan. Kegiatan ini memperlihatkan kedekatan yang terbangun melalui interaksi sehari-hari selama pelaksanaan TMMD, sekaligus menunjukkan semangat gotong royong di lingkungan masyarakat.

Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang, Letkol Czi Deny Widi Anggoro, menjelaskan bahwa skema tersebut memang dirancang agar kebutuhan konsumsi Satgas turut memberi manfaat kepada masyarakat.

“Kodim 0605/Subang memberikan dalam bentuk uang kepada warga, untuk mengelola rangsum. Sehingga dapur warga bisa ngebul, dan perputaran roda perekonomian masyarakat bisa jalan,” jelasnya.

Pelibatan masyarakat dalam penyediaan konsumsi memberikan kesempatan bagi warga untuk memperoleh manfaat ekonomi selama program berlangsung. Bahan pangan dari kebun setempat juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan memasak, sehingga potensi yang tersedia di lingkungan desa ikut mendukung kegiatan tersebut.

Bagi Abah Tahyat dan Mak Tini, keterlibatan dalam penyediaan konsumsi menjadi kesempatan untuk memperoleh manfaat ekonomi selama TMMD berlangsung. Uang ransum yang dikelola warga digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan, sehingga kegiatan tersebut turut menggerakkan aktivitas ekonomi rumah tangga.

Melalui pendekatan tersebut, TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang mendorong pembangunan desa yang melibatkan masyarakat, baik dalam pekerjaan fisik maupun aktivitas pendukung yang memberi manfaat bagi kehidupan warga.

Satgas TMMD ke-130 Jajaki Kolaborasi dengan Mahasiswa KKN UPI di Cupunagara


Radius 102 (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang mengunjungi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang tengah melaksanakan pengabdian di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Selasa (27/10/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi antara personel Satgas dan mahasiswa untuk mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat.

Kunjungan yang berlangsung di Kampung Cihaur Wetan, Dusun 1, RW 02, RT 02, menjadi ruang komunikasi untuk menyelaraskan potensi dan kegiatan masing-masing pihak. Melalui pertemuan tersebut, Satgas dan mahasiswa menjajaki bentuk kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Cupunagara.

Komandan Kompi Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa komunikasi dengan mahasiswa menjadi salah satu peluang untuk memperkuat sinergi dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Kami ingin membangun komunikasi dan menjajaki kolaborasi dengan mahasiswa KKN UPI agar kegiatan yang dilaksanakan dapat saling mendukung serta memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Cupunagara,” ujarnya.

Mahasiswa KKN UPI, Haekal, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai kesempatan untuk membangun komunikasi dan membahas peluang kerja sama dengan Satgas TMMD.

“Melalui pertemuan ini, kami dapat bertukar pandangan dan melihat peluang kolaborasi yang bisa dilakukan bersama untuk mendukung masyarakat desa,” ungkapnya.

Kolaborasi antara personel Satgas dan mahasiswa berpotensi mempertemukan pengalaman pendampingan masyarakat dengan pengetahuan akademis yang dimiliki mahasiswa. Koordinasi yang baik diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan serta potensi desa yang dapat dikembangkan bersama.

Melalui komunikasi lintas unsur tersebut, pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara diharapkan semakin membuka ruang partisipasi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Senin, 26 Oktober 2026

Ditemukan Dua Orang Pria Pinsan di Pinggir jln Lagi Membutuhkan Bantuan Untuk Perbuatan Medis Senin 26 Oktober 2026


PEKAN BARU-radius 102.com.Dua org pria Pinsan,ditemukan di pinggir jalan.lagi membutuhkan Bantuan Untuk segera dibawa ke puskesmas terdekat.

Bagi rekan rekan yg mengenal saudara kita ini mohon hubungi nomor 085266781921.kerna mereka berdua SDH lagi dirawat.

      ( J.P ).

Polisi Peduli Pengangguran, Polres Indramayu Buka Jalan Bagi Warga Korban PHK Kembali Bekerja



INDRAMAYU –Radius102.com Kehilangan pekerjaan bukan berarti kehilangan masa depan. Semangat untuk kembali bangkit dan memperoleh kesempatan kerja menjadi pesan utama dalam pembukaan pelatihan vokasi bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui Program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) Polres Indramayu.

Sebanyak 100 peserta mendapat kesempatan mengikuti program peningkatan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal untuk kembali memasuki dunia kerja maupun merintis usaha mandiri.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P.M., S.I.K., M.Si., di Aula Atmaniwedhana Polres Indramayu, Senin (26/10/2026).

Tak hanya membuka pelatihan, Kapolres juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, AKBP Prianggo menyampaikan kehilangan pekerjaan merupakan tantangan yang tidak mudah bagi seseorang maupun keluarganya.

Namun, kondisi tersebut diharapkan tidak mematahkan semangat para pekerja untuk kembali bangkit dan menata masa depan.

Kapolres menekankan bahwa pengalaman menghadapi PHK dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan kemampuan, mempelajari keterampilan baru, dan membuka peluang yang sebelumnya belum pernah dicoba.

Menurutnya, pelatihan vokasi bukan sekadar kegiatan memberikan keterampilan teknis, tetapi merupakan investasi sumber daya manusia agar masyarakat memiliki kompetensi, produktivitas, dan daya saing sesuai kebutuhan dunia kerja.

Kapolres juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan disiplin, sungguh-sungguh, dan penuh semangat.

Para peserta diharapkan tidak merasa rendah diri karena pernah mengalami PHK, melainkan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Melalui Program POLIRAN, peserta disiapkan untuk memperoleh keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai modal mencari pekerjaan atau mengembangkan usaha.

Bidang pelatihan yang tercantum dalam rencana pelaksanaan meliputi pembuatan espresso dan latte art, menjahit menggunakan mesin single needle, digital marketing dasar, serta penanganan refrigeran atau keterampilan teknisi AC.

Keempat bidang tersebut dipilih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan peserta agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia usaha dan industri.

Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada pekerja terdampak PHK untuk memulai langkah baru sesuai minat dan keterampilan yang dikembangkan.

Sementara Kasat Binmas Polres Indramayu Iptu Tasim menjelaskan, Program POLIRAN merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, khususnya pengangguran akibat PHK.

Menurutnya, tugas Polri tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga membangun kemitraan untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat.

Karena itu, Polres Indramayu menggandeng Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu serta memperoleh dukungan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat dan Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Drs. Aan Hendrajana, M.Si., yang mewakili Bupati Indramayu, Kepala BBPKK Bandung Barat Aris Budiyanto, S.ST., M.Si., Kepala Dinas Tenaga Kerja Indramayu Endang Ismiati, S.STP., M.Si., serta Kepala BPVP Bandung Barat Iman Riswandi, S.T., M.T.

Dalam rangkaian acara, Kapolres menyerahkan pakaian pelatihan secara simbolis kepada perwakilan peserta dan melepas mereka untuk mengikuti tahapan pelatihan vokasi.

AKBP Prianggo menekankan pentingnya keberlanjutan Program POLIRAN agar manfaatnya tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan pelatihan.

Beliau berharap kerja sama lintas instansi dapat dilanjutkan melalui penyediaan informasi lowongan kerja, fasilitasi pemagangan, peluang penempatan tenaga kerja, hingga pendampingan bagi peserta yang ingin membangun usaha sendiri.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, pelatihan vokasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Melalui peningkatan kompetensi, peserta diharapkan mempunyai kesempatan lebih luas untuk kembali bekerja, meningkatkan produktivitas, maupun mengembangkan usaha mandiri.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat "Polisi Bersama Masyarakat”.

Bagi para pekerja yang pernah kehilangan mata pencaharian, kesempatan belajar keterampilan baru diharapkan menjadi awal untuk kembali melangkah.

Sebab, di balik setiap kehilangan pekerjaan, masih ada peluang untuk bangkit, mengembangkan kemampuan, dan membangun masa depan yang lebih baik. Pungkasnya. MHR 

Pasir Pangarayan Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026


Rokan Hulu-Pasir Pangarayan.Media radius102.com Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 yang dilaksanakan di halaman Polres Rokan Hulu, Senin (26/10/2026).

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, diwakili oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm. Kamtib), Moch. Subhan Zakaria, untuk mengikuti kegiatan apel tersebut.

Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Kapolres Rokan Hulu, AKBP Emil Eka Putra. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 dalam rangka mendukung terciptanya ketertiban dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kabupaten Rokan Hulu.

Kehadiran perwakilan Lapas Pasir Pangarayan merupakan bentuk dukungan terhadap sinergi antarinstansi, khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing instansi di Kabupaten Rokan Hulu.

Kalapas Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, melalui Kasi Adm. Kamtib Moch. Subhan Zakaria, menyampaikan bahwa koordinasi dan sinergi antarinstansi merupakan hal penting dalam mendukung terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap sinergi dan koordinasi antarinstansi semakin kuat. Lapas Pasir Pangarayan mendukung upaya bersama dalam mewujudkan keamanan, ketertiban, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait demi mendukung terciptanya kondisi wilayah Rokan Hulu yang aman dan kondusif.

       Jurnalis : radius102.com Rohul
      ( I.Marpaung ).

Kecewa Mediator Hendri Dinilai Memihak Pengusaha, DPD LSM PENJARA Riau Bakal Gelar Demo Besar-besaran

       
PEKAN BARU-RIAU.radius102.com Kecewa Mediator Hendri Dinilai Memihak Pengusaha, DPD LSM PENJARA Riau Bakal Gelar Demo Besar-besaran Pekanbaru - Kota Pekanbaru - Riau | Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara (DPD LSM PENJARA) Provinsi Riau menyatakan sikap tegas akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau dalam waktu dekat. Langkah ini diambil menyusul kekecewaan mendalam terhadap pelayanan mediasi terkait sengketa ketenagakerjaan buruh kebun.

Ketegangan memuncak saat sepuluh anggota DPD LSM PENJARA Riau, didampingi langsung oleh Ketua DPD dan Penasehat Hukum, mendatangi Kantor Disnakertrans Provinsi Riau pada Senin (26/10/2026). Kedatangan rombongan ini bertujuan untuk mempertanyakan kepastian nasib serta memperjuangkan hak-hak normatif ketenagakerjaan yang menimpa seorang ibu pekerja kebun kelapa sawit AWI.

Pekerja perempuan tersebut diketahui telah mengabdikan diri sebagai buruh kebun di Desa Rawa Mekar Jaya (RMJ), Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Ironisnya, setelah mengabdi selama lebih dari 10 tahun—bahkan telah memasuki masa 13 tahun pengerjaan hingga memasuki usia pensiun—hak-hak kesejahteraannya diduga diabaikan secara sepihak oleh pihak manajemen perusahaan.

Proses pertemuan yang berlangsung di ruang rapat mediator Disnakertrans Riau justru memicu kegeraman pihak lembaga. Mediator Disnakertrans Riau, Hendri, dinilai memberikan respon serta argumen yang tidak masuk akal sehat dan terkesan berat sebelah. Sikap oknum mediator tersebut dianggap lebih condong membela kepentingan pengusaha perkebunan dibandingkan menegakkan keadilan.

Pihak DPD LSM PENJARA Riau menilai nilai kompensasi pensiun sebesar Rp 5 juta yang disodorkan kepada pekerja dengan masa bakti belasan tahun merupakan sebuah bentuk penghinaan. Respon dari mediator Hendri dinilai bertentangan dengan semangat hukum ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia, khususnya terkait perlindungan bagi buruh kecil.

Merujuk pada ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 jo Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021, pekerja dengan masa kerja di atas 10 tahun yang memasuki usia pensiun secara hukum berhak mendapatkan akumulasi uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak yang nilainya setara dengan 19 hingga 20 bulan upah. Selain itu, besaran upah yang diterima korban selama ini juga disinyalir berada di bawah standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) Siak.

Atas dasar rentetan kejanggalan tersebut, DPD LSM PENJARA Provinsi Riau secara resmi menyatakan tiga tuntutan sikap utama. Pertama, segera menggelar aksi unjuk rasa akbar di depan Kantor Disnakertrans Riau. Kedua, mendesak Kepala Disnakertrans Provinsi Riau untuk segera mencopot mediator Hendri karena dinilai tidak profesional dan tidak objektif dalam menjalankan fungsinya.

Pada tuntutan ketiga, LSM PENJARA Riau meminta Gubernur Riau untuk melakukan evaluasi total dan menyeluruh terhadap kinerja internal Disnakertrans Riau. Pihak dinas dianggap telah gagal menjalankan fungsi pengawasan ketenagakerjaan dan lalai dalam memberikan perlindungan hukum bagi para buruh dan pekerja kecil di wilayah Provinsi Riau.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Disnakertrans Provinsi Riau maupun mediator yang bersangkutan belum berhasil dimintai keterangan resmi oleh redaksi terkait tudingan ketidakpatuhan hukum ketenagakerjaan tersebut. Upaya konfirmasi dan klarifikasi lebih lanjut akan terus dilakukan guna menjaga keberimbangan informasi.

       Tim DPD LSM PENJARA PROVINSI RIAU.

Kapolres Kuningan Pimpin Apel Operasi Patuh Lodaya 2026, Tekankan Keselamatan Berlalu Lintas

KUNINGAN – Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., memimpin langsung apel gelar pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 di wilayah hukum Polres Kuningan, Senin (26/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Kuningan membacakan amanat Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Hengki, S. I. K, M. H yang menekankan pentingnya meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, menekan angka kecelakaan, serta mengurangi fatalitas korban kecelakaan di jalan raya.

Operasi Patuh Lodaya 2026 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda Jawa Barat.
Dalam amanat Kapolda Jawa Barat yang dibacakannya, Kapolres Kuningan menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif yang bersifat edukatif, persuasif, serta humanis. Upaya tersebut didukung dengan penegakan hukum lalu lintas secara elektronik maupun pemberian teguran kepada para pelanggar.

“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, kita berupaya menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan serta meningkatkan disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas,” demikian pokok amanat Kapolda Jawa Barat yang disampaikan dalam apel tersebut.

Operasi Patuh Lodaya 2026 mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.”
Tema tersebut menegaskan bahwa upaya menciptakan keamanan dan keselamatan di jalan raya tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Dalam amanatnya, Kapolda Jawa Barat meminta seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Penindakan harus dilakukan secara tegas, tetapi tetap mengedepankan sikap santun dan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Keberhasilan operasi, sebagaimana ditekankan dalam amanat tersebut, harus dapat dilihat dari menurunnya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, berkurangnya risiko di jalan raya, serta meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan.

Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Lodaya 2026 menyasar sejumlah pelanggaran lalu lintas yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Di antaranya Tidak menggunakan seatbelt, menggunakan HP dalam berkendara, melanggar marka atau rambu lalu lintas, menerobos lampu merah, melebihi batas kecepatan, kendaraan melawan arus, tidak menggunakan helm bagi pengendara motor dan penumpang, berboncengan lebih dari ketentuan, kendaraan tidak menggunakan pelat nomor sesuai aturan, kendaraan yang menerobos jalur busway dan ranmor yang parkir tidak sesuai tempatnya (trotoar).

Sedangkan pelanggaran yang akan dikenakan sanksi tilang untuk wilayah hukum Polres Kuningan adalah 
pelanggaran melawan arus, ranmor yang tidak menggunakan TNKB/TNKB yang tidak sesuai, ranmor yang menggunakan knalpot brong dan ranmor yang tidak sesuai spesifikasi kelengkapan berkendara.

Dengan demikian, pelaksanaan operasi tidak semata-mata berorientasi pada penindakan pelanggaran, tetapi juga membangun budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di wilayah Kabupaten Kuningan.

(Agus Hermawan)

Operasi Patuh Lodaya 2026 Dimulai, Kapolres Indramayu Ajak Warga Tertib Berlalu Lintas



INDRAMAYU –Keselamatan masyarakat di jalan raya menjadi perhatian utama Polres Indramayu Polda Jawa Barat, dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026.

Hal tersebut ditegaskan Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P.M., S.I.K., M.Si., saat menyampaikan amanat dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026, Senin (26/10/2026).

Dalam arahannya, Kapolres mengingatkan seluruh personel bahwa keberhasilan operasi lalu lintas tidak hanya diukur dari banyaknya pengendara yang ditindak, melainkan dari kemampuan kepolisian mencegah kecelakaan dan melindungi keselamatan masyarakat.

"Keberhasilan tugas tidak hanya diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak, tetapi terutama dari kemampuan mencegah kecelakaan, menekan fatalitas, dan meningkatkan kesadaran masyarakat," tegas AKBP Prianggo.

Operasi Patuh Lodaya 2026 dilaksanakan secara serentak di wilayah hukum Polda Jawa Barat selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

“Operasi tersebut mengusung tema "Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan." Jelas Kapolres.

Kapolres menjelaskan, tema tersebut menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga seluruh pengguna jalan.

Karena itu, pelaksanaan operasi mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi, imbauan, pengaturan lalu lintas, serta pendekatan persuasif dan humanis.

Upaya tersebut didukung penegakan hukum secara profesional, termasuk melalui sistem penegakan hukum lalu lintas elektronik dan pemberian teguran sesuai ketentuan.

Dalam amanatnya, personel diminta memetakan titik rawan kecelakaan, mengidentifikasi potensi kemacetan serta pelanggaran, dan menentukan langkah pengamanan sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026, AKBP Prianggo menekankan lima hal yang harus menjadi pedoman seluruh personel.

Pertama, menjadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kedua, mengedepankan edukasi serta pendekatan humanis agar masyarakat memahami pentingnya disiplin berlalu lintas.

Ketiga, melaksanakan penegakan hukum secara tegas, adil, profesional, dan bertanggung jawab.

Keempat, memperkuat koordinasi serta kerja sama lintas instansi guna mendukung kelancaran dan efektivitas operasi.

Kelima, melaksanakan pengawasan dan pengendalian secara melekat serta berjenjang agar setiap kegiatan berjalan sesuai prosedur.

Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga soliditas, memastikan kesiapan sarana dan prasarana, serta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

Menurutnya, upaya membangun budaya tertib berlalu lintas memerlukan keteladanan petugas sekaligus kesadaran dari masyarakat.
Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, Kapolres Indramayu mengajak seluruh pengguna jalan untuk semakin disiplin dan mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas diharapkan tumbuh bukan semata karena adanya pengawasan atau penindakan, melainkan karena kesadaran bahwa keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya jauh lebih penting.

Kapolres menegaskan keberhasilan operasi harus terlihat dari menurunnya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, meningkatnya kepatuhan masyarakat, serta tumbuhnya budaya keselamatan di jalan raya.

Di akhir amanatnya, AKBP Prianggo mengingatkan seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

"Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, dan berikan pengabdian terbaik pada masyarakat, bangsa, dan negara," pesannya.

Melalui semangat "Polisi Bersama Masyarakat", Operasi Patuh Lodaya 2026 diharapkan menjadi momentum untuk membangun kebiasaan berlalu lintas yang lebih tertib, aman, dan berkeselamatan.

Sebab, tujuan utama tertib berlalu lintas bukan sekadar menghindari sanksi, melainkan memastikan setiap perjalanan dapat berakhir dengan selamat. MHR 

Operasi Patuh Lodaya 2026 Polres Cirebon Kota Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas

Cirebon Kota - Polres Cirebon Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 di Mapolres Cirebon Kota, Senin (26/10/2026), sebagai bentuk kesiapan personel dalam melaksanakan operasi kepolisian bidang lalu lintas yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan fokus meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas serta menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban di jalan raya.

Apel yang berlangsung pukul 08.00 hingga 08.30 WIB tersebut dipimpin Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., dengan Komandan Apel Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Hadi Suryanto, S.Tr.K., S.I.K. Kegiatan tersebut diikuti jajaran personel Polres Cirebon Kota dan melibatkan unsur Denpom AD, Pom AL, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP Kota Cirebon sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam mendukung pelaksanaan operasi.

Dalam amanat Kapolda Jawa Barat yang dibacakan Kapolres Cirebon Kota, ditegaskan bahwa apel gelar pasukan menjadi sarana untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana sekaligus menyatukan komitmen seluruh unsur yang terlibat agar Operasi Patuh Lodaya 2026 berjalan optimal, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pengguna jalan.

Operasi Patuh Lodaya 2026 dilaksanakan dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi, sosialisasi, serta pendekatan persuasif dan humanis, yang didukung penegakan hukum lalu lintas secara elektronik dan pemberian teguran terhadap pelanggaran. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pengendara mengenai pentingnya mematuhi rambu-rambu, marka jalan, batas kecepatan, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta ketentuan berkendara sesuai peraturan yang berlaku.

Berdasarkan data evaluasi Operasi Patuh Lodaya di wilayah Polda Jawa Barat, jumlah kecelakaan lalu lintas pada 2025 tercatat sebanyak 159 kejadian, turun dari 334 kejadian pada 2024 atau berkurang sekitar 51 persen. Korban meninggal dunia dilaporkan menurun 86 persen, korban luka ringan turun 44 persen, dan kerugian material berkurang 31 persen, sedangkan korban luka berat meningkat 21 persen sehingga tetap menjadi perhatian dalam upaya pencegahan kecelakaan.

Menanggapi data tersebut, jajaran kepolisian diminta memetakan titik rawan kecelakaan, mengidentifikasi potensi pelanggaran dan kemacetan, serta menentukan langkah pencegahan berdasarkan kondisi wilayah. Pelaksanaan operasi juga harus berorientasi pada hasil nyata, terutama dalam mengurangi risiko kecelakaan, menekan jumlah pelanggaran, dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih disiplin ketika menggunakan jalan raya.

Kapolres Cirebon Kota menekankan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari kemampuan personel dalam mencegah kecelakaan, mengurangi fatalitas korban, dan membangun budaya tertib berlalu lintas. Setiap tindakan di lapangan harus dilakukan secara profesional, proporsional, tegas, adil, dan bertanggung jawab, dengan menghindari perilaku arogan serta tetap mengutamakan pelayanan yang santun dan humanis.

Dalam pelaksanaannya, polisi bersama masyarakat diharapkan dapat memperkuat budaya keselamatan berlalu lintas melalui kepatuhan terhadap aturan dan kepedulian terhadap sesama pengguna jalan. Masyarakat diimbau menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk keselamatan saat berkendara dengan mobil, tidak menggunakan telepon seluler ketika mengemudi, tidak melawan arus, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum melakukan perjalanan.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek jajaran mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026 dengan menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap perjalanan. “Patuhi peraturan lalu lintas, lengkapi perlengkapan keselamatan, dan berkendaralah dengan penuh tanggung jawab. Keselamatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk pengguna jalan lainnya. Mari bersama polisi bersama masyarakat mewujudkan budaya tertib berlalu lintas melalui semangat Jaga Baik Cirebon Kota,” demikian imbauan Kapolres.

((A, Rahmat))

Peringati HSN 2026, Lakpesdam PCNU Indramayu Ajak Anak Lestarikan Permainan Tradisional


INDRAMAYU- Radius102.com

Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Indramayu melalui Program Inklusi menggelar kegiatan Kelas Inspiratif dan Pertemuan Rutin Forum Anak: Mengenal Kembali Permainan Anak Tradisional, di Taman Tugu Perjuangan Simpang Lima Indramayu, Jawa Barat, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan ini diikuti Forum Anak dari empat desa, yakni Desa Terusan, Panyindangan Kulon, Panyingkiran Lor, dan Lamarantarung, bersama dengan Generasi Muda Indramayu (GEMUYU). Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bersama bagi anak-anak untuk mengenal kembali permainan tradisional sekaligus memperkuat interaksi sosial, kreativitas, dan kebersamaan di tengah perkembangan teknologi digital.

Ketua Lakpesdam PCNU Indramayu, Ali Ma’nawi, yang akrab disapa Almak mengatakan, pentingnya menyediakan ruang positif bagi anak untuk belajar, berinteraksi, mengembangkan potensi diri, serta mengenal nilai-nilai budaya yang tumbuh di tengah masyarakat. Tema HSN 2026 "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri", menurutnya sangat relevan agar generasi muda ditanamkan wawasan tradisi yang kuat menuju Indonesia Emas 2045 ke depan.

“Peringatan HSN bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang peran santri dalam perjalanan bangsa, tetapi juga kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, kedisiplinan, dan kepedulian kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak belajar dengan cara yang menyenangkan sekaligus mengenal kembali permainan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya kita,” ujar Almak.

Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HSN 2026, kegiatan ini juga menjadi momentum pertemuan rutin Forum Anak untuk memperkuat komunikasi, partisipasi, dan jejaring antaranak dari berbagai desa di Kabupaten Indramayu.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat mendorong Forum Anak menjadi ruang yang aman dan inklusif bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan kreativitas, serta terlibat dalam kegiatan positif di lingkungan masing-masing.

"Lakpesdam PCNU Indramayu terus mendorong penguatan peran masyarakat dan generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pemenuhan hak anak. Upaya ini juga sejalan dengan pentingnya pencegahan perkawinan anak melalui peningkatan pengetahuan, pengembangan potensi, serta penyediaan ruang bagi anak untuk belajar dan merencanakan masa depan," Jelas Almak.

"Dengan kegaitan ini, berharap anak-anak Indramayu semakin mengenal kekayaan budaya lokal, memperkuat persahabatan lintas desa, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, peduli, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat," imbuhnya.

Perkuat Forum Anak: Mengenal Permainan Tradisional, Belajar Nilai Kebersamaan

Kegiatan kelas inspiratif menghadirkan Koordinator Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional RI Lokus Kabupaten Indramayu, Ahmad Khoeri, sebagai pemateri dan fasilitator. Ia bersama Anggota Generasi Muda Indramayu (GEMUYU), Ruriasti Anggun Maulia, mengajak peserta mengenal kembali permainan anak tradisional sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai edukatif.

Ahmad Khoeri menjelaskan, permainan tradisional tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang mendorong anak untuk berkomunikasi, berkolaborasi, menghargai aturan, mengelola emosi, dan menghormati teman sebaya.

Melalui permainan yang dilakukan secara bersama-sama, anak-anak memperoleh kesempatan untuk belajar tentang sportivitas, kejujuran, tanggung jawab, serta pentingnya menghargai perbedaan. Nilai-nilai tersebut relevan dalam membangun lingkungan yang ramah anak dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Permainan tradisional menyimpan banyak nilai pembelajaran. Anak-anak bisa belajar bekerja sama, mengikuti aturan, menghargai teman, dan menerima hasil permainan dengan sikap sportif. Hal-hal sederhana seperti ini penting untuk membangun karakter anak,” ujar Ahmad Khoeri.

Ia menambahkan, pengenalan kembali permainan tradisional perlu dilakukan secara kreatif agar tetap dekat dengan kehidupan anak-anak masa kini. Keterlibatan komunitas, keluarga, sekolah, dan lingkungan desa juga dapat membantu menjaga keberlanjutan permainan tradisional sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Sementara itu, Ruriasti Anggun Maulia dari GEMUYU menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menghadirkan kegiatan yang menarik, edukatif, dan menyenangkan bagi anak-anak. Menurutnya, ruang perjumpaan lintas desa dapat memperluas pertemanan sekaligus mendorong anak untuk lebih percaya diri dan aktif dalam kegiatan bersama.

“Kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk saling mengenal, bermain bersama, dan belajar menghargai satu sama lain. Generasi muda juga bisa mengambil peran untuk menjaga permainan tradisional agar tidak hilang dan tetap dikenal oleh anak-anak sekarang,” ungkap Ruriasti. (MHR/ Kabiro)

Motor Warga Mogok di Tanjakan, Satgas TMMD Turun Tangan Membantu


Radius 102 (Subang) - Anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang membantu seorang warga yang sepeda motornya mogok saat melewati jalan menanjak di Kampung Cisegel, RT 03/RW 05, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Senin (26/10/2026).

Melihat warga mengalami kesulitan, Pratu M. Refky Hernando bersama anggota Satgas lainnya secara spontan turun tangan mendorong sepeda motor tersebut. Bantuan itu diberikan agar warga dapat melanjutkan perjalanannya.

Kondisi jalan di wilayah Cupunagara yang memiliki sejumlah tanjakan terjal menjadi tantangan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Situasi tersebut membuat kepedulian dan bantuan langsung di lapangan menjadi berarti bagi warga yang mengalami kendala.

Pratu M. Refky Hernando mengatakan, membantu masyarakat merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk ketika anggota Satgas menjumpai warga yang mengalami kesulitan dalam perjalanan.

“Ketika melihat warga mengalami kesulitan, kami langsung berinisiatif membantu. Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, terlebih saat mereka menghadapi kendala dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Peristiwa tersebut terjadi tidak jauh dari lokasi sasaran pembangunan sarana air bersih (SAB) titik 4 dalam program TMMD ke-130. Di sela pelaksanaan tugas pembangunan, anggota Satgas tetap berinteraksi dengan masyarakat dan memberikan bantuan ketika dibutuhkan.

Tindakan sederhana tersebut mencerminkan kepedulian anggota Satgas terhadap masyarakat di wilayah penugasan. Melalui interaksi langsung seperti ini, kedekatan TNI dan rakyat terus dibangun seiring pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara.

Di Sela Istirahat, Satgas TMMD dan Warga Cihaur Wetan Pererat Keakraban


Radius 102 (Subang) - Anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang memanfaatkan waktu istirahat untuk menjalin komunikasi sosial (komsos) bersama masyarakat di Kampung Cihaur Wetan, Dusun 1, RT 03/RW 02, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Senin (26/10/2026). Dalam suasana santai, para prajurit duduk bersama warga, Bapak Dandi dan Bapak Nana, sambil menikmati mangga yang disuguhkan sebagai bentuk keramahan tuan rumah.

Pertemuan sederhana tersebut menjadi kesempatan bagi anggota Satgas dan masyarakat untuk saling mengenal serta bertukar cerita di luar aktivitas pekerjaan. Interaksi yang berlangsung secara santai ini turut membangun suasana kekeluargaan selama pelaksanaan TMMD ke-130 di Desa Cupunagara.

Komandan Kompi Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menjelaskan bahwa komunikasi dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas di wilayah. Kedekatan tersebut dibangun melalui interaksi sehari-hari, termasuk saat anggota Satgas beristirahat setelah menjalankan kegiatan.

“Melalui komunikasi seperti ini, kami bisa lebih dekat dengan masyarakat. Kami ingin kehadiran Satgas TMMD tidak hanya dirasakan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kebersamaan dan hubungan baik yang terjalin dengan warga,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Bapak Dandi, salah seorang warga yang turut berbincang bersama anggota Satgas, menyambut baik kebersamaan tersebut. Menurutnya, kesempatan duduk bersama dan berbincang dalam suasana santai membuat hubungan antara masyarakat dan prajurit terasa lebih dekat.

“Kami senang bisa duduk dan berbincang bersama anggota Satgas. Suasananya akrab, seperti sedang berkumpul dengan keluarga sendiri. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjalin selama kegiatan TMMD berlangsung,” ungkap Bapak Dandi.

Suguhan mangga dari warga menjadi pelengkap momen kebersamaan tersebut. Melalui komunikasi sosial yang berlangsung secara alami, TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang turut memperkuat hubungan TNI dan masyarakat serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan Desa Cupunagara.

Satgas TMMD Periksa Kesehatan Abah Unan yang Mengeluhkan Nyeri Sendi


Radius 102 (Subang) - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat turut mewarnai pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang. Pada Senin (26/10/2026), anggota Satgas TMMD, PNS Mukmin, melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Abah Unan, seorang warga lanjut usia di Kampung Cinaga, Dusun 1, RT 02/RW 03, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang.

Pemeriksaan dilakukan setelah Abah Unan mengeluhkan sakit pada bagian persendian kaki. Dalam dokumentasi kegiatan, Mukmin tampak memeriksa bagian kaki yang dikeluhkan warga tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi kesehatannya.

Kehadiran anggota Satgas di lingkungan tempat tinggal warga menjadi bagian dari pendekatan humanis selama pelaksanaan TMMD. Selain menjalankan pembangunan fisik, Satgas juga berupaya menjalin kedekatan dengan masyarakat melalui kepedulian terhadap kebutuhan dan kondisi warga.

Mukmin menjelaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya warga lanjut usia, merupakan bagian dari kepedulian Satgas selama berada di Desa Cupunagara. Pemeriksaan awal diharapkan dapat membantu mengidentifikasi keluhan yang dirasakan Abah Unan agar dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

“Pemeriksaan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya warga lanjut usia. Kami berharap Abah Unan mendapatkan penanganan yang sesuai dengan keluhan yang dirasakan,” ujar Mukmin.

Melalui kegiatan tersebut, TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang menunjukkan bahwa kedekatan dengan masyarakat juga dibangun melalui perhatian terhadap kondisi warga. Kehadiran Satgas di tengah masyarakat diharapkan dapat mempererat hubungan TNI dan rakyat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan warga Desa Cupunagara.